Turun-Temurun Mengukir Keindahan
Minggu kemarin saya punya kesempatan untuk mampir ke UD. Fandi, tempat produksi mebel tradisional yang terletak di Dsn. Pilang…
Turun-Temurun Mengukir Keindahan

Tempat Produksi Mebel UD. Fandi (Pict by Writer)
Minggu kemarin saya punya kesempatan untuk mampir ke UD. Fandi, tempat produksi mebel tradisional yang terletak di Dsn. Pilang, Susukanrejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Lokasinya agak tersembunyi di pedesaan Jawa Timur, tetapi begitu saat saya melangkah masuk, aroma khas kayu jati menyambut. Berbeda dengan bisingnya mesin-mesin modern, di sini yang dominan adalah suara manual. Bunyi pahat dan pukulan palu menempa kayu menjadi simfoni rutin. Di sinilah proses pembuatan mebel dilakukan secara manual dan penuh ketelitian.
Sejak berdiri tahun 2005, bengkel ini bukan sekadar tempat usaha, melainkan ruang hidup yang mengalirkan darah seni ukir turun-temurun dalam keluarga. Ilmu mengolah kayu, memilih bahan, hingga teknik memahat diwariskan dari generasi sebelumnya.
“Di sini semua masih manual, Dik. Lebih banyak mengandalkan tangan,” ujar Lilik Mukaromah, kakak kandung pemilik UD. Fandi.

Proses pemahatan ukiran (Pict By Writer)
Para pengrajin, dengan teliti dan penuh konsentrasi, duduk dekat dengan benda kerja mereka. Jari-jari mereka mencengkeram pahat berujung tajam dengan erat, mengikuti garis-garis desain yang telah mereka buat. Fokus utama UD. Fandi adalah menciptakan furnitur kayu menggunakan teknik ukiran. Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi dan waktu yang cukup lama. Setiap detail ukiran dikerjakan dengan tangan dan tidak ada cetakan yang digunakan.
“Yang paling butuh kesabaran ya di ukir ini. Satu ukiran salah sedikit, motifnya bisa berubah. Harus pelan, tapi pasti,” jelas Lilik sambil menemani saya berkeliling.
Produk yang mereka hasilkan beragam, mulai dari kursi dan meja hingga perabot rumah tangga lainnya dengan ukiran yang khas. Banyak pesanan datang dari pelanggan yang mencari sentuhan tradisional pada furnitur mereka.

Produk mebel yang siap dikirim (Pict By Writer)
Tidak hanya dipasarkan di sekitar Pasuruan. Produk mebel yang telah selesai dikerjakan biasanya dikirim ke berbagai daerah. Beberapa tujuan pengiriman meliputi Gresik, Tulungagung, Blitar, Banyuwangi, Jember, Situbondo, dan Bojonegoro, hingga ke Kalimantan.
Kunjungan kali ini meninggalkan kesan yang sulit diabaikan. Setiap pahatan menunjukkan proses panjang yang tidak bisa dipercepat. UD. Fandi membuktikan bahwa kerajinan tradisional masih relevan, selama dikerjakan dengan komitmen dan rasa tanggung jawab. Tempat ini menjadi pengingat bahwa nilai sebuah karya tidak hanya terlihat dari hasil akhirnya, tetapi dari tangan dan proses yang membentuknya.
Buat kalian yang di Pasuruan atau sekitarnya, boleh coba mampir ke sini. Nggak cuma beli mebel, tetapi juga belajar apresiasi budaya lokal.
Ditulis oleh: Alya Sabita Naurah Rayyani
Mahasiswa Film dan Televisi
ISI Surakarta
메타데이터
- post_id
- 7c121cb65e39
- slug
- turun-temurun-mengukir-keindahan-7c121cb65e39
- url
- https://medium.com/@leaarsyaa/turun-temurun-mengukir-keindahan-7c121cb65e39
- canonical_url
- https://medium.com/@leaarsyaa/turun-temurun-mengukir-keindahan-7c121cