← Back to list

Review Film: Gohan (2026)

Seorang Kakek Hiro yang sedang mampir di minimarket menemukan anjing kecil berwarna putih yang tidak berpemilik. Mulanya hanya sapaan yang…

Nonton suka suka · 2026-07-12 09:23 · 0 claps · 3.4 min read
#films-review #review-film-thailand #gohan
Open on Medium ↗
Wiki topics: ECO · Economy · General 🎬 · Film & Television

Review Film: Gohan (2026)

Gohan kecil yang muat di ukuran tempat penyimpanan es | Source: IMdb.com

Gohan kecil yang muat di ukuran tempat penyimpanan es | Source: IMdb.com

Seorang Kakek Hiro yang sedang mampir di minimarket menemukan anjing kecil berwarna putih yang tidak berpemilik. Mulanya hanya sapaan yang ia lontarkan kepada anak anjing manis tadi, tetapi seiring berjalannya waktu rasa iba muncul dan pada akhirnya aksi adopsi pun dilakukan. Anak anjing yang dinamai Gohan itu pun menjadi kawan karibnya di masa-masa terakhir ia bekerja di Thailand.

Selain bertemu dengan Kakek Hiro baik hati, petualangan Gohan masihlah panjang. Lika liku anjing berwarna putih dengan sikap friendly ini tidak selalu mulus. Pemilik kedua, seorang gadis muda pemberani, mengajak Gohan untuk berani menembus batas dan melawan, sementara pemilik ketiga mantan sepasang kekasih membagi kepedulian lewat apa itu peran berbagi dari hubungan yang rumit.

(Sebelum lanjut membaca review, tulisan saya mengandung spoiler ya)

Review:

Gohan menceritakan kisah seorang anjing berwarna putih yang memiliki kisah tiga pemilik berbeda. Dari masing-masing pemilik ini kisah Gohan dimulai. Saya pikir karena judulnya Gohan, nama yang permanen digunakan akan tetap Gohan, ternyata tidak dan itu membuat saya terenyuh sih melihat setiap nama baru yang disematkan memiliki arti yang berbeda bagi tiap pemiliknya serta kisah yang melatarbelakangi penamaan tersebut.

Karena nama membawa doa, saya melihat tiap pemilik Gohan yang lama maupun yang baru berharap kebaikan tetap merengkuh Gohan bagaimanapun rumitnya keadaan. Kisah yang disajikan ada yang terasa rumit hingga saya merasa apakah jika di kehidupan nyata, akan ada anjing yang survive dalam keadaan sehat dengan situasi mengenaskan seperti itu? Gohan mengajak penontonnya berempati melalui gonggongan dan tingkah lakunya yang menggemaskan sebagai seekor hewan peliharaan.

Berikut beberapa highlight yang saya dapat selama menonton film Gohan:

  1. Pentingnya dokumentasi memori melalui potret foto atau rekaman video

Mengoleksi foto ataupun video bukanlah hal asing di dunia digital seperti sekarang. Rasanya mudah sekali mengabadikan potretan orang-orang yang kita sayangi dan menyimpannya di dalam galeri. Lalu ketika rindu, kita tinggal membuka satu per satu foto yang tersimpan di dalam folder. Tindakan itu juga yang dilakukan oleh Kakek Hiro di film Gohan.

Ada momen dimana Kakek Hiro berkontemplasi membandingkan satu foto tentang manusia di sekitarnya dengan foto Gohan ia memilih untuk mempertahankan foto Gohan. Saya suka melihat bagaimana sang kakek menjaga memori Gohan tetap hidup diantara ribuan foto dan video yang dia simpan.

Bagaimana usaha kita tetap memilih dan menjaga subjek yang kita sayang terus menerus, meskipun penyimpanan ponsel sudah tergerus.

2. Mengusahakan kasih di tengah keterbatasan

Pemilik kedua, Namcha, ialah seorang perempuan yang bekerja sebagai tenaga kerja asing di Thailand. Harapannya satu, bisa mendapatkan nafkah secara benar sesuai undang-undang yang berlaku. Namun, realita tidak berjalan sesuai keinginan. Alih-alih bekerja dengan aturan yang sehat, ia terjebak dengan pekerjaan merawat anjing liar di shelter.

