← Back to list

Lagu Minang “Sayang Tak Sudah”

Minangkabau sebagai salah satu suku bangsa terpopuler di Indonesia tentulah memiliki segudang khazanah budaya yang teramat mahal harganya…

Gumarang · 2025-01-03 22:01 · 0 claps · 2.3 min read
#folk-song #minang #minangkabau
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🎵 · Music & Audio

Lagu Minang “Sayang Tak Sudah”

Minangkabau sebagai salah satu suku bangsa terpopuler di Indonesia tentulah memiliki segudang khazanah budaya yang teramat mahal harganya. Sedari dulu, telah banyak para tokoh besar yang dilahirkan dari rahim bundo kanduang (bunda kandung), mulai dari politisi, negarawan, ilmuwan, hingga seniman.

Tersebutlah salah satu seniman legendaris asal Minangkabau, yaitu Anas Yusuf. Seorang putra Indonesia yang pernah menjadi penyanyi opera bersuara tenor selama puluhan tahun. Hebatnya lagi, beliau diakui sebagai insan Indonesia terlama yang berkarir sebagai penyanyi opera di luar negeri.

[embed]Insan Indonesia Terlama yang Berkarir sebagai Penyanyi Opera di Luar Negeri Anas Joesoef adalah salah satu pendiri Orkes Gumuri.org

Awalnya, Anas Yusuf merupakan salah satu anggota dari orkes Gumarang, yaitu suatu kelompok musik lagu Minang yang sangat populer di kancah nasional pada tahun 1950-an hingga 1970-an. Selain penyanyi, Anas Yusuf juga seorang pencipta lagu di dalam orkes tersebut. Hingga orkes tersebut bubar, beberapa hasil karyanya berhasil dirilis dalam album-album keluaran orkes Gumarang.

Salah satu lagu gubahannya yang paling terkenal adalah “Sayang Tak Sudah”. Tak hanya orkes Gumarang, lagu ini telah dinyanyikan ulang oleh penyanyi-penyanyi legendaris lainnya, seperti Tiar Ramon, Elly Kasim, dan Zalmon. Selain itu, Sayang Tak Sudah juga dinyanyikan oleh musisi zaman baru, seperti Ratu Sikumbang, Thalia Cotto, Ovhi Firsty, dan Jessya Fortuna. Hal ini tak lepas akibat nadanya yang unik dan melankolis, sehingga sangat cocok di telinga penikmat musik Minangkabau.

Sejauh yang saya ketahui, Anas Yusuf menyanyikan lagu Sayang Tak Sudah dalam salah satu album rilisan orkes Gumarang. Berdasarkan sampul albumnya, orkes telah dipimpin oleh pemimpin ketiganya, yaitu Asbon Madjid. Sementara itu, Asbon Madjid menggantikan Alidir sebagai pemimpin orkes pada 1955. Jadi, dapat disimpulkan bahwa album tersebut dikeluarkan antara 1955–1960, karena pada 1960, Anas Yusuf berangkat ke Jerman untuk mengikuti program beasiswa sekolah seni.

Berikut adalah tautan lagu aslinya, yang direkam di dalam piringan hitam. https://www.youtube.com/watch?v=XzKiDOstO_o

Bagi saya, Sayang Tak Sudah adalah salah satu lagu Minang terbaik yang pernah saya dengar. Mungkin karena juga sedikit relate dengan kisah pribadi saya, hehehe.

Hmm hmm, Taluak Bayua ikannyo jinak Baok mamapeh, baok mamapeh hai dari sampan Ayam sikua, ayam sikua musang kok banyak Raso ka lapeh, raso ka lapeh hai dari tangan

Hmm hmm, rang Parik Putuih ka Lapau Randah Mambaok balam, mambaok balam kalam sarangnyo Kasih putuih, kasih putuih sayang tak sudah Lauik nan dalam, lauik nan dalam nan dihadangnyo

Bait pertama dalam lagu ini menceritakan tentang rasa cemas karena seseorang yang kita cintai juga diincar oleh orang lain. Hal ini tergambar dari bagian isinya, yaitu ayam sikua musangnyo banyak, artinya “ayam seekor musangnya banyak”. Bagian ini dilanjutkan dengan konfirmasi rasa khawatir kita, yaitu raso ka lapeh dari tangan, artinya “rasanya mau lepas dari tangan”. Dengan begitu, bait ini menggambarkan kecemasan kita saat menghadapi saat-saat genting dalam suatu hubungan asmara.

Ungkapan “ayam sikua musangnyo banyak” pernah membuat hati saya cukup tersentak dari lamunan dan impian selama ini. Bagaimana tidak, andai kata sudah saya dapatkan berlian itu, saya masih akan tetap waswas, kononlah pula jika belum. Sangat tergambar melalui “raso ka lapeh dari tangan”.

Kalimat isi dari bait kedua lebih membuat saya terhenyak lagi. Kasiah putuih sayang tak sudah, atau “kasih putus, sayang belum selesai”, dilanjutkan dengan lauik nan dalam nan dihadangnyo, yang berarti “laut yang dalam yang diadangnya”. Saya menafsirkan bait ini sebagai bentuk kesedihan dan kesusahan si penyanyi. Walaupun hubungan telah selesai, tetapi rasa sayang masih tetap melekat di dalam diri empunya, sehingga dia melihatnya seperti sedang mengadang samudra yang berbahaya.

Kesimpulannya, lagu “Sayang Tak Sudah” ciptaan Anas Yusuf ini memiliki dua peristiwa penting. Pertama, saat kita mulai merasakan kecemasan akan kepergian kekasih kita. Kedua, saat bencana itu akhirnya terjadi, sehingga kita seolah-olah sedang melawan lautan luas, karena rasa sayang yang masih tersimpan walau tali kasih sudah tidak berbilai lagi.


메타데이터
post_id
76cde75edfbb
slug
lagu-minang-sayang-tak-sudah-76cde75edfbb
url
https://medium.com/@sigumarang/lagu-minang-sayang-tak-sudah-76cde75edfbb
canonical_url
https://medium.com/@sigumarang/lagu-minang-sayang-tak-sudah-76cde75edfbb
author_url
https://medium.com/@sigumarang
status
ok
fetched_at
2026-07-21 10:55:13