← Back to list

Belajar Komunikasi di Era Digital: Alasan KPI Semakin Dibutuhkan

Nabila Salsa Fadila — Mahasiswa KPI Universitas Tazkia

Nabila Salsa Fadila · 2026-05-22 16:16 · 0 claps · 4.4 min read
#kpi #kuliah #universitastazkia #mpb #era-digital
Open on Medium ↗

Belajar Komunikasi di Era Digital: Alasan KPI Semakin Dibutuhkan

https://pinterest.it/3MGneTFGC

https://pinterest.it/3MGneTFGC

Nabila Salsa Fadila — Mahasiswa KPI Universitas Tazkia

Di era media sosial seperti sekarang, menurut saya kemampuan komunikasi menjadi salah satu skill yang paling penting untuk dimiliki generasi muda. Hampir semua aktivitas sekarang berkaitan dengan komunikasi dan media. Mulai dari membuat konten, berbicara di depan umum, membangun relasi, sampai menyampaikan ide di dunia kerja, semuanya membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik.

Menariknya, saat ini banyak orang berlomba-lomba menjadi content creator, influencer, podcaster, atau public speaker. Namun, tidak semua orang memahami bagaimana cara menyampaikan pesan yang baik dan bermakna. Banyak konten viral yang sebenarnya ramai ditonton, tetapi tidak memberikan dampak positif bagi orang lain. Di sisi lain, ada juga orang-orang yang sebenarnya memiliki ide bagus, tetapi kesulitan menyampaikannya karena tidak percaya diri atau tidak memiliki kemampuan komunikasi yang cukup.

Hal ini membuat saya sadar bahwa komunikasi ternyata bukan hanya soal berbicara. Komunikasi adalah tentang bagaimana seseorang bisa menyampaikan pesan dengan baik, memengaruhi orang lain secara positif, dan membangun hubungan yang sehat melalui media maupun secara langsung. Karena itu, menurut saya Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) menjadi salah satu jurusan yang sangat relevan dengan perkembangan zaman saat ini. Sayangnya, masih banyak orang yang memiliki pandangan bahwa KPI hanya berkaitan dengan ceramah atau dakwah di mimbar. Padahal kenyataannya, KPI memiliki ruang belajar yang jauh lebih luas dan dekat dengan dunia anak muda sekarang.

Di dalam prodi KPI, mahasiswa tidak hanya belajar teori komunikasi, tetapi juga belajar bagaimana media bekerja di era digital. Mahasiswa belajar public speaking, broadcasting, jurnalistik, content creation, fotografi, videografi, public relation, hingga media digital. Hal inilah yang membuat saya melihat bahwa KPI bukan hanya jurusan yang “islami”, tetapi juga jurusan yang modern dan relevan.

Dalam buku Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi, Rulli Nasrullah menjelaskan bahwa media sosial telah mengubah pola komunikasi masyarakat menjadi lebih cepat dan interaktif. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi digital menjadi kebutuhan penting di era sekarang.

Menurut saya, hal yang paling menarik dari KPI adalah proses belajarnya yang tidak monoton. Mahasiswa tidak hanya duduk mendengarkan dosen menjelaskan teori di kelas, tetapi juga banyak praktik secara langsung. Mulai dari membuat video, podcast, liputan acara, menjadi MC, penyiar, moderator, hingga mengelola media sosial. Pengalaman seperti itu membuat proses belajar terasa lebih hidup dan tidak membosankan. Mahasiswa juga jadi lebih terbiasa bekerja dalam tim, berpikir kreatif, dan belajar menghadapi banyak orang.

Di era sekarang, kemampuan seperti public speaking dan content creation menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan. Banyak perusahaan mencari orang yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga mampu berkomunikasi dengan baik dan memahami media digital.

Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller dalam buku Marketing Management, komunikasi memiliki peran penting dalam membangun hubungan dengan audiens. Hal tersebut menurut saya sangat relevan dengan dunia KPI, karena mahasiswa belajar bagaimana menyampaikan pesan yang mampu membangun pengaruh positif di masyarakat. Selain itu, KPI juga menjadi tempat yang cocok bagi anak muda yang suka berbicara, suka membuat konten, aktif di organisasi, atau tertarik dengan dunia media. Banyak mahasiswa KPI yang akhirnya berkembang menjadi MC, host podcast, presenter, content creator, social media specialist, hingga public relation.

