← Back to list

Sebuah Tulisan Tentang Uban

Estetika yang Tumbuh dengan Mengejutkan

Ridho Ismail · 2025-12-24 16:10 · 51 claps · 2.2 min read
#jurnal #uban #menua #kesehatan #penuaan
Open on Medium ↗

JURNAL ALA KADARNYA

Sebuah Tulisan Tentang Uban

Estetika yang Tumbuh dengan Mengejutkan

Photo by Mykyta Martynenko on Unsplash

Photo by Mykyta Martynenko on Unsplash

Memiliki uban sering kali dikaitkan dengan kondisi manusia yang menua. Sisi genetik manusia juga memiliki andil di dalamnya. Akan tetapi, memiliki uban juga bisa dikaitkan dengan ketidakcocokan dengan produk perawatan rambut atau hanya stres yang berkepanjangan.

Entah tepatnya kapan, akan tetapi kalau diingat-ingat saya mulai ubanan ketika umur dua puluhan awal. Ketika awal mulai ubanan, ada perasaan janggal dan menyebalkan setiap ada orang bertanya bahwa saya beruban.

Pertama, saya tidak bisa langsung melihat dan mengetahui letak uban saya, justru mereka dulu yang sudah melihat bahwa saya beruban mengapa masih bertanya. Kedua, tak hanya satu dua orang saja yang geram ingin mencabut uban saya. Ketiga, saya tidak begitu peduli dengan uban selama tidak mengganggu seperti ketombe, kutu, atau penyakit kulit kepala lainnya.

Dulu, ada beberapa teman saya sudah beruban ketika menginjakkan kaki di SMA. Saya pikir itu adalah hal yang tidak wajar, akan tetapi tidak ada kepedulian lebih yang berujung pada saya bertanya-tanya. Hidup mengalir seperti biasanya tanpa berusaha mendisrupsi sisi personal orang lain.

Kalau tidak salah ingat, salah seorang guru pernah berbicara bahwa uban sebaiknya tidak dicabut. Kalau dicabut akan bertambah banyak. Dan dalam konteks agama, uban adalah cahaya yang bersumber dari surga. Kurang lebihnya begitu.

Selang beberapa tahun lamanya, akhirnya diri sayalah yang beruban. Lucu sekaligus tragis. Sebenarnya saya tidak memiliki kapabilitas untuk menyebutkan penyebab alasan mengapa saya tumbuh uban. Akan tetapi, dugaan saya merujuk di tingkat stres yang cukup tinggi. Atau pilihan kedua ada pada kondisi genetik. Entahlah saya tidak bisa menyimpulkan.

Awalnya, tumbuhnya uban yang disadari orang-orang di sekitar saya muncul ketika rambut saya sedang tipis alias baru beres dicukur. Alhasil, saya tidak bisa melihat dengan jelas terkait dengan lokasi spesifik uban yang dimaksud.

Namun, ketika rambut mulai tumbuh, uban saya pada akhirnya terlihat. Memang, uban terlihat stand out sendiri ketimbang rambut yang lain. Adanya uban di antara belantara rambut hitam seperti perumpamaan peribahasa yang berbunyi, mencari jarum di tumpukan jerami.

Kalau dipikir-pikir, uban muncul ketika saya berada di semester pertengahan kuliah. Kemunculan ini diakibatkan karena stres dan adanya paksaan dalam pilihan jurusan peminatan. Pada akhirnya, hal ini menjadi stres yang berkepanjangan.

Akan tetapi, saya tidak ingin mencabut uban yang ada sekarang. Kalau menyemir hitam, menurut saya terlalu berlebihan, sebab hanya beberapa helai saja. Alasan tidak saya cabut karena bagi saya cukup estetik.

Orang-orang paling ganteng pada masanya akan beruban. Dan kebanyakan orang-orang tersebut ketika sudah menua justru semakin gaul dan modis. Mungkin tertolong tampang dan postur juga. Dan tentunya perawatannya berbeda, mungkin lebih mahal dan lebih dari satu bulan gaji saya.

Ketika sudah mulai beranjak dan semakin dewasa, orang-orang di sekitar mulai mengeluhkan kemunculan uban mereka masing-masing. Kebanyakan dari mereka mengeluhkan hal yang sama terkait dengan penuaan. Mau bagaimana lagi, namanya juga hidup, pasti akan menua juga pada akhirnya.

Pada akhirnya, semua akan beruban. Dan uban bukanlah gangguan, melainkan tanda penuaan dan pendewasaan. Selagi tidak mengganggu aktivitas, uban hanyalah rambut yang berubah warna dari hitam ke putih. Tak lebih dari itu.

Terima kasih sudah apresiasi dan membaca sampai akhir. Jika ada kritik, saran, atau ingin berdiskusi silahkan tulis di kolom komentar. Jika suka dengan tulisan saya di Medium, kalian bisa dukung saya di sini.

Sekian dan sampai jumpa!


메타데이터
post_id
7652835fc6a4
slug
sebuah-tulisan-tentang-uban-7652835fc6a4
url
https://medium.com/@ridhoismail/sebuah-tulisan-tentang-uban-7652835fc6a4
canonical_url
https://medium.com/@ridhoismail/sebuah-tulisan-tentang-uban-7652835fc6a4
author_url
https://medium.com/@ridhoismail
status
ok
fetched_at
2026-06-24 04:09:36