Apa yang Terjadi pada 28 Juli 1914 hingga Memicu Perang Dunia I?
Gambar tersebut adalah halaman depan surat kabar The Washington Times edisi 28 Juli 1914, hari ketika Austria-Hungaria secara resmi…
Apa yang Terjadi pada 28 Juli 1914 hingga Memicu Perang Dunia I?
Gambar tersebut adalah halaman depan surat kabar The Washington Times edisi 28 Juli 1914, hari ketika Austria-Hungaria secara resmi menyatakan perang terhadap Serbia. Judul utama yang sangat besar, “AUSTRIA HAS CHOSEN WAR” (“Austria Memilih Perang”), mencerminkan besarnya perhatian dunia terhadap krisis yang berkembang setelah pembunuhan Archduke Franz Ferdinand di Sarajevo pada 28 Juni 1914. Sebulan setelah peristiwa tersebut, Austria-Hungaria mengirim ultimatum yang sangat keras kepada Serbia. Meskipun Serbia menerima sebagian besar tuntutan, Austria-Hungaria menganggap jawabannya tidak memadai dan akhirnya mendeklarasikan perang. Di sisi kanan halaman terdapat berita berjudul “MEDIATION REJECTED, EXCEPT TO PREVENT SPREAD OF CONFLICT”, yang menjelaskan bahwa berbagai upaya mediasi internasional telah gagal menghentikan pecahnya perang. Surat kabar ini juga melaporkan bahwa Beograd (Belgrade) mulai diduduki dan situasi telah berkembang terlalu jauh untuk dapat dihentikan melalui diplomasi. Di bagian tengah halaman ditampilkan dua foto bertajuk “Typical Servian Soldiers and Their Antiquated Equipment” (“Prajurit Serbia dan Peralatan Mereka yang Kuno”), yang memperlihatkan pasukan infanteri dan artileri Serbia. Penyajian foto tersebut mencerminkan cara media Amerika pada masa itu menggambarkan kekuatan militer Serbia sebagai relatif sederhana dibandingkan kekuatan besar Eropa. Meskipun konflik awalnya hanya melibatkan Austria-Hungaria dan Serbia, sistem aliansi militer di Eropa segera mengubah perang regional menjadi perang berskala dunia. Rusia memobilisasi pasukannya untuk mendukung Serbia, Jerman menyatakan perang terhadap Rusia pada 1 Agustus 1914 dan terhadap Prancis pada 3 Agustus, kemudian menginvasi Belgia sehingga Inggris menyatakan perang terhadap Jerman pada 4 Agustus 1914. Karena itu, halaman depan surat kabar ini dianggap sebagai salah satu dokumen sejarah paling penting yang merekam dimulainya rangkaian peristiwa yang berkembang menjadi Perang Dunia I (1914–1918). https://kafkadeskdotorg.wordpress.com/2021/07/28/on-this-day-in-1914-world-war-i-broke-out-when-austria-hungary-declared-war-on-serbia/
Pada 28 Juli 1914, dunia memasuki salah satu babak paling kelam dalam sejarah umat manusia. Pada hari itu, Kekaisaran Austria-Hongaria secara resmi menyatakan perang terhadap Kerajaan Serbia, sebuah keputusan yang mengubah konflik regional di kawasan Balkan menjadi perang berskala global yang kemudian dikenal sebagai Perang Dunia I (World War I atau The Great War).
Gambar tersebut memperlihatkan telegram diplomatik resmi yang dikirim oleh Pemerintah Austria-Hungaria pada 28 Juli 1914 untuk memberitahukan kepada pemerintah negara lain bahwa kekaisaran tersebut telah menyatakan perang terhadap Kerajaan Serbia. Dokumen ini memuat lambang kekaisaran di bagian atas serta ditujukan kepada Menteri Luar Negeri Rumania, sebagai bagian dari prosedur diplomatik untuk menginformasikan keputusan resmi Wina kepada negara-negara sahabat dan sekutu. Isi telegram menjelaskan bahwa, setelah menilai jawaban Serbia terhadap ultimatum Austria-Hungaria tidak memadai menyusul pembunuhan Archduke Franz Ferdinand pada 28 Juni 1914, pemerintah di bawah arahan Kaisar Franz Joseph I memutuskan menggunakan kekuatan militer demi melindungi keamanan dan kepentingan monarki. Telegram tersebut ditandatangani atas nama Menteri Luar Negeri Count Leopold Berchtold, yang saat itu memimpin kebijakan luar negeri Austria-Hungaria. Sebagai dokumen primer, telegram ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting karena menjadi salah satu bukti resmi komunikasi diplomatik yang menandai dimulainya Perang Dunia I, sekaligus menunjukkan bagaimana keputusan perang disampaikan secara cepat kepada negara-negara lain melalui jaringan telegraf internasional yang menjadi sarana komunikasi paling modern pada awal abad ke-20. https://padresteve.com/2012/07/29/days-of-disastrous-decision-making-july-28th-august-4th-1914/
Deklarasi perang tersebut dikirim melalui telegram oleh Menteri Luar Negeri Austria-Hongaria, Count Leopold von Berchtold, kepada Perdana Menteri Serbia, Nikola Pašić, dan menjadi deklarasi perang resmi pertama yang memicu rangkaian mobilisasi militer antarnegara besar Eropa. Walaupun perang sering dikaitkan dengan peristiwa pembunuhan Archduke Franz Ferdinand pada 28 Juni 1914, sesungguhnya perang belum dimulai pada hari pembunuhan itu. Perang secara resmi dimulai tepat satu bulan kemudian, yaitu 28 Juli 1914, ketika Austria-Hongaria menyatakan bahwa negaranya berada dalam keadaan perang melawan Serbia.