Menurut saya, salah satu hal yang membuat KPI berbeda dari jurusan komunikasi lainnya adalah adanya nilai Islam yang tetap menjadi fondasi dalam setiap pembelajaran. Di tengah media sosial yang sering dipenuhi konten negatif, KPI justru mengajarkan bagaimana media dapat digunakan untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan.

Dalam Jurnal Komunikasi Islam, dijelaskan bahwa komunikasi Islam tidak hanya berfokus pada penyampaian pesan, tetapi juga memperhatikan nilai moral dan dampak sosial dari pesan tersebut. Kutipan ini membuat saya semakin sadar bahwa komunikasi yang baik bukan hanya soal viral atau ramai ditonton, tetapi juga soal manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain. Saat ini, menurut saya masyarakat sebenarnya membutuhkan lebih banyak komunikator yang mampu membawa energi positif melalui media. Dunia digital terlalu penuh dengan informasi, tetapi tidak semuanya memberikan dampak baik. Karena itu, keberadaan mahasiswa KPI menjadi penting untuk menghadirkan komunikasi yang lebih sehat, edukatif, dan bermakna.

Hal lain yang menurut saya menarik adalah bagaimana mahasiswa KPI dibentuk menjadi pribadi yang lebih percaya diri. Tidak sedikit orang yang awalnya takut berbicara di depan umum, tetapi perlahan menjadi lebih berani setelah belajar dan praktik di KPI. Selain belajar soal media dan komunikasi, mahasiswa KPI juga belajar tentang bagaimana membangun empati dalam berkomunikasi. Menurut saya, hal ini penting karena komunikasi bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga tentang memahami orang lain.

Di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat, dunia kerja juga ikut berubah. Banyak pekerjaan baru bermunculan karena perkembangan media digital. Profesi seperti content creator, social media strategist, digital marketer, broadcaster, hingga public relation kini semakin dibutuhkan. Karena itu, menurut saya KPI memiliki peluang karier yang cukup luas. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi dai atau pembicara agama, tetapi juga dipersiapkan untuk mampu bersaing di industri media dan komunikasi modern.

Pada akhirnya, menurut saya komunikasi bukan hanya soal berbicara agar didengar banyak orang. Komunikasi adalah tentang bagaimana seseorang mampu menyampaikan pesan yang bisa dipahami, diterima, dan membawa dampak baik. Bagi anak muda yang tertarik dengan dunia media, public speaking, content creation, broadcasting, atau komunikasi digital tetapi tetap ingin memiliki nilai-nilai Islam dalam proses belajarnya, KPI bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat. Karena mungkin, di tengah dunia yang semakin ramai oleh konten dan informasi, kita sebenarnya tidak hanya membutuhkan orang yang bisa berbicara, tetapi juga orang yang mampu menyampaikan pesan dengan makna.

REFERENSI

Azizah, I. (2025). Strategi Dakwah Digital. J-KIs: Jurnal Komunikasi Islam, 6(1), 223–238.

Bashori, A. H., & Jalaluddin, M. (2021). Dakwah Islamiyah di Era Milenial. Syiar: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 1(2), 89–102.

Yunita, M. (2024). Transformasi Konten Media Sosial sebagai Strategi Komunikasi Pemasaran dalam Bingkai Dakwah. Jurnal Syiar-Syiar, 4(1), 58–69.

Fabriar, S. R., Fitri, A. N., & Fathoni, A. (2022). Podcast: Alternatif Media Dakwah Era Digital. An-Nida: Jurnal Komunikasi Islam, 14(1), 1–6.

Mubarok, A. R., & Sunarto, S. (2024). Moderasi Beragama di Era Digital: Tantangan dan Peluang. Journal of Islamic Communication Studies (JICoS), 2(1), 1–11.

Nasrullah, Rulli. Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2015.

Gunelius, Susan. Content Marketing for Dummies. Wiley Publishing, 2011.

DAFTARKAN DIRIMU SEKARANG!!! @tazkiaofficial


메타데이터
post_id
7a67ebfa6344
slug
belajar-komunikasi-di-era-digital-alasan-kpi-semakin-dibutuhkan-7a67ebfa6344
url
https://medium.com/@2510409059.nabila/belajar-komunikasi-di-era-digital-alasan-kpi-semakin-dibutuhkan-7a67ebfa6344
canonical_url
https://medium.com/@2510409059.nabila/belajar-komunikasi-di-era-digital-alasan-kpi-semakin-dibutuhkan-7a67ebfa6344
author_url
https://medium.com/@2510409059.nabila
status
ok
fetched_at
2026-06-12 07:40:50