← Back to list

A History

Aku ingin menulis ini sejak dulu.

Anna K. · 2026-02-17 17:49 · 0 claps · 3.4 min read
#exo #indonesia #myself
Open on Medium ↗

A History

EXO

EXO

Aku ingin menulis ini sejak dulu.

It’s not something extraordinary, it’s just about EXO. Boy band K-Pop yang aku suka dari tahun 2014.

Aku ingin menulis mereka sekarang karena aku merasa tentang mereka perlahan menghilang di hatiku.

So before my feelings for them are truly gone (seriously?) aku ingi mereka abadi dalam tulisan. Ehm.. :P

Sebelum lebih personal, aku ingin memperkenalkan EXO dengan bahasa Wikipedia.

EXO adalah boy band Korea Selatan di bawah naungan SM Entertainment. Mereka debut di tahun 2012 dengan 12 anggota. Konsep EXO di tahun itu cukup unik, 12 cowok dari EXO Planet yang mempunyai kekuatan berbeda-beda, Suho-water, Kris- Flight, Lay- Healing, Luhan- Telekinesis, Xiumin- Frost, Sehun- Aerokinesis, Chen- Lightning, Kai-Teleportasi, Baekhyun- Light, Tao- Time Control, Chanyeol- Fire, D.O- Earth. Lagu debut mereka, MAMA, menandakan awal konsep mereka yang penuh dengan teori gerhana.

Intro lagu mama

Intro lagu mama

EXO_Mama

EXO_Mama

Member EXO

Member EXO

Perkenalanku dengan EXO dimulai dari kelas 1 SMA. Saat itu aku persiapan pentas seni. Di sela-sela persiapan acara, aku dan teman kelas bergerobmol nonton drama Wolf EXO.

Di sana aku tertarik dengan Luhan. Kebetulan ia menjadi tokoh utama dalam drama itu. Rambut putih seperti Pixie. Badannya kurus dan rapuh. Tapi matanya indah.

Aku tenggelam dalam Euforia mengenal mereka. Setiap hari pergi ke rental hanya untuk mendengarkan lagu-lagu EXO. Berjam-jam menghafal nama-nama mereka sembari melihat gambar anggota EXO yang aku taruh di buku harian.

Di umur itu, aku benar-benar falling in love dan tidak bisa berhenti memikirkan atau membahas EXO.

Sampai suatu hari, ada berita kalau Kris (salah satu member) keluar dari EXO. Beberapa bulan kemudian Luhan (member yang aku suka) juga keluar.

Harusnya, di detik itu aku berhenti menyukai EXO.

Kepergian Luhan benar-benar menjadi lubang kesedihan yang dalam.

Tapi mari berfikir logis kenapa momen perginya Luhan begitu menyakitkan. Sedikit meraba perasaanku, keluarnya dia dari EXO bertepatan dengan aku versi kecil yang tidak ingin kehilangan apapun dalam hidupnya. Entah perhatian, sahabat, atau idol korea (yang aku suka). Aku menyukai EXO, sangat. Aku juga menyukai Luhan, tapi dia keluar dari EXO, aku merasa dihianati. Tapi aku tidak ingin mengakuinya.

Jadilah aku berkabung terlalu lama.

Jujur, sampai sekarang aku masih menangis setiap kali mendengarkan lagu Miracles in December vesi mandarin. Aku mungkin sudah melupakan Luhan, tapi perasaan sedih ketika merasa ditinggalkan itu sulit hilang.

12 tahun berlalu.

Aku masih mencoba menyukai EXO sebesar dulu. Tapi, terlalu bayak kabar buruk.

Dan puncaknya, comeback mereka di tahun 2026 tidak membuatku bahagi.

Setelah kepergian Luhan, aku seringkali berpindah pindah bias (sebutan bagi anggota kesukaan dalam satu grup), kadang Suho, Xiumin, Chen, dan yang paling lama Kyung soo (sampai detik ini). Tapi, terlepas dari nama-nama itu, Baekhyun menempati posisi berbeda dalam hatiku.

Tempat yang istimewa dan berharga.

Ketika CBX bermasalah dengan SM dan harus absen dari combeck EXO, aku sedih se sedih sedihnya. Aku merasa terlempar ke momen Luhan keluar. Berharap setiap hari kalau berita itu tidak benar.

Pasti ada kabar baik. Pasti Baekhyun mengusahakan CBX untuk ikut comeback, at the end tanggal 19 Januari kemarin EXO comeback 6 orang (bersama Lay yang bela-belain dari Cina ke Korea)

Aku merasa benar-benar dihianati. Sebagai seorag EXO L, jargonku adalah We are one. Kita satu. Bagaimanapun keadaannya.

Tapi tidak semudah itu. Dan aku (masih) tidak mau mengerti.

Karena takut membenci member EXO yang sudah bersusah payah comeback, pada ahirnya aku tidak mengikuti sama sekali kabar mereka. lagu atau apapun aku tidak tahu. Meski bersileweran di Tiktok, aku berusaha keras untuk tidak melihatnya karena pasti aku tidak terima suara CBX tidak ada di antara mereka.

Aku merasa, menyukai EXO secara berlebihan. Sampai di satu titik mengikat mereka dengan keinginanku. Aku ingin ini, jadi EXO harus begini. Tidak boleh begitu. Padahal mereka terikat kontrak kerja yang tidak bisa mereka kendalikan. Aku yakin mereka sudah berusaha untuk bersama, tapi aku tidak melihat usaha itu. Dan memang aku tidak perlu melihatnya. Sayangku pada mereka tidak lantas mewajibkan mereka untuk menuruti semua keinginanku.


메타데이터
post_id
75dba8d29eeb
slug
a-history-75dba8d29eeb
url
https://medium.com/@AnnaKibty/a-history-75dba8d29eeb
canonical_url
https://medium.com/@AnnaKibty/a-history-75dba8d29eeb
author_url
https://medium.com/@AnnaKibty
status
ok
fetched_at
2026-06-18 00:10:23