Gambar tersebut adalah edisi khusus (Extra-Ausgabe) surat kabar Wiener Zeitung yang diterbitkan pada Selasa, 28 Juli 1914, bertepatan dengan hari ketika Kekaisaran Austria-Hungaria secara resmi menyatakan perang terhadap Kerajaan Serbia. Sebagai surat kabar resmi pemerintah Austria, Wiener Zeitung memuat dokumen kenegaraan dengan judul “Kriegserklärung” (Deklarasi Perang). Isi utama halaman tersebut adalah pengumuman resmi yang menyatakan bahwa, atas perintah Kaisar Franz Joseph I, pemerintah Austria-Hungaria memutuskan untuk memulai perang terhadap Serbia. Dokumen itu juga memuat teks nota diplomatik yang ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Count Leopold Berchtold, yang menyatakan bahwa pemerintah Serbia dianggap tidak memberikan jaminan yang memadai setelah krisis akibat pembunuhan Archduke Franz Ferdinand pada 28 Juni 1914 di Sarajevo. Oleh karena itu, Austria-Hungaria menyatakan bahwa mereka terpaksa menggunakan kekuatan militer demi melindungi kepentingan dan keamanan monarki. https://blogs.loc.gov/law/2014/07/july-28-1914-state-of-war-with-serbia-declared/
Untuk memahami mengapa tanggal 28 Juli 1914 menjadi titik awal Perang Dunia I, perlu melihat rangkaian peristiwa yang mendahuluinya. Pada 28 Juni 1914, Archduke Franz Ferdinand, pewaris takhta Austria-Hongaria, bersama istrinya Sophie, Duchess of Hohenberg, melakukan kunjungan resmi ke kota Sarajevo, ibu kota Bosnia dan Herzegovina. Wilayah ini baru beberapa tahun sebelumnya dianeksasi oleh Austria-Hongaria, tetapi banyak penduduk Serbia menganggap Bosnia seharusnya menjadi bagian dari negara Serbia. Ketegangan nasionalisme (nationalism) berkembang sangat kuat di kawasan Balkan. Di tengah suasana tersebut, seorang pemuda Bosnia keturunan Serbia bernama Gavrilo Princip, anggota organisasi revolusioner Young Bosnia (Mlada Bosna) yang memiliki hubungan dengan kelompok rahasia Serbia Black Hand (Crna Ruka), berhasil menembak Franz Ferdinand dan istrinya hingga tewas. Pembunuhan ini bukan sekadar aksi teror, melainkan menjadi simbol penghinaan terhadap kehormatan (honour) dan kedaulatan Austria-Hongaria. Sejak saat itu, para pemimpin di Wina mulai mempertimbangkan penggunaan kekuatan militer untuk menghukum Serbia.

Black Hand (Crna Ruka) adalah organisasi rahasia nasionalis Serbia yang didirikan pada 9 Mei 1911 dengan nama resmi Ujedinjenje ili Smrt (“Persatuan atau Kematian”). Organisasi ini dibentuk oleh sekelompok perwira militer Serbia yang dipimpin oleh Dragutin Dimitrijević, yang dikenal dengan julukan Apis. Tujuan utama Black Hand adalah menyatukan seluruh wilayah yang dihuni bangsa Serbia dan Slavia Selatan ke dalam satu negara, termasuk Bosnia-Herzegovina yang saat itu berada di bawah kekuasaan Austria-Hungaria. Untuk mencapai tujuan tersebut, organisasi ini menggunakan metode rahasia seperti perekrutan anggota melalui sumpah setia, pelatihan militer, penyelundupan senjata, serta operasi intelijen dan aksi politik. https://hu.wikipedia.org/wiki/Fekete_K%C3%A9z

Gavrilo Princip adalah seorang nasionalis Serbia Bosnia yang lahir pada 25 Juli 1894 di Obljaj, Bosnia-Herzegovina, yang saat itu berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Austria-Hungaria. Ia merupakan anggota organisasi revolusioner Mlada Bosna (Young Bosnia) yang bercita-cita membebaskan bangsa-bangsa Slavia Selatan dari pemerintahan Austria-Hungaria dan menyatukan mereka dalam satu negara. Pada 28 Juni 1914, di dekat Jembatan Latin di Sarajevo, Princip menembak mati Archduke Franz Ferdinand dan istrinya, Sophie, Duchess of Hohenberg, setelah iring-iringan mobil kerajaan secara tidak sengaja berhenti di dekat tempat ia berdiri. Pembunuhan ini memicu Krisis Juli 1914, yang kemudian berkembang menjadi Perang Dunia I akibat sistem aliansi di Eropa. Karena