← Back to list

Monarch: Legacy of Monsters — Ketika Monster Jadi Tamu, Bukan Bintang Utama

Ada perasaan campur aduk waktu aku mulai nonton Monarch: Legacy of Monsters. Di satu sisi, ini semacam album keluarga pecah berantakan…

Mehmet Hazza · 2026-01-21 07:45 · 0 claps · 3.1 min read
#monarch #apple-tv #spin-off-series #godzilla #warisan
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🎵 · Music & Audio

Monarch: Legacy of Monsters — Ketika Monster Jadi Tamu, Bukan Bintang Utama

Ada perasaan campur aduk waktu aku mulai nonton *Monarch: Legacy of Monsters*. Di satu sisi, ini semacam album keluarga pecah berantakan yang ngeyel ngaku dirinya bagian dari “MonsterVerse.” Di sisi lain, aku duduk berharap Godzilla bakal muncul lebih sering daripada cuma jadi background gedung hancur. Jadi ya, begitu episode pertama nyala, aku langsung mikir, “Tunggu, ini film monster atau drama keluarga berkostum sci-fi?” Dan pertanyaan itu nggak pernah benar-benar terjawab sampai akhir.

Serial ini bercerita tentang dua saudara tiri, Cate dan Kentaro, yang tiba-tiba harus ngulik misteri setelah ayah mereka, Hiroshi Randa, menghilang pasca kejadian Godzilla di San Francisco. Tapi alih-alih dibuka dengan adegan Godzilla ngelempar gedung atau Titan keluar dari laut sambil ngeluarin nafas atomik, kita malah dikasih dialog panjang lebar, teori organisasi Monarch yang bikin pusing, dan drama emosional yang bikin kamu lupa kenapa judulnya Legacy of Monsters bukan Legacy of Keluarga Berantakan.

Timeline Paralel yang Menarik (Tapi Lambat)

Sebenernya, konsep timeline paralel antara masa kini dan masa lalu itu bagus di atas kertas. Lihat Lee Shaw muda di tahun 1950-an yang berjuang keras buktiin eksistensi monster, dan versi tuanya yang nyaris jadi Paman Kentaro versi Godzilla dadakan, itu menarik. Kurt Russell dan Wyatt Russell performanya solid banget buat yang peduli karakter, dan itu jarang terjadi di MonsterVerse yang biasanya cuma fokus bombastis tanpa kedalaman.

Masalahnya, eksekusinya sering terasa lambat. Cerita bergulir dengan tempo yang kayak orang lagi jalan santai di taman, padahal kita berharap bakal ada sprint penuh adrenalin. Ada banyak momen di mana plotnya muter-muter soal Monarch ini dan itu, keluar masuk organisasi, rahasia lama yang digali, dan karakter yang kadang terasa kayak NPC drama sibuk yang cuma lewat buat ngasih info terus hilang lagi.

Monster sebagai Cameo, Bukan Bintang Utama

Kalau kamu datang ke serial ini karena judulnya “Legacy of Monsters,” bersiaplah buat sedikit kecewa. Monster memang muncul, tapi lebih kayak cameo sesekali buat nge-rem drama manusia yang lagi rolling full speed. Beberapa penonton bilang ini justru bikin dunia MonsterVerse lebih “nyata” dan membumi. Sementara yang lain langsung nge-skip episode karena mereka nunggu Godzilla tampil penuh tanpa keburu disela adegan keluarga ribut soal warisan trauma.

Buat aku pribadi, klimaks terbaik justru bukan pas Godzilla muncul. Itu momen singkat tapi memuaskan, sih. Tapi yang lebih nempel di kepala itu waktu aku selesai nonton dan mulai ngeh bahwa ini lebih tentang warisan, obsesi keluarga, dan konsekuensi keputusan bodoh manusia di tengah dunia yang penuh monster. Itu mungkin kedengaran sok puitis, tapi lebih jujur daripada cuma bilang “ada monster tapi jarang muncul.”

Bumbu Duluan, Daging Belakangan

Kalau aku harus ngasih gambaran jujur tanpa plin-plan, Monarch itu kayak makanan berat yang kelihatannya enak di foto, tapi pas dimakan rasanya lebih ke bumbu duluan baru daging akhirnya. Ada momen menarik, karakter yang kuat, dan dunia yang besar dengan lore dalam. Tapi tempo dan fokusnya sering bikin kamu nanya, “Ini masih soal monster atau sudah jadi drama keluarga generasi X yang kebetulan ada monster lewat?”

Ini juga enggak tanpa kritik yang masuk akal. Banyak yang bilang serial ini terlalu begitu-begitu saja, episode panjangnya kedodoran dan lebih cocok jadi drama fiksi ilmiah emosional daripada tontonan monster yang eksplosif. Fokusnya mungkin salah alamat. Dan argumen itu bukan tanpa logika, soalnya ekspektasi “monster nonstop” emang diketokin cukup keras di trailer dan marketingnya. Jadi ya, wajar kalau penonton merasa dibohongi dikit.

Bukan tontonan buruk, kok. Cuma pasti bikin penonton yang berharap serbuan raksasa melompat keluar TV ngerasa agak dikecewakan. Tapi kalau kamu tipe yang suka eksplorasi karakter dan dunia yang lebih slow burn, Monarch: Legacy of Monsters mungkin cocok buat kamu. Kalau enggak, ya… mungkin tunggu compilation adegan monsternya aja di YouTube.

Klik disini untuk menonton serial ini: https://tv3.nontondrama.my/monarch-legacy-of-monsters-2023


메타데이터
post_id
760b1ab8d2a7
slug
monarch-legacy-of-monsters-ketika-monster-jadi-tamu-bukan-bintang-utama-760b1ab8d2a7
url
https://medium.com/@mohammed.hazza/monarch-legacy-of-monsters-ketika-monster-jadi-tamu-bukan-bintang-utama-760b1ab8d2a7
canonical_url
https://medium.com/@mohammed.hazza/monarch-legacy-of-monsters-ketika-monster-jadi-tamu-bukan-bintang-utama-760b1ab8d2a7
author_url
https://medium.com/@mohammed.hazza
status
ok
fetched_at
2026-07-06 19:44:23