Damien; A cup of coffee and a little happiness for you.
Satu sesapan dan Alan dibuat jatuh cinta.
Damien; A cup of coffee and a little happiness inside.

Cahaya matahari berlomba masuk dari kaca-kaca berkusen putih kafe yang Alan singgahi.
Hangat dan tak begitu menyilaukan.
Jikalau boleh berlebihan, maka Alan kira ia dengan senang hati akan sebut kafe bergaya eropa ini adalah surganya. Wangi kopi yang baru dibuat dipadu dengan aroma manisnya kuki-kuki yang tersaji di etalase jadi minatnya sejak menjajak lantai tadi.
Alan menyunggingkan senyum kala seorang barista menghampirinya yang berdiri canggung di depan kasir. Ia perhatikan rupa sang barista yang menghampiri.
Surainya legam ditimpa kilau cahaya matahari dan tubuhnya tegap dengan tinggi rata-rata pria. Fitur wajahnya tegas dengan sedikit sentuhan bule benar-benar buat si pria Taurus hampir ngiler.
Barista itu tersenyum tipis, “Welcome to Damien Coffee. May i help you?”
Sialan, sialan, sialan. Kalau ada yang harus Alan hindari ketika memulai konversasi, itu adalah pria dengan aksen seksi seperti barista ini.
“Hah?” Alan menyahut bodoh.
Mesin kopi yang masih menyala jadi saksi bahwasanya Alan dibuat tak berkutik hanya dengan beberapa kata. Pun si pelaku yang hanya tertawa kecil melihat reaksi alami si pemuda Taurus yang masih terlihat linglung di tempatnya.
“Pertama kali kesini?” tanya si barista ramah. Suaranya mampu buat Alan terkejut dan mengangguk patah-patah; gila, suaranya semanis madu sampai-sampai begitu lengket di telinga.
“Iya,” Angguk Alan, “what’s your suggest?”
“Have you ever tried espresso before?”
“As an americano? Yes.”
Si barista loloskan tawanya dengar jawaban si semester akhir. Antrean yang kosong buat si barista tenang habiskan waktunya bersama si pelanggan baru, ia berujar, “Well then, one latte art for my beloved beginner. Cookies?”
“Choco, please.”
“Atas nama siapa?”
“Alan.”
“Oke, kak Alan.”
Alan terkekeh, “Alan aja.”
“Oke, Alan. This is an open table service, here’s your table number and make yourself comfortable here.”
Setelah percakapan singkat keduanya, Alan bawa langkahnya menuju meja yang ada di tengah, posisi bagus yang menghadap ke arah counter yang dilengkapi sumber pengisi daya.
Alan keluarkan laptopnya dari tas kemudian mulai mencari posisi nyaman untuk mengetik. Aroma kopi pesanannya yang diantar oleh barista yang sama buat hidungnya tergelitik.
“Here’s your order. Have a good time in Damien, mate.”
Satu cangkir kopi dan satu piring kecil berisikan kuki diletakkan diatas meja. Keduanya jadi perpaduan tak terduga yang berhasil buat Alan jadi terkesima.
Alan suka.
Ia cicipi sedikit kopi cantik yang masih mengepulkan asap di meja. Hidungnya membaui harum semerbak yang menyapa indranya. Euforia membucah di dadanya ketika ia mengerti bahwa si barista tuangkan cinta di setiap racikannya.
Satu sesapan dan Alan dibuat jatuh cinta.
© amadeo, 2023.
메타데이터
- post_id
- 7be0161ae699
- slug
- damien-a-cup-of-coffee-and-a-little-happiness-for-you-7be0161ae699
- url
- https://medium.com/@sulfurome/damien-a-cup-of-coffee-and-a-little-happiness-for-you-7be0161ae699
- canonical_url
- https://medium.com/@sulfurome/damien-a-cup-of-coffee-and-a-little-happiness-for-you-7be0161ae699
- author_url
- https://medium.com/@sulfurome
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-25 04:26:04