saat melakukan pembunuhan usianya masih 19 tahun, Princip tidak dapat dijatuhi hukuman mati berdasarkan hukum Austria-Hungaria, melainkan dijatuhi hukuman penjara selama 20 tahun, hukuman maksimum bagi pelaku di bawah usia 20 tahun. Ia meninggal di penjara Theresienstadt pada 28 April 1918 akibat tuberkulosis dan kondisi kesehatan yang memburuk. Hingga kini, Gavrilo Princip tetap menjadi tokoh yang kontroversial — di sebagian wilayah ia dipandang sebagai pejuang nasional yang melawan kekuasaan asing, sementara di tempat lain ia dianggap sebagai pelaku pembunuhan politik yang tindakannya menjadi pemicu salah satu perang paling dahsyat dalam sejarah manusia. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Princip_gavrilo.jpg
Kaisar Wilhelm II (Friedrich Wilhelm Viktor Albert, 27 Januari 1859–4 Juni 1941) adalah Kaisar Jerman (Deutscher Kaiser) dan Raja Prusia dari 1888 hingga 1918, sekaligus penguasa terakhir Kekaisaran Jerman. Ia naik takhta pada 15 Juni 1888 setelah wafatnya ayahnya, Frederick III, dalam periode yang dikenal sebagai “Tahun Tiga Kaisar” (Dreikaiserjahr). Wilhelm II memiliki ambisi besar untuk menjadikan Jerman sebagai kekuatan dunia (Weltpolitik) melalui modernisasi militer, pembangunan armada laut yang mampu menyaingi Inggris, serta perluasan pengaruh diplomatik dan kolonial. Pada tahun 1890, ia memecat Kanselir Otto von Bismarck, mengakhiri kebijakan luar negeri yang berhati-hati dan menggantinya dengan pendekatan yang lebih agresif. Kebijakan tersebut memperburuk hubungan Jerman dengan Inggris, Prancis, dan Rusia, serta meningkatkan ketegangan politik di Eropa menjelang Perang Dunia I.
Namun Austria-Hongaria tidak langsung menyerang. Pemerintah di Wina menyadari bahwa Serbia memiliki hubungan erat dengan Kekaisaran Rusia, sedangkan Rusia sendiri memiliki aliansi dengan Prancis. Jika Austria menyerang Serbia tanpa dukungan sekutu, konflik dapat berkembang menjadi perang yang jauh lebih besar. Karena itu, pada awal Juli 1914, Austria-Hongaria meminta jaminan dukungan dari Kekaisaran Jerman yang dipimpin Kaiser Wilhelm II. Dukungan tersebut dikenal sebagai Blank Cheque atau “cek kosong”, yaitu janji bahwa Jerman akan mendukung Austria-Hongaria apa pun keputusan yang diambil terhadap Serbia. Dukungan tanpa syarat inilah yang membuat Austria-Hongaria semakin yakin untuk mengambil langkah keras.
Blank Cheque (Cek Kosong) adalah istilah dalam sejarah yang merujuk pada jaminan dukungan tanpa syarat yang diberikan Kekaisaran Jerman kepada Austria-Hungaria pada 5–6 Juli 1914, beberapa hari setelah pembunuhan Archduke Franz Ferdinand di Sarajevo. Dukungan ini diberikan oleh Wilhelm II dan pemerintah Jerman kepada Franz Joseph I, dengan janji bahwa Jerman akan tetap mendukung Austria-Hungaria, bahkan jika tindakan terhadap Serbia memicu perang yang melibatkan Rusia atau kekuatan besar Eropa lainnya. Istilah “Blank Cheque” digunakan karena dukungan tersebut diibaratkan seperti cek yang dapat diisi dengan jumlah berapa pun, yaitu memberikan kebebasan penuh kepada Austria-Hungaria untuk bertindak tanpa khawatir kehilangan dukungan Jerman.
Setelah memperoleh dukungan Jerman, Austria-Hongaria menyusun sebuah ultimatum, yaitu tuntutan resmi yang harus dipenuhi Serbia dalam batas waktu tertentu. Pada 23 Juli 1914, ultimatum itu disampaikan kepada pemerintah Serbia di Beograd (Belgrade). Dokumen tersebut berisi sepuluh tuntutan, termasuk penghentian propaganda anti-Austria, pembubaran organisasi yang dianggap anti-Habsburg, penangkapan orang-orang yang dicurigai terlibat dalam pembunuhan Franz Ferdinand, hingga mengizinkan aparat Austria melakukan penyelidikan langsung di wilayah Serbia. Tuntutan terakhir dianggap sangat berat karena melanggar kedaulatan (sovereignty) Serbia sebagai negara merdeka.