Permasalahannya, shelter ini hanya memasang image palsu di mata donatur, mereka tidak benar-benar merawat anjing liar sesuai yang mereka infokan di sosial media. Penelantaran dan treatment asal-asalan menjadi makanan sehari-hari anabul tidak bersalah tersebut.

Namcha tidak tahan. Ia jengah, terlebih setelah menemukan Gohan, ia merasa pekerjaan ini mengancam nilai moralnya sebagai manusia sekaligus melukai prinsip dirinya yang ingin bekerja selumrahnya manusia-manusia di luar sana.

Menurut saya ini bagian cerita yang paling berat sekaligus mengharu biru, apalagi usia Gohan ada di usia anjing dewasa ya. Jadi melihat dia yang harusnya prima, sehat, berlari kesana kemari, harus menderita di bawah tekanan pemilik baru tidak bertanggung jawab menumbuhkan iba. Semakin sedih menyaksikan Namcha mengusahakan kebebasan Gohan meskipun taruhannya kebebasan dirinya sendiri.

3. Merekatkan hubungan meski tidak kembali utuh

Sepasang kekasih yang bernama Pele dan Jaidee bertemu di kala mereka SMA. Di sini kondisi Gohan juga sudah mengenaskan, sudah lumayan berumur dan kondisi kesehatannya memburuk. Jaidee sebenarnya di awal sudah mengusulkan untuk mereka berdua bahu membahu merawat Gohan bersama, namun Pele keburu enggan.

Jadilah mereka sepakat untuk “mengasuh” Gohan di stasiun kereta.

Hubungan Pele dan Jaidee pun berlanjut di bangku kuliah, sayang pada stage ini keduanya memutuskan berpisah sebab perbedaan prinsip. Di sini Pele yang berusaha memperbaiki hubungan pun terketuk hatinya untuk membawa Gohan ke rumah kosnya, merawatnya secara langsung. Jaidee yang sedari awal memiliki hati lembut pun ikut luruh dan menyempatkan diri hidup berdampingan dengan Pele demi merawat Gohan di masa tuanya.

Hari demi hari dilalui, keinginan yang mulanya terbangun kuat untuk kembali pun harus ditelan karena kenyataan yang memang tidak berpihak.

Gohan menjadi medium bagi mereka berdua untuk menemukan closure yang sulit mereka katakan secara langsung.

Dari banyaknya part favorit saya, bagian kisah Namcha dan Gohan adalah salah satu highlight penting sepanjang film. Bagaimana jika usaha penyelamatan hewan yang dipercaya oleh orang-orang ternyata hanya menggunakan shelter tersebut sebagai tameng untuk mengeruk uang sebanyak-banyaknya. Maksud baik dari warga di internet menitipkan sebagian rezeki agar hewan-hewan tersebut dapat hidup layak, malah lari ke pemilik shelter yang egois. Para penonton diajak untuk tidak tutup mata dari kasus seperti ini terlebih yang memang tidak familiar atau tidak memelihara anak-anak berbulu lucu seperti Gohan.

Benang merah yang dapat ditarik dari 3 kisah pemilik Gohan yang berbeda-beda adalah cinta dan kasih yang begitu besar untuk saling diberi antara pemilik dan hewan peliharaannya. Bagaimana tiap pengorbanan dan kasih sayang yang diberikan kepada Gohan tidak pergi menguap begitu saja, namun juga menumbuhkan perasaan cinta di setiap pemilik yang pernah singgah di hidup Gohan.


메타데이터
post_id
76c4ae2f2e53
slug
review-film-gohan-2026-76c4ae2f2e53
url
https://medium.com/@nontonsukasuka/review-film-gohan-2026-76c4ae2f2e53
canonical_url
https://medium.com/@nontonsukasuka/review-film-gohan-2026-76c4ae2f2e53
author_url
https://medium.com/@nontonsukasuka
status
ok
fetched_at
2026-08-08 07:39:53