← Back to list

Reddish.

Fluff

Hanaverse · 2023-10-03 12:19 · 0 claps · 4.7 min read
#jikyu #junkyu #jihoon #bxb #bromance
Open on Medium ↗
Wiki topics: 💑 · Relationships

Studio photo.

Studio photo.

Reddish.

Fluff

Blitz kamera juga kilatan flash lighting yang untungnya tersaring oleh soft box, berpendar di seluruh ruangan serba putih studio fotografi.

Satu kali lagi pemotretan terakhir dari berkali-kali take membuat lega para model tampan yang kini tengah berpose dengan menyesuaikan konsep brand Dieo.

splash! Ckrek!

“oke rest!” Seru jeongwoo; sang fotografer yang paling di andalkan oleh agensi tersebut.

Sesekali ia meneliti kembali hasil tangkapannya yang akan masuk kedalam majalah mingguan kali ini.

Sedang keempat model senior berunitkan Axis itu langsung bergerak menuju fitting room yang masih satu atap dengan studio.

Para stylish pun respect bergerak gesit sekali demi melayani sang model untuk mengubah konsep busana di jam yang akan datang.

Rencana job desk selanjutnya adalah shooting untuk Ads yang nantinya akan di tampilkan di berbagai platform; LED ads, Billboard ads, bahkan televisi.

Namun sepertinya kali ini mereka akan shooting dengan tiga member saja, lantaran sosok junkyu kini tengah sibuk sendiri mempersiapkan jadwal shooting drama hari pertamanya.

Beberapa menit kemudian, fitting room mendadak sepi, menyisakan junkyu dan jihoon berdua. lantaran saat ini sudah masuk jam makan siang para pegawainya.

Junkyu asyik sekali membaca ulang pdf di ponsel. Sedang di pojok ruangan sosok jihoon menatap intens eksistensi sahabatnya itu. Sebelah tangannya masih sibuk memasang kancing lengan kemejanya. Lantas ia beralih melangkah lalu mendudukkan diri di sofa dekat gantungan busana.

Junkyu berdiri, lantas berjalan hendak mengambil stelannya yang menggantung tepat di sebelah bagian atas kepala jihoon.

Tatapan intens jihoon membuat pria manis itu balik menatap heran sosok di hadapannya, sedikit kernyitan heran ia labuhkan sampai-sampai bibirnya agak maju. Kemudian ia pula yang pertama memutus kontak dari jihoon lantaran harus memilah busananya di antara busana lain.

Kepala jihoon menengadah, sehingga yang tampak hanya bagian dagu dan rahang junkyu. Lelaki manis dihadapannya itu kini mencondongkan tubuh kearahnya, kemudian bertumpu tangan pula pada dinding tepat di atas kepalanya. Salah satu Lutut pria itu pun bergerak naik ke sofa. Sehingga membuat jihoon terkurung di antara dua lengan yang sibuk bergerak memilah pakaian. Dapat ia cium aroma junkyu dari jarak sedekat ini.

“Lo nggak makan siang ji?” Ujar junkyu yang masih sibuk memindai gantungan baju.

“lo sendiri?” Tanya jihoon balik, masih dengan menatap bingkai sahabatnya.

“nanti sih…” gumam junkyu pelan, setelah itu bibirnya tersenyum lantaran sudah menemukan pakaian yang ia maksud. Di pindahkannya setiap hanger dari tangan satu ke tangan lainnya.

Junkyu tidak tahu saja, kalau sekilas senyuman tadi membuat telinga hingga pipi jihoon berangsur memerah.

Damn! Junkyu itu mempesona sekali dalam jarak pandangnya kini. Jihoon berdegup kencang, apalagi saat tiba-tiba lelaki dengan fitur wajah sempurna itu balik membalas tatapannya. Mata bulatnya tampak teduh, sehingga jihoon ingin sekali berteriak memuja.

“huh?” Seru junkyu pelan. bersamaan dengan alisnya yang mengernyit penasaran, kini sebelah tangannya tiba-tiba bergerak menyentuh permukaan pipi jihoon.

Membuat Lelaki bermata boba itu sontak terpejam saat merasakan hangat kulit jemari junkyu pada pipinya, di sertai teriakan jantungnya yang makin ribut bagai tabuhan genderang. Entah kenapa nafasnya seolah terhenti saat ini.

“pipinya merah— eh!?”

gantian junkyu yang terkesiap. Tangan yang tadi menyentuh pipi merah jihoon terlempar pelan. Sebab Tahu-tahu jihoon sudah berdiri tegap saja, memberikan tatapan begitu dalam ke arahnya.

Jihoon bergerak maju, yang mana membuat junkyu harus melangkah mundur. Tiba-tiba ia merinding lantaran menerima tiap tatapan tegas lelaki di hadapannya. Padahal baru saja ia membatin kalau jihoon itu menggemaskan karena merah yang menghiasi pipinya tadi.

Kini malah ia sendiri yang memerah. Matanya mengerjap cepat ketika iris kelam itu terus menghujam.

Semakin mundur, semakin mundur. Di sertai degup jantung yang tak terkontrol Tanpa ada yang tahu satu sama lain.