Pada 23 Juli 1914, Austria-Hungaria menyampaikan ultimatum kepada pemerintah Serbia di Beograd (Belgrade) sebagai tanggapan atas pembunuhan Archduke Franz Ferdinand sebulan sebelumnya. Dokumen tersebut berisi sepuluh tuntutan yang harus dipenuhi Serbia dalam waktu 48 jam. Isinya mencakup penindakan terhadap propaganda anti-Austria, pembubaran organisasi nasionalis, penangkapan tokoh-tokoh yang diduga terlibat dalam konspirasi, pemberhentian pejabat yang dianggap memusuhi Austria-Hungaria, serta kerja sama dalam penyelidikan pembunuhan. Tuntutan yang paling kontroversial adalah keharusan mengizinkan pejabat Austria-Hungaria beroperasi di wilayah Serbia untuk ikut menyelidiki dan menindak pihak-pihak yang terlibat. Bagi Serbia, tuntutan ini dipandang melanggar kedaulatan negara, sehingga meskipun menerima sebagian besar poin ultimatum, Serbia menolak beberapa ketentuan tersebut. https://en.wikipedia.org/wiki/Ultimatum_of_July_23,_1914
Pemerintah Serbia diberikan waktu hanya 48 jam untuk memberikan jawaban. Pada 25 Juli 1914, Serbia menerima hampir seluruh tuntutan Austria-Hongaria. Dari sepuluh tuntutan tersebut, Serbia menerima sebagian besar poin dan hanya menolak sebagian kecil yang berkaitan dengan masuknya aparat Austria ke wilayah hukumnya. Sebagai alternatif, Serbia mengusulkan agar persoalan tersebut diselesaikan melalui Mahkamah Internasional di Den Haag atau melalui mekanisme arbitrase internasional. Banyak pengamat diplomatik saat itu bahkan menilai jawaban Serbia sudah sangat lunak dan memberikan konsesi yang besar. Bahkan Kaiser Wilhelm II sendiri sempat berpendapat bahwa respons Serbia sebenarnya telah menghilangkan alasan utama untuk berperang. Namun pemerintah Austria-Hongaria telah mengambil keputusan politik bahwa Serbia harus dihukum secara militer sehingga peluang penyelesaian damai tidak dimanfaatkan.

Gambar ini menunjukkan artikel halaman depan dari New York Herald, Edisi Eropa, tertanggal 29 Juni 1914, yang mengumumkan ultimatum brutal yang dikeluarkan oleh Austria-Hongaria kepada Serbia. https://archive.nytimes.com/iht-retrospective.blogs.nytimes.com/2014/07/24/1914-note-to-servia-may-prompt-war/
Pada 25 Juli 1914, segera setelah menerima jawaban Serbia, Austria-Hongaria memutuskan hubungan diplomatik dengan Serbia. Langkah ini merupakan sinyal bahwa penyelesaian melalui jalur diplomasi hampir mustahil lagi dilakukan. Selama beberapa hari berikutnya, militer Austria mulai melakukan persiapan mobilisasi pasukan, sementara berbagai negara Eropa berusaha melakukan mediasi agar perang dapat dicegah. Menteri Luar Negeri Inggris, Sir Edward Grey, mengusulkan konferensi internasional untuk mencari jalan damai, tetapi usulan tersebut tidak memperoleh dukungan penuh dari Jerman maupun Austria-Hongaria. Krisis diplomatik yang dikenal sebagai July Crisis (Krisis Juli 1914) semakin memburuk dari hari ke hari.
Menteri Luar Negeri Inggris, Sir Edward Grey. https://id.wikipedia.org/wiki/Edward_Grey,_1st_Viscount_Grey_of_Fallodon
Akhirnya, pada pagi hari 28 Juli 1914, Kaisar Franz Joseph I menyetujui deklarasi perang terhadap Serbia. Beberapa jam kemudian, Menteri Luar Negeri Count Leopold von Berchtold mengirim telegram resmi kepada pemerintah Serbia yang menyatakan bahwa Austria-Hongaria menganggap jawaban Serbia atas ultimatum tanggal 23 Juli tidak memuaskan sehingga pemerintah kekaisaran merasa harus menggunakan kekuatan bersenjata untuk melindungi hak dan kepentingannya. Dengan telegram tersebut, Austria-Hongaria secara resmi menyatakan dirinya berada dalam keadaan perang melawan Serbia. Deklarasi ini menjadi awal resmi Perang Dunia I menurut hukum internasional saat itu.
Gambar tersebut adalah sebuah lukisan sejarah yang menggambarkan pertemuan Dewan Mahkota (Crown Council) Austria-Hungaria di Istana Schönbrunn, Wina, menjelang pecahnya Perang Dunia I pada Juli 1914. Sosok yang berdiri di sebelah kiri adalah Kaisar Franz Joseph I, penguasa Austria-Hungaria yang telah memerintah sejak 1848. Di hadapannya berdiri para pejabat tinggi kerajaan, termasuk para menteri, jenderal, dan penasihat militer, yang sedang menerima arahan terkait krisis diplomatik setelah pembunuhan Archduke Franz Ferdinand di Sarajevo pada 28 Juni 1914. Suasana resmi dengan seragam militer lengkap dan dekorasi istana yang megah mencerminkan pentingnya pertemuan tersebut, di mana para pemimpin kerajaan membahas respons terhadap Serbia. Dalam rangkaian pertemuan inilah Austria-Hungaria memutuskan untuk mengirim ultimatum kepada Serbia pada 23 Juli 1914, yang kemudian diikuti dengan deklarasi perang pada 28 Juli 1914. https://www.mutualart.com/Artist/Franz-von-Matsch/E3DD6C701CCF1E78/Artworks
Walaupun pada tanggal 28 Juli perang baru melibatkan Austria-Hongaria dan Serbia, sistem aliansi (alliance system) yang telah terbentuk selama puluhan tahun membuat konflik berkembang sangat cepat. Rusia mulai melakukan mobilisasi militer (mobilization) untuk membantu Serbia karena menganggap dirinya sebagai pelindung bangsa-bangsa Slavia di Balkan. Mobilisasi Rusia dipandang Jerman sebagai ancaman langsung. Pada 1 Agustus 1914, Jerman menyatakan perang terhadap Rusia. Dua hari kemudian, 3 Agustus 1914, Jerman menyatakan perang terhadap Prancis sesuai dengan strategi militer Schlieffen Plan, yaitu rencana mengalahkan Prancis sebelum menghadapi Rusia di timur. Untuk menyerang Prancis, tentara Jerman memasuki wilayah Belgia yang saat itu merupakan negara netral.

