← Back to list

Ulasan Film The Swordsman (2020)

Gak cuma jago pakai tangan kosong, pedang-pedangan pun Joe Taslim juga jago banget kok ~~

Alif Mauludi in Zinema ID · 2021-08-03 04:04 · 0 claps · 2.1 min read
#review #joe-taslim #korea #words #kingdom
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🎬 · Film & Television 🎵 · Music & Audio

Ulasan Film The Swordsman (2020)

Debut Joe Taslim di film Korea adalah salah satu alasan kenapa penulis menonton film ini. Nyatanya penampilannya memang luar biasa. Di film ini Joe Taslim menjadi seorang antagonis yang benar-benar dingin. The Swordsman sendiri juga merupakan karya debutan seorang sutradara bernama Jae-Hoon Choi. Filmnya bercerita tentang drama kolosal. Ada banyak istilah-istilah dalam sistem kerajaan Korea yang tidak penulis pahami dari film ini. Intinya bercerita tentang seorang pengawal kerajaan yang pada masa lalu berjuang membela raja di saat terjadi sebuah pengkhianatan atau pemberontakan. Selama beberapa tahun ia bersembunyi dan membesarkan putri raja yang ia bawa pada saat pemberontakan. Di film ini, kisahnya dimulai lagi saat si putri meminta untuk turun gunung dengan maksud mencarikan obat untuk mata si pengawal tersebut. Ternyata ada banyak masalah yang terjadi dengan melibatkan musuh baru yang ujung-ujungnya membuat si putri tertahan sehingga si pengawal harus menyelamatkannya.

Hal yang penulis suka dan membuat penulis tertarik menonton film ini selain kehadiran Joe Taslim adalah sesuai judulnya, yaitu pedang. Selama ini pedang identik dengan samurai yang mana berhubungan dengan ksatria di film-film Jepang tentunya. Memang penulis pernah menonton pertunjukan action menggunakan pedang di film kolosal Korea, tetapi itu bukan pertarungan melawan manusia melainkan zombie. Mungkin sudah ada yang tahu maksud penulis, yakni apalagi kalau bukan serial Kingdom. Nah karena penulis datang dengan ketertarikan terhadap pedang tentunya penulis ingin menyaksikan pertarungan pedang yang keren. Nyatanya pada beberapa aksi, koreografi dan sinematografinya bisa dibilang bagus. Khususnya ada satu adegan favorit penulis yaitu ketika si pengawal ini bisa bertarung dengan anak buah dari karakter Joe Taslim hanya dengan sebuah tongkat saja. Lalu penulis juga suka pada audionya ketika adegan pedang beradu, yang mana suaranya benar-benar terdengar begitu dekat dan bikin ngeri. Tetapi sangat disayangkan untuk efek-efek pertarungan seperti darah tidak menggunakan efek praktikal, melainkan lebih memilih untuk menggunakan bantuan efek visual yang mana justru membuat tidak meyakinkan atau kurang sempurna karena efek visual di sini kurang rapi. Mungkin kalau adegannya di malam hari akan terlihat lebih mendingan. Selain darah, ada juga kobaran api yang efek visualnya sangat ketahuan.

Sebenarnya ada satu lagi yang menurut penulis cukup mengganggu. Yaitu beberapa adegan terlihat loncat-loncat. Seperti di satu adegan ada karakter yang berada di sebuah setting waktu, kemudian tanpa ada bridging tiba-tiba ada di sebuah setting waktu yang tidak penulis pahami. Selain setting waktu, ada pula adegan seorang karakter ada di sebuah momen atau ada di sebuah tempat, tiba-tiba berpindah begitu saja dan tidak penulis pahami juga kenapa bisa tiba-tiba ada di situ. Entah karena di cut oleh sensor atau emang filmnya kaya gitu, atau malah penulis sendiri yang memang kurang fokus. Terus ada juga adegan seperti ketika si karakter utama yaitu si pengawal tadi habis bertarung dengan banyak pasukan anak buah karakter Joe Taslim secara keroyokan, itu tidak dijelaskan juga kenapa dari yang awalnya si pengawal pingsan karena sudah mendapat tusukan tiba-tiba ada di suatu tempat dan dia telah mendapatkan perawatan yang cukup.


메타데이터
post_id
7a486b9b4ea4
slug
ulasan-film-the-swordsman-2020-7a486b9b4ea4
url
https://medium.com/zinema-id/ulasan-film-the-swordsman-2020-7a486b9b4ea4
canonical_url
https://medium.com/zinema-id/ulasan-film-the-swordsman-2020-7a486b9b4ea4
author_url
https://medium.com/@alifmldid
status
ok
fetched_at
2026-08-02 07:54:57