Berusaha menghindari tatapan jihoon, sebab hanya menatapnya sebentar saja, jantung junkyu langsung bergemuruh seperti petir yang menyambut kedatangan badai.

Junkyu peluk erat beberapa pakaian yang ia rengkuh sejak tadi. Entah kenapa alih-alih kabur atau protes, justru dirinya malah menerima tatapan intens jihoon. Di sertai bulu kuduknya yang meremang, lantaran lelaki itu tak berhenti melangkah maju.

“s-sorry, udah sentuh sembarangan~” gumam junkyu terbata, Tiba-tiba merasa bersalah dan mengira bahwa jihoon marah kerena perbuatannya barusan.

Bahu junkyu kembali berjengit tatkala jihoon yang tiba-tiba bergerak mencondongkan tubuhnya. Dapat ia lihat begitu jelas garis wajah jihoon, juga dapat ia rasakan terpaan nafasnya.

“Aduh!” Junkyu mengaduh.

Katakanlah bahwa ia lebih terkejut tatkala tahu kalau kakinya tak bisa lagi melangkah mundur, lantaran kini bagian belakangnya serasa menabrak meja dispenser agak keras. Jalan buntu(!?).

“eh —! ” junkyu menoleh kebelakang dengan kikuk, ditatapnya meja dispenser sebentar. Kedua tangannya memilih bertumpu pada meja tersebut, Lantas kembali menoleh perlahan. — Namun ujung hidungnya malah bertabrakan dengan tulang pipi karibnya itu. Panas dirasa. Junkyu semakin dibuat memerah saja.

Terpaksa ia sedikit bergerak memundurkan kepalanya untuk menghindari skinship. Bola matanya menjuling sebentar, dan mulutnya mengatup erat. Sebab jarak yang begitu dekat. Ia menahan nafasnya.

“pulang jam berapa nanti?” Tanya jihoon menggunakan nada rendah, hampir seperti berbisik.

“ng-nggak tahu, t-tergantung di sananya, m-malah bisa jadi nginap di lokasi syuting~” cicit junkyu. Ia meneguk kasar saliva dengan susah payah.

“ — ji~ l-lo ngapain sih?, Minggir” lanjutnya lagi.

Alih-alih minggir, jihoon justru mendekat. Kedua tangan kekar itu bergerak seolah hendak merengkuh tubuhnya. Sampai-sampai Junkyu mengira kalau pria dihadapannya ini hendak menciumnya. Kesimpulan aneh bukan? — Tapi entah kenapa hanya itu yang muncul di dalam ekspektasi nya kini.

Jelas Jihoon sama meronanya saat ini. Ia juga melihat rona merah yang muncul di permukaan wajah sahabatnya. Ingin pula dia lancang mencuri satu kecupan pada bibir plum si empu. Namun segera ia ganti siasat awalnya itu. Tangannya memilih bergerak meraih sebuah gelas, lalu menekan tombol air minum di belakang junkyu menggunakan telunjuk, meski tak mau munafik kalau bibir merah itu menggoda pandangannya.

Dirinya tersenyum gemas tatkala menatap pria rupawan yang kini tengah menutup pelupuk matanya begitu erat hingga timbul kerutan.

“Lo ngapain merem gitu sih?, Orang gue mau minum.”

Sontak netra junkyu terbuka perlahan, lalu mendapati jihoon yang kini sudah berdiri tegap, sambil meneguk air putih di gelas berukuran 500ml. lelaki tersebut sudah tak mengurungnya seperti barusan.

Malu?. Tentu!.

Apalagi saat jihoon melontarkan kekehan penuh raut ejek di hadapannya setelah ia tuntas meneguk air dalam sekali tegukan.

Junkyu menyalahkan dirinya yang mudah salah tingkah ini. Tidak hanya dengan jihoon saja ia begitu kalau tiba-tiba skinship atau berjarak dekat. Dengan siapapun dirinya pasti bakal seperti tadi. Atau mungkin dirinya saja yang tidak mengenali perasaannya sendiri(?). Entahlah, yang jelas kini jantungnya masih saja berdegup tak karuan. Perutnya tergelitik oleh kupu-kupu tak nyata.

“Lo mikir apa?” Tanya jihoon lagi. Sebab mendapati junkyu yang melamun.

“Lo tuh yang kenapa?, Pake mepet-mepet segala!” ketus junkyu, ia menegakkan tubuh. Lantas berjalan cepat menuju ruang ganti.

“dih kocak! padahal tadi Lo bisa menghindar? Haha!”

Tak junkyu hiraukan, sebab kini perasaannya begitu campur aduk. Meninggalkan jihoon yang diam-diam juga masih saja merona. Pria itu mengibas wajahnya beberapa kali, sambil tersenyum malu.

— Reddish

— HANA.

Jikyu.

Jikyu.


메타데이터
post_id
7b7f009bc751
slug
reddish-7b7f009bc751
url
https://medium.com/@danhanaminayuki02/reddish-7b7f009bc751
canonical_url
https://medium.com/@danhanaminayuki02/reddish-7b7f009bc751
author_url
https://medium.com/@danhanaminayuki02
status
ok
fetched_at
2026-07-25 03:40:03