Gambar tersebut adalah halaman depan surat kabar The World yang diterbitkan di Vancouver, British Columbia, Kanada, pada 1 Agustus 1914, dengan judul utama “GERMANY DECLARES WAR” (“Jerman Menyatakan Perang”). Berita utama ini melaporkan bahwa Kekaisaran Jerman secara resmi menyatakan perang terhadap Kekaisaran Rusia setelah Rusia melakukan mobilisasi besar-besaran untuk mendukung Serbia dalam Krisis Juli 1914. Di bawah judul utama dijelaskan bahwa Kaisar Wilhelm II, atas nama pemerintah Jerman, mengirimkan deklarasi perang kepada Menteri Luar Negeri Rusia di Sankt Peterburg pada pukul 19.50, menandai kegagalan terakhir upaya diplomasi di Eropa. Halaman depan ini juga memuat berbagai berita terkait, seperti mobilisasi militer Jerman dan Prancis, ultimatum Jerman kepada Prancis, protes politik di Inggris terhadap kemungkinan keterlibatan dalam perang, serta gangguan terhadap pelayaran dan industri asuransi akibat meningkatnya risiko konflik. Surat kabar ini memiliki nilai sejarah yang penting karena mendokumentasikan salah satu titik balik utama dalam Perang Dunia I. Deklarasi perang Jerman terhadap Rusia memperluas konflik yang semula hanya melibatkan Austria-Hungaria dan Serbia menjadi perang antar-kekuatan besar Eropa. Dalam waktu singkat, Jerman menyatakan perang terhadap Prancis pada 3 Agustus 1914, kemudian menginvasi Belgia pada 4 Agustus, yang mendorong Britania Raya menyatakan perang terhadap Jerman pada hari yang sama. Dengan demikian, halaman depan The World ini menggambarkan bagaimana dunia menyaksikan krisis diplomatik berubah menjadi perang besar yang akhirnya melibatkan lebih dari 30 negara dan menjadi salah satu konflik paling dahsyat dalam sejarah manusia. https://vancouversun.com/news/local-news/this-week-in-history-1914-germany-declares-war-on-russia-igniting-the-first-world-war
Pelanggaran terhadap netralitas Belgia memicu keterlibatan Britania Raya (Inggris). Berdasarkan Treaty of London 1839, Inggris berkewajiban melindungi netralitas Belgia. Ketika Jerman menyerbu Belgia pada 4 Agustus 1914, Inggris menyatakan perang terhadap Jerman. Dalam waktu kurang dari satu minggu setelah deklarasi perang Austria-Hongaria terhadap Serbia, hampir seluruh kekuatan besar Eropa telah terseret ke dalam konflik. Apa yang semula merupakan perselisihan dua negara berubah menjadi perang internasional yang melibatkan jaringan aliansi yang sangat kompleks.
Pelanggaran terhadap netralitas Belgia menjadi faktor yang secara langsung membawa Britania Raya (Inggris) ke dalam Perang Dunia I. Sejak ditandatanganinya Treaty of London 1839, Inggris bersama beberapa kekuatan besar Eropa menjamin bahwa Belgia akan tetap menjadi negara yang netral dan tidak boleh diserang atau diduduki oleh negara mana pun. Namun, untuk melaksanakan Rencana Schlieffen (Schlieffen Plan), Jerman memutuskan menyerang Prancis melalui wilayah Belgia guna menghindari benteng pertahanan Prancis di sepanjang perbatasan langsung. Pada 4 Agustus 1914, pasukan Jerman melintasi perbatasan Belgia dan mulai menginvasi negara tersebut, meskipun pemerintah Belgia telah menolak ultimatum Jerman yang meminta izin melintasi wilayahnya. Tindakan ini dianggap sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan Perjanjian London 1839. Pada hari yang sama, setelah ultimatum Inggris yang menuntut penarikan pasukan Jerman diabaikan, Britania Raya secara resmi menyatakan perang terhadap Jerman. Keterlibatan Inggris tidak hanya memperluas skala konflik di Eropa, tetapi juga membawa seluruh Imperium Britania, termasuk Kanada, Australia, Selandia Baru, India, dan berbagai koloni lainnya, ke dalam perang, sehingga konflik yang semula bersifat regional berubah menjadi perang global. https://www.facebook.com/100044665456532/posts/august-4th-1914-britain-declared-war-on-germany-after-the-germans-had-violated-t/1315183193313850/
Di satu sisi terdapat Blok Sentral (Central Powers) yang terdiri atas Jerman, Austria-Hongaria, kemudian bergabung Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman Empire) pada akhir 1914 dan Bulgaria pada 1915. Di sisi lain terdapat Sekutu (Allied Powers atau Entente Powers) yang terdiri atas Inggris, Prancis, Rusia, kemudian disusul Italia pada 1915, Rumania, Yunani, Jepang, dan akhirnya Amerika Serikat yang bergabung pada 6 April 1917 setelah berbagai insiden termasuk perang kapal selam tak terbatas (unrestricted submarine warfare) dan Telegram Zimmermann.
