One More Hug
One More Hug

Aku tidak pernah benar-benar membenci bandara.
Aku suka lampu-lampunya yang terang bahkan dini hari. Suka suara koper yang beradu dengan lantai. Suka layar keberangkatan yang sibuk berganti kota demi kota. Suka bagaimana semua orang terlihat punya tujuan.
Tapi sejak mencintaimu dari jarak jauh, bandara berubah menjadi tempat yang selalu membuat dadaku sesak.
Karena di sana, pelukan harus dilepaskan. Karena di sana, tangan yang tadinya erat perlahan menjauh. Karena di sana, aku belajar kalau “hati-hati di jalan” bisa terasa lebih menyakitkan daripada perpisahan itu sendiri.
Aku benci detik ketika panggilan boarding terdengar. Benci melihatmu mulai menggenggam tiket lebih erat daripada tanganku. Benci harus berpura-pura kuat sambil bilang, “udah sana nanti ketinggalan,” padahal isi kepalaku hanya ingin memintamu tetap tinggal.
Dan yang paling aku benci, aku selalu menangis setelahnya.
Entah di parkiran bandara. Di kursi tunggu. Di perjalanan pulang sambil melihat chat terakhir darimu yang cuma bilang, “aku udah masuk pesawat ya, sayang.”
Lucunya, bandara selalu dipenuhi orang-orang yang datang dan pergi. Tapi tidak ada yang benar-benar tahu seberapa hancur rasanya ditinggal seseorang yang paling ingin kita peluk lebih lama.
Aku belajar bagaimana menunggu kedatangan seseorang bisa terasa seperti kebahagiaan terbesar, lalu berubah menjadi kesedihan paling sunyi ketika waktunya pulang tiba.
Dan setiap kali itu terjadi, aku selalu berharap waktu bisa berhenti tepat sebelum kamu masuk ke ruang keberangkatan.
Karena kalau mencintaimu berarti harus terbiasa dengan bandara dan perpisahan, maka mungkin aku akan selamanya membenci tempat itu.
Atas namamu, aku jadi terbiasa menghitung mundur hari pertemuan dan menghitung luka setelah perpisahan.
Sebab setelah itu, aku hanya bisa menatap langit dan berharap waktu mempercepat pertemuan berikutnya.
메타데이터
- post_id
- 79deffa4cdca
- slug
- one-more-hug-79deffa4cdca
- url
- https://medium.com/@silentprologuee/one-more-hug-79deffa4cdca
- canonical_url
- https://medium.com/@silentprologuee/one-more-hug-79deffa4cdca
- author_url
- https://medium.com/@silentprologuee
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-11 22:20:54