Mi Ayam Indomie
#92: Warung mi ayam favorit warga Prambanan, Klaten.
Mi Ayam Indomie
92: Warung mi ayam favorit warga Prambanan, Klaten.
Foto oleh Bimo Agmi di Unsplash
Sebagai warga Sleman bagian timur, jika ingin kulineran saya terkadang melipir ke provinsi tetangga, yakni Jawa Tengah. Tidak melulu pergi ke Kota Klaten, terkadang saya cukup pergi ke daerah yang dekat-dekat saja dari rumah, seperti Kecamatan Prambanan, misalnya. Sebagai informasi, Prambanan adalah kecamatan yang bisa Anda temukan di D.I.Y dan Jawa Tengah. Di D.I.Y ada Kapanewon Prambanan yang wilayah administratifnya terletak di Sleman sedangkan Jawa Tengah ada Kecamatan Prambanan sebagai salah satu kecamatan yang ada di Klaten.
Jarak rumah saya ke Prambanan, Klaten hanya ditempuh selama lima menit. Jadi, jika butuh sesuatu terkadang saya harus pergi ke sana. Termasuk jika saya ingin kulineran. Di sana, cukup banyak orang berjualan sehingga pilihan kulinernya lebih variatif daripada di tempat saya tinggal.
Di Prambanan, Klaten ada satu tempat kuliner andalan saya yang konsisten berjualan sejak zaman saya SMA. Tempat itu menjual mi ayam yang beda dari kebanyakan warung mi ayam lainnya. Nama warungnya adalah Mie Ayam Special “Pak Ban”. Yang spesial di warung ini, selain dapat memesan mi ayam, Anda juga bisa mencicipi mi ayam Indomie. Seporsi mi ayam Indomie disajikan dengan lapisan atas (topping) semur ayam yang menyumbang rasa gurih khas mi ayam sehingga memiliki perpaduan citarasa antara Indomie dan mi ayam.
Selain semur ayam, Anda bisa memilih lapisan atas lainnya, seperti telur dan bakso. Untuk ukuran porsinya terdapat 3 pilihan, yakni biasa, spesial, dan jumbo. Saya biasanya memilih ukuran jumbo. Menu andalan saya adalah Mi Ayam Indomie Jumbo. Ukuran menu itu mirip dengan seporsi Indomie dobel. Malah menurut saya, porsinya sedikit lebih besar karena terdapat lapisan atas semur ayam yang cukup banyak disertai rebusan sawi sehingga menambah rasa kenyang setelah menyantap menu itu.
Dahulu sebelum era 2020 atau saat saya masih duduk di bangku SMA, warung Mi Ayam Pak Ban selalu ramai dengan pengunjung oleh para siswa dari sekolah-sekolah di wilayah Prambanan, Klaten dan sekitarnya. Setiap pulang *gasik*, saya diajak oleh teman kelas untuk mampir di warung itu terlebih dahulu. Biasanya, agenda itu diadakan setelah kami menguji maskulinitas kami di rental PS. Oleh karena itu, isi obrolan kami saat di warung Mi Ayam Pak Ban selalu tidak jauh dari hasil akhir klasemen yang telah dipertandingkan.
Namun, saat ini saya jarang berkunjung ke warung itu. Terakhir, dua pekan lalu saya diajak oleh teman SMA saya dari Kota Klaten untuk mampir di warung itu sebelum kami pergi ke kafe untuk berbincang santai setelah beberapa bulan tidak bertemu. Rasa minya masih sama walau proses pembuatannya kini dilakukan oleh sang istri dan anak-anaknya semenjak Pak Ban berpulang di era pandemi. Harganya relatif terjangkau mulai dari Rp13.000–20.000. Tersedia pembayaran nontunai melalui QRIS dan fasilitas wifi gratis jika paket internet Anda terbatas atau habis. Jika Anda berkunjung ke Candi Prambanan jangan lupa pergi 2 km ke arah selatan untuk mampir di warung Mi Ayam Special “Pak Ban”. Disarankan untuk menggunakan kendaraan roda dua sebab letak warungnya di tengah permukiman yang membuat lahan parkir terbatas.
메타데이터
- post_id
- 7b2f194e61ba
- slug
- mi-ayam-indomie-7b2f194e61ba
- url
- https://medium.com/@abdantrisnadi/mi-ayam-indomie-7b2f194e61ba
- canonical_url
- https://medium.com/@abdantrisnadi/mi-ayam-indomie-7b2f194e61ba
- author_url
- https://medium.com/@abdantrisnadi
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-29 22:41:50