Blok Sentral (Central Powers) adalah aliansi militer utama yang berperang melawan Blok Sekutu (Allied Powers) dalam Perang Dunia I (1914–1918). Pada awal perang, aliansi ini terdiri atas Kekaisaran Jerman dan Austria-Hungaria, yang bekerja sama setelah krisis diplomatik pasca-pembunuhan Archduke Franz Ferdinand berkembang menjadi perang terbuka. Seiring meluasnya konflik, Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman Empire) bergabung pada akhir Oktober 1914, setelah armada lautnya menyerang pelabuhan-pelabuhan Rusia di Laut Hitam. Bergabungnya Utsmaniyah membuka medan perang baru di Timur Tengah, Kaukasus, dan Gallipoli, sekaligus memungkinkan Blok Sentral menguasai Selat Dardanella dan Bosporus, jalur strategis yang menghubungkan Laut Tengah dan Laut Hitam. Selanjutnya, pada 14 Oktober 1915, Bulgaria resmi bergabung dengan Blok Sentral setelah memperoleh janji wilayah dari Serbia. Masuknya Bulgaria memperkuat posisi Blok Sentral di kawasan Balkan dan memungkinkan Jerman, Austria-Hungaria, serta Bulgaria melancarkan serangan gabungan yang berhasil mengalahkan Serbia pada akhir 1915.
Perang yang dimulai pada 28 Juli 1914 berkembang menjadi konflik industri pertama dalam sejarah manusia. Berbeda dengan perang-perang sebelumnya, Perang Dunia I memanfaatkan teknologi modern seperti senapan mesin (machine gun), artileri berat (heavy artillery), gas beracun (chemical weapons) seperti gas klorin dan gas mustard, tank, pesawat tempur, kapal selam (U-Boat), hingga sistem komunikasi berbasis radio dan telegraf. Kemajuan teknologi yang seharusnya meningkatkan kesejahteraan manusia justru digunakan untuk menciptakan kehancuran dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Gambar ini menggambarkan tentara Inggris yang beristirahat di parit di Front Barat selama Perang DuniaI. Adegan tersebut kemungkinan menunjukkan pasukan dari Batalyon ke-1 Resimen Middlesex di dekat Meteren sekitar tanggal 16 April 1918. Para prajurit dalam foto tersebut mengenakan helm Brodie, atau Mark I, yang merupakan perlengkapan standar untuk pasukan Inggris. https://www.britannica.com/topic/trench-warfare
Medan perang di Front Barat berubah menjadi jaringan parit (trench warfare) yang membentang ratusan kilometer dari Laut Utara hingga perbatasan Swiss. Tentara dari kedua belah pihak hidup selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun di dalam parit yang berlumpur, penuh tikus, penyakit, dan ancaman tembakan artileri setiap saat. Pertempuran besar seperti Battle of Verdun (1916) dan Battle of the Somme (1916) menewaskan ratusan ribu orang tanpa menghasilkan perubahan wilayah yang berarti. Fenomena ini menunjukkan bagaimana strategi militer tradisional tidak lagi mampu mengimbangi perkembangan teknologi persenjataan modern.
Ketika perang berakhir pada 11 November 1918 melalui Armistice of Compiègne, dunia telah berubah secara drastis. Diperkirakan lebih dari 16 juta orang meninggal dunia dan puluhan juta lainnya mengalami luka-luka maupun cacat permanen. Empat kekaisaran besar runtuh, yaitu Kekaisaran Jerman, Austria-Hongaria, Kekaisaran Rusia, dan Kesultanan Utsmaniyah. Peta politik Eropa berubah dengan lahirnya berbagai negara baru seperti Polandia, Cekoslowakia, Yugoslavia, Finlandia, Estonia, Latvia, dan Lituania. Konflik ini juga melahirkan Traktat Versailles pada 28 Juni 1919, yang membebankan tanggung jawab besar kepada Jerman dan kemudian menjadi salah satu faktor yang mendorong munculnya Perang Dunia II dua puluh tahun kemudian.
Dengan demikian, apa yang terjadi pada 28 Juli 1914 bukan sekadar sebuah deklarasi perang antara Austria-Hongaria dan Serbia. Tanggal tersebut merupakan titik balik sejarah ketika kegagalan diplomasi, nasionalisme yang ekstrem, perlombaan senjata (arms race), imperialisme, serta sistem aliansi yang saling mengikat bertemu dalam satu momentum yang memicu perang global. Satu telegram yang dikirim dari Wina pada hari itu memulai rangkaian peristiwa yang mengubah peta politik dunia, mempercepat perkembangan teknologi militer, menggulingkan kerajaan-kerajaan besar, dan meninggalkan dampak yang masih memengaruhi hubungan internasasional hingga masa kini. Oleh karena itu, 28 Juli 1914 dikenang sebagai hari ketika dunia memasuki era perang modern dan menyaksikan bagaimana satu keputusan politik mampu mengubah perjalanan sejarah umat manusia secara permanen.
Poin Inti Artikel: Apa yang Terjadi pada 28 Juli 1914 hingga Memicu Perang Dunia I?
