← Back to list

Kelompok Musik dan Isu Sosial-Politik

Ada yang unik dari sidang umum PBB yang digelar pekan ini, yaitu kehadiran BTS di tengah-tengah pertemuan internasional yang paling banyak…

Lucky Kardanardi in The Bridge · 2021-09-27 03:10 · 0 claps · 2.3 min read
#gojira #bts #superman-is-dead #music #international-relations
Open on Medium ↗
Wiki topics: CUL · Culture & Media 🎵 · Music & Audio

Kelompok Musik dan Isu Sosial-Politik

Photo by : Clem Onojeghuo

Photo by : Clem Onojeghuo

Ada yang unik dari sidang umum PBB yang digelar pekan ini, yaitu kehadiran BTS di tengah-tengah pertemuan internasional yang paling banyak melibatkan pemimpin negara-negara di dunia tersebut. Isu yang disuarakan oleh BTS antara lain adalah mempromosikan pembangunan berkelanjutan serta mengutarakan kesedihannya karena membatalkan turnya. BTS juga mengajak generasi muda untuk mengutarakan pendapatnya tentang hidupnya di masa pandemi yang membuat mereka diberi nama Covid lost generation.

BTS members V, Suga, Jin, RM, Jungkook, Jimin and JHope (L-R) spoke on Monday at the UN General Assembly’s 76th session in New York City. John Angelillo — Pool/Getty Images

BTS members V, Suga, Jin, RM, Jungkook, Jimin and JHope (L-R) spoke on Monday at the UN General Assembly’s 76th session in New York City. John Angelillo — Pool/Getty Images

Walaupun pada faktanya BTS merupakan kelompok musik pertama yang berbicara di Majelis Umum PBB, kampanye gerakan sosial-politik hingga aktivisme sudah sering dilakukan oleh kelompok musik seantero dunia, khususnya di akar rumput.

Bulan Maret lalu, Gojira, kelompok musik asal Pracis merilis single tentang kerusakan hutan Amazon yang berjudul Amazonia. Selanjutnya mereka mengajak penggemarnya dan beberapa musisi seperti Nergal, Kirk Hammet, hingga Slash untuk melakukan lelang alat musik dan donasi yang terkumpul sebanyak 320.000 Dollar AS pada bulan Juli. Selanjutnya, uang tersebut disalurkan ke APIB sebagai lembaga yang aktif mengadvokasi hak dan kelangsungan hidup suku pedalaman Amazon.

Di Indonesia, terdapat grup musik Superman is Dead (SID) yang kerap membuat lagu bertemakan Patriotisme. Para personel-nya, terutama JRX telah lama melakukan menyuarakan penolakan reklamasi Tanjung Benoa yang dianggap merusak lingkungan di sekitarnya.

Musik menjadi medium alternatif untuk menyuarakan isu sosial karena pendekatannya dinilai lebih atraktif dan bisa menjangkau banyak orang, alasannya, karena hampir semua orang suka musik. Apalagi BTS yang saat ini merupakan salah satu kelompok musik yang memiliki paling banyak penggemar di dunia. Selain itu musik juga menjadi medium yang pas untuk membuat suatu menjadi inklusif, salah satunya adalah pembangunan berkelanjutan yang sebelumnya hanya menjadi topik akademisi, aktivis, dan pembuat kebijakan.

Di sisi lain, kampanye sosial-politik dan aktivisme lewat musik bukanlah hal yang tanpa kritik, beberapa orang menilai gerakan tersebut pada beberapa musisi hanyalah mencari pujian yang kemudian membuat diri mereka menjadi figur publik, selanjutnya mereka akan mendapatkan peningkatan popularitas. Hal tersebut dapat menjadi modal politik untuk para musisi yang menyuarakan isu sosial-politik di lagu mereka maupun aktivitas di luar panggung.

Tentunya tidak adil apabila kita menuduh apa yang dilakukan BTS, Gojira, dan SID hanyalah mencari pujian. Toh apabila demikian, setidaknya mereka telah membantu menyadarkan beberapa isu penting pada penggemar mereka. Terlebih, mereka juga melakukan beberapa aksi nyata di lapangan.

Selain dituding mencari pujian, penyampaian pesan sosial melalui musik bukanlah hal yang sistemik, sehingga dampaknya tidak begitu besar walaupun tetap pantas mendapat apresiasi. Namun, pada kasus BTS patut diistimewakan mengingat mereka mendapat “panggung” di sidang Majelis Umum PBB. Selain berbicara pada penggemarnya, BTS berbicara di depan para pemimpin dunia yang mana merupakan pembentuk sistem, kelompok orang yang paling bisa membuat perubahan secara sistemik.

Apabila tren penyampaian pesan lewat kelompok musik berlanjut, mungkin akan ada sedikit perubahan di PBB. Pemimpin dunia barang kali sering merasa jenuh saat mendengar laporan di seluruh negara yang problematik. Kelompok musik barang kali memberi angin segar dengan cara penyampaian yang lebih menarik. Walaupun pada akhirnya tidak mempan pada pemimpin dunia, tapi paling tidak awareness masyarakat akan isu internasional akan meningkat, terutama isu seputar PBB.

Kalau menurutmu, gimana jadinya tatanan dunia kalau penyampai pesannya adalah kelompok musik ?


메타데이터
post_id
7a0aa3bd97c2
slug
kelompok-musik-dan-isu-sosial-politik-7a0aa3bd97c2
url
https://medium.com/the-bridge-idn/kelompok-musik-dan-isu-sosial-politik-7a0aa3bd97c2
canonical_url
https://medium.com/the-bridge-idn/kelompok-musik-dan-isu-sosial-politik-7a0aa3bd97c2
author_url
https://medium.com/@4lucky
status
ok
fetched_at
2026-07-21 11:45:55