← Back to list

Rezim Fasis

“Ketika anda hidup didunia yang penuh ketidakadilan, anda harus menjadi seorang pembangkang” — Nawal As-Sa’adawi

dssn · 2025-11-19 10:29 · 2 claps · 2.9 min read
#indonesia #fasism
Open on Medium ↗

Rezim Fasis

“Ketika anda hidup didunia yang penuh ketidakadilan, anda harus menjadi seorang pembangkang” — Nawal As-Sa’adawi

Kabinet GEMUK

Kabinet GEMUK

Saat diberi kesempatan untuk merubah nasib, jangan lupa untuk selalu membakar kesempatan itu, sebab kesempatan adalah momen,titik atau waktu tertentu yang kalau tanpanya seolah-olah semuanya berakhir. Sama halnya dengan pesta oligarki, yang dirayakan oleh banyak orang, sungguh lebih gila lagi kita meletakkan harapan dan kesempatan pada orang-orang tertentu untuk merubah nasib. Padahal nasib buruk hari ini adalah hasil perundingan yang dibuat oleh mereka. . Kita diberitahu kalau tanpa mereka demokrasi tak jalan, dan warga negara yang baik adalah yang selalu mendukung setiap kebijakan, kalaupun ada kesalahan kritiklah dengan membangun, sesuai prosedur dan tidak berlebihan. Kata-kata yang tak lebih dari kotoran ayam yang sekali injak tak ada yang mau menapakkan kakinya. Sangat menjijikkan. . Setidaknya keburukan itu masih bisa ditertawakan, sebab kebodohannya dibungkus dengan bahasa yang sopan ditelinga agar lebih renyah untuk dikonsumsi. Dan sekarang, aku sebenarnya banyak berkomentar dimedia soal rezim fasis yang mau mengurusi segalanya ini, tapi alih-alih mau memberitahu bahwa presiden Prabowo salah dalam kebijakan, secara tersirat aku ingin sekali memberitahu, memang seharusnya untuk berhenti percaya pada watak kebodohan yang dipertontonkan secara telanjang. Bukan karena memalukan, kalaupun memalukan bagiku tak ada yang baru, sebab Jokowi pun sama wataknya. . Prabowo adalah rezim fasis, itulah yang menakutkan untuk kita yang masih menjemur harapan dibawah terik kekuasaannya. Setahun lebih kepemimpinannya, ditiap bulan tak ayal rasanya seperti core funny videos yang dirayakan setiap akhir tahun mengingat momen lucu disetiap bulan. Bedanya, yang ia perlihatkan adalah pidato kosong dan watak keras kepala, sementara menteri-menterinya sibuk menjilat dan menelan ludah sendiri. Tiap bulan ada gebrakannya yang tidak lucu, dan sungguh ironi. . Mungkin kau berpikir, Presiden punya potensi menyelamatkan negara dalam ketulian DPR dalam melibatkan masyarakat, tapi aku tidak ingin menertawankanmu sebab aku ingin menambah kawan untuk tau kerusakan negara ini, yang ingin kukatakan "Tidak kawan, lupakan semua hal yang pernah kau pelajari disekolahmu" . Dibawah rezim militerisme, komando adalah aturan, dan setiap tutur seolah-olah adalah wahyu yang harus ditegakkan. Ingat, kabinet merah putih isinya adalah orang-orang yang bahu membahu mengangkatnya menjadi presiden, sudah waktunya membalas budi. . Lalu DPR? jangan lupa tidak ada partai yang bisa kau harapkan saat ini, semuanya diakuisisi kedalam pemerintahan gemuk. Presiden adalah ketua umum partai pemenang,lalu Menteri, dan DPR didominasi oleh kader partai, sedangkan kulturnya adalah komando, lalu apa perlu diperjelas kenapa trias politika adalah kekonyolan?. . UU TNI dan yang terbaru RKUHAP, disahkan oleh mereka dengan proses yang cacat. Apa kau belum gelisah? Baik, kita perlu tahu dikekuasaan tertinggi watak culas dipertontonkan secara telanjang, lalu apa yang membuat kita yakin kalau hal itu tidak terjadi pada struktur dibawahnya?. Maksudku, kerusakannya sangat sistemik dan upaya untuk mengawasi terus berkurang, entah melalui mekanisme formal dimana pelemahan terhadap lembaga pengawas terjadi ataupun peraturan yang melegalkan represifitas terhadap mereka yang turun ke jalan. . Apa yang mau dilakukan? Demonstrasi dan cara-cara yang lebih moderat dan taktis? Bisa, tapi ingat, rezim ini memperkuat legitimasi kekuasaan melalui otak dan otot politik, aturan dipelintir agar mau mengikuti otak culas kekuasaan, dan otot politik mereka—Tentara dan Polisi— diperbanyak. . Inilah masalah terbesarnya dan bagiku menjadi alasan kenapa kita tak juga meruntuhkan negara busuk ini. Memandang jabatan sebagai keistimewaan dan bukan sebuah beban dari tanggung jawab besar adalah logika yang tertanam dibanyak pejabat. Akibatnya, tujuan awal dari masa jabatan adalah mengembalikan ongkos dan menciptakan surplus dengan rekayasa dibawah meja. . Lalu, karna orientasinya bukan semata-mata untuk keadilan, banyak aturan yang dibuat atas dasar kepentingan. Bukankah perampasan lahan masyarakat adat terus berlangsung, untuk kepentingan korporasi yang menjadi kroni mereka. Bahkan lebih gila lagi, sebagian pengkhianat rakyat adalah pengusaha yang otomatis punya legitimasi membuka kran untuk dirinya sendiri. . Memang kenyataannya tidak ada yang benar-benar mewakili kita, selain itu ruang hidup kita akan terus menerus mengecil, baik dari materi—kepemilikan tanah; ruang belajar;ruang aksi— ataupun sekedar pikiran—penghapusan sejarah;pemutihan dosa pelaku kejahatan HAM. . Berhenti untuk percaya sepenuhnya, itu bisa jadi membuat kita tidak gelisah apakah yang mereka lakukan bebas dari kepentingan atau tidak; atau teruslah belajar, dan melambatlah pada setiap proses dimana dirimu secara terpaksa akan bertemu pada setiap event yang beririsan dengan mereka. Kau tak perlu meninggalkan semuanya, rebut apapun yang bisa jadi alat untukmu mengingat : Keadilan dari rezim fasis tidak akan pernah ada, tidak akan pernah!.


메타데이터
post_id
76cbc74e04a5
slug
rezim-fasis-76cbc74e04a5
url
https://medium.com/@sultannurdin0305/rezim-fasis-76cbc74e04a5
canonical_url
https://medium.com/@sultannurdin0305/rezim-fasis-76cbc74e04a5
author_url
https://medium.com/@sultannurdin0305
status
ok
fetched_at
2026-07-15 06:19:17