- 28 Juli 1914 menjadi tanggal resmi dimulainya Perang Dunia I.
- Pada hari itu, Kekaisaran Austria-Hongaria secara resmi menyatakan perang terhadap Kerajaan Serbia.
- Deklarasi perang ini menandai dimulainya konflik bersenjata yang kemudian berkembang menjadi perang global.
- Pemicu awal bukan terjadi pada 28 Juli, melainkan satu bulan sebelumnya.
- 28 Juni 1914, Archduke Franz Ferdinand, pewaris takhta Austria-Hongaria, dibunuh di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina.
- Ia ditembak oleh Gavrilo Princip, anggota organisasi Young Bosnia yang memiliki hubungan dengan kelompok rahasia Black Hand.
- Peristiwa ini dikenal sebagai Pembunuhan Sarajevo (Assassination of Sarajevo).
- Pembunuhan Franz Ferdinand hanya menjadi pemicu langsung (immediate cause), bukan penyebab utama perang.
- Ketegangan sebenarnya telah berlangsung selama puluhan tahun.
- Eropa saat itu dipenuhi persaingan politik, ekonomi, militer, dan perebutan wilayah.
- Austria-Hongaria menuduh Serbia berada di balik pembunuhan tersebut.
- Pemerintah Austria menganggap Serbia mendukung gerakan nasionalis anti-Austria.
- Karena itu Austria memutuskan untuk menghukum Serbia melalui tindakan militer.
- Jerman memberikan dukungan penuh kepada Austria-Hongaria.
- Dukungan ini dikenal sebagai Blank Cheque atau “cek kosong”.
- Kaiser Wilhelm II menjamin bahwa Jerman akan mendukung Austria apa pun keputusan yang diambil terhadap Serbia.
- Austria-Hongaria mengirim ultimatum kepada Serbia pada 23 Juli 1914.
- Ultimatum berisi 10 tuntutan.
- Salah satu tuntutan yang paling kontroversial adalah memberi izin aparat Austria melakukan penyelidikan di wilayah Serbia.
- Tuntutan ini dianggap melanggar kedaulatan (sovereignty) Serbia.
- Serbia menerima hampir seluruh tuntutan Austria.
- Jawaban diberikan pada 25 Juli 1914.
- Serbia menerima sebagian besar poin dan hanya menolak beberapa bagian yang dianggap mengancam kedaulatan negara.
- Serbia bahkan menawarkan penyelesaian melalui jalur internasional.
- Austria-Hongaria tetap memilih perang.
- Austria menilai jawaban Serbia tidak memuaskan.
- Hubungan diplomatik diputus dan persiapan perang segera dilakukan.
- Pada 28 Juli 1914, Austria-Hongaria resmi mendeklarasikan perang kepada Serbia.
-
Deklarasi tersebut dikirim melalui telegram resmi.
-
Inilah awal resmi Perang Dunia I menurut sejarah internasional.
- Perang cepat meluas karena adanya sistem aliansi (Alliance System).
- Negara-negara Eropa telah memiliki perjanjian saling membantu jika terjadi perang.
- Konflik dua negara berubah menjadi konflik internasional hanya dalam hitungan hari.
- Rangkaian negara yang ikut berperang berlangsung sangat cepat.
- 28 Juli 1914 → Austria-Hongaria menyerang Serbia.
- 30 Juli 1914 → Rusia memobilisasi pasukan untuk membantu Serbia.
- 1 Agustus 1914 → Jerman menyatakan perang terhadap Rusia.
- 3 Agustus 1914 → Jerman menyatakan perang terhadap Prancis.
- 4 Agustus 1914 → Inggris menyatakan perang terhadap Jerman setelah Belgia diserang.
- Dua blok besar terbentuk selama perang.
- Blok Sentral (Central Powers):
- Jerman
- Austria-Hongaria
- Kesultanan Utsmaniyah
- Bulgaria
2. Blok Sekutu (Allied Powers):
- Inggris
- Prancis
- Rusia
- Italia (1915)
- Jepang
- Amerika Serikat (1917)
- Penyebab utama Perang Dunia I sebenarnya merupakan gabungan berbagai faktor.
- Nasionalisme (Nationalism) → rasa cinta tanah air yang berubah menjadi sikap agresif.
- Imperialisme (Imperialism) → persaingan memperebutkan koloni.
- Militerisme (Militarism) → perlombaan memperkuat angkatan bersenjata.
- Sistem Aliansi (Alliance System) → perjanjian pertahanan antarnegara yang membuat konflik kecil menjadi perang besar.
- Perang Dunia I menjadi perang modern pertama dalam sejarah.
- Digunakan berbagai teknologi baru seperti:
- Senapan mesin (Machine Gun)
- Artileri berat (Heavy Artillery)
- Tank
- Pesawat tempur
- Kapal selam (U-Boat)
- Gas beracun (Chemical Weapons)
- Radio komunikasi militer
- Perang berlangsung selama lebih dari empat tahun.
- Dimulai 28 Juli 1914.
- Berakhir dengan Gencatan Senjata (Armistice of Compiègne) pada 11 November 1918.
- Dampak Perang Dunia I sangat besar bagi dunia.
- Lebih dari 16 juta orang meninggal dunia.
- Puluhan juta lainnya mengalami luka dan cacat permanen.
