Menapaki Kekayaan Budaya, Klub Tari AMN Singgahi Desa Penari di Banyuwangi
AMN Surabaya — Selama perjalanan mengarungi nusantara, Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya terus berinovasi demi meningkatkan…
Menapaki Kekayaan Budaya, Klub Tari AMN Singgahi Desa Penari di Banyuwangi
AMN Surabaya — Selama perjalanan mengarungi nusantara, Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya terus berinovasi demi meningkatkan pengembangan diri mahasiswanya. Kali ini, Klub Tari Nritya Nusantara dari ekstrakurikuler tari AMN menggelar kegiatan studi banding menuju Desa Penari di Banyuwangi, Jawa Timur.
Pelatih Klub Tari AMN, Abdul Fattah mengungkapkan bahwa kegiatan yang berlangsung selama tiga hari sejak Jumat (23/6) ini mengusung sebuah tema kebudayaan bertajuk “Sinau Kanggo Nari Nganti Abhipraya Acalapti Ing Mahitala”. Tema yang memiliki arti “Belajar menari hingga mempunyai harapan paling tinggi di Bumi” ini ditujukan untuk meningkatkan semangat kebudayaan mahasiswa melalui beragam jenis tarian daerah.
Bertempat di Villa Kerawang, 18 mahasiswa yang tergabung dalam Klub ini lewati serangkaian kegiatan yang dirancang secara khusus untuk mengasah keterampilan mereka dalam bidang tari. Salah satunya adalah penyampaian materi dari dua sosok hebat asal Banyuwangi, Subari Sofyan dan Slamet Diharjo, untuk membagikan jiwa kebudayaannya.

Slamet Diharjo saat mempraktikkan penggunaan udeg sebagai ikat kepala khas Banyuwangi
Menjadi pemantik pertama, Slamet Diharjo, memulai materi dengan memperkenalkan keunikan dan keindahan tarian tradisional Banyuwangi. Tak hanya soal gerakan tarian, seniman yang terlah berkiprah sejak 2007 ini juga memperkenalkan udeng, ikat kepala yang sering digunakan bersama dengan pakaian adat khas Banyuwangi.
penari kontemporer profesional asal Banyuwangi, Subari Sofyana bersama para mahasiswa anggota Klub Tari Nritya Nusantara dan pelatih
Lebih lanjut, Subari Sofyan, seorang penari kontemporer profesional, turut membagikan pengalamannya dalam sesi tersebut. Ia mengajak mahasiswa untuk melampaui batasannya dan menggali ekspresi diri mereka melalui gerakan tubuh. Melalui sentuhan kontemporer, ia juga mendorong para peserta untuk membebaskan diri dari keterbatasan dengan menggali kreativitas yang mendalam.
Selain sesi pembelajaran, Fattah melanjutkan, para mahasiswa juga diajak untuk berlatih secara intensif. Mereka membentuk kelompok kecil untuk saling membantu dan mendukung satu sama lain dalam merangkai gerakan-gerakan tari yang indah. “Dengan melakukan tarian bersama, mereka dapat mengejar kesempurnaan dalam setiap gerakan dilakukan,” tuturnya.
Pemandangan Villa Kerawang Banyuwangi, lokasi pelatihan studi banding Klub Nritya Nusantara AMN
Menutup rangkaian kegiatan, para mahasiswa diajak untuk mengeksplor keindahan alam Banyuwangi dengan mengunjungi objek wisata lokal dan merasakan keunikan budayanya. Pulang dengan semangat yang membara, berharap dapat terus mengembangkan bakat dan kecintaan mereka terhadap tarian daerah. “Tarian akan menjadi kendaraan kita dalam semangat berbudaya, memperkuat kebangsaan, dan menumbuhkan harapan paling tinggi di Bumi,” pungkas Fattah. (ash)
메타데이터
- post_id
- 7becbb8a4716
- slug
- menapaki-kekayaan-budaya-klub-tari-amn-singgahi-desa-penari-di-banyuwangi-7becbb8a4716
- url
- https://medium.com/@jurnalistik.amn/menapaki-kekayaan-budaya-klub-tari-amn-singgahi-desa-penari-di-banyuwangi-7becbb8a4716
- canonical_url
- https://medium.com/@jurnalistik.amn/menapaki-kekayaan-budaya-klub-tari-amn-singgahi-desa-penari-di-banyuwangi-7becbb8a4716
- author_url
- https://medium.com/@jurnalistik.amn
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-24 18:22:41