- Empat kekaisaran besar runtuh:
- Kekaisaran Jerman
- Austria-Hongaria
- Kekaisaran Rusia
- Kesultanan Utsmaniyah
-
Muncul banyak negara baru di Eropa.
-
Peta politik dunia berubah secara drastis.
- Perang Dunia I juga menjadi jalan menuju Perang Dunia II.
- Setelah perang, ditandatangani Traktat Versailles (28 Juni 1919).
- Isi perjanjian tersebut dianggap sangat memberatkan Jerman.
- Ketidakpuasan terhadap perjanjian inilah yang kemudian menjadi salah satu faktor munculnya Perang Dunia II pada tahun 1939.
Kesimpulan
Peristiwa 28 Juli 1914 merupakan salah satu titik balik paling penting dalam sejarah dunia karena pada hari itulah Kekaisaran Austria-Hongaria secara resmi menyatakan perang terhadap Kerajaan Serbia, yang menandai dimulainya Perang Dunia I. Meskipun pembunuhan Archduke Franz Ferdinand pada 28 Juni 1914 menjadi pemicu langsung, penyebab sesungguhnya jauh lebih kompleks. Nasionalisme yang berkembang secara ekstrem, persaingan imperialisme, perlombaan persenjataan, serta sistem aliansi antarnegara telah menciptakan situasi yang sangat rapuh, sehingga sebuah krisis regional di Balkan dengan cepat berubah menjadi perang global yang melibatkan hampir seluruh kekuatan besar dunia.
Perang Dunia I membuktikan bahwa kegagalan diplomasi, keputusan politik yang tergesa-gesa, dan rasa saling curiga di antara negara-negara dapat membawa konsekuensi yang sangat besar bagi umat manusia. Dalam waktu lebih dari empat tahun, perang ini merenggut jutaan nyawa, menghancurkan berbagai kota, meruntuhkan empat kekaisaran besar, mengubah peta politik dunia, serta melahirkan berbagai perubahan dalam bidang militer, teknologi, ekonomi, dan hubungan internasional. Bahkan, berbagai keputusan yang diambil setelah perang berakhir turut menjadi salah satu faktor yang membuka jalan menuju meletusnya Perang Dunia II dua dekade kemudian.
Oleh karena itu, 28 Juli 1914 tidak hanya dikenang sebagai tanggal dimulainya Perang Dunia I, tetapi juga sebagai pengingat bahwa perdamaian merupakan hasil dari diplomasi, kerja sama, dan kemampuan para pemimpin dunia untuk menyelesaikan konflik melalui dialog, bukan melalui kekuatan senjata. Memahami peristiwa ini membantu kita menyadari bahwa satu keputusan politik dapat mengubah arah sejarah dunia, sekaligus menjadi pelajaran berharga agar tragedi serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Sumber & Referensi
- Clark, Christopher. The Sleepwalkers: How Europe Went to War in 1914. London: Penguin Books, 2013.
- Keegan, John. The First World War. New York: Alfred A. Knopf, 1999.
- MacMillan, Margaret. The War That Ended Peace: The Road to 1914. New York: Random House, 2013.
- Strachan, Hew. The First World War. New York: Viking Penguin, 2004.
- Stevenson, David. Cataclysm: The First World War as Political Tragedy. New York: Basic Books, 2004.
- Tuchman, Barbara W. The Guns of August. New York: The Macmillan Company, 1962.
- Fromkin, David. Europe’s Last Summer: Who Started the Great War in 1914? New York: Alfred A. Knopf, 2004.
- Herwig, Holger H. The First World War: Germany and Austria-Hungary 1914–1918. London: Bloomsbury Academic, 2014.
- International Encyclopedia of the First World War (1914–1918). “July Crisis 1914.” https://encyclopedia.1914-1918-online.net/
- Imperial War Museums. How the First World War Began. https://www.iwm.org.uk/
- Encyclopaedia Britannica. World War I. https://www.britannica.com/event/World-War-I
- Encyclopaedia Britannica. July Crisis. https://www.britannica.com/event/July-Crisis
- History.com Editors. Austria-Hungary Declares War on Serbia. https://www.history.com/this-day-in-history/july-28/austria-hungary-declares-war-on-serbia
- FirstWorldWar.com. Austria-Hungary’s Declaration of War on Serbia. https://www.firstworldwar.com/source/autrohungariandeclarationofwar_serbia.htm
- Oxford University Press Blog. 28 July 1914: Austria Declares War on Serbia. https://blog.oup.com/2014/07/28-july-1914-austria-declares-war-on-serbia/
- United States Holocaust Memorial Museum. World War I. https://encyclopedia.ushmm.org/content/en/article/world-war-i
메타데이터
- post_id
- 7b3f10c62c8d
- slug
- apa-yang-terjadi-pada-28-juli-1914-hingga-memicu-perang-dunia-i-7b3f10c62c8d
- url
- https://medium.com/@veneziamembaca/apa-yang-terjadi-pada-28-juli-1914-hingga-memicu-perang-dunia-i-7b3f10c62c8d
- canonical_url
- https://medium.com/@veneziamembaca/apa-yang-terjadi-pada-28-juli-1914-hingga-memicu-perang-dunia-i-7b3f10c62c8d
- author_url
- https://medium.com/@veneziamembaca
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-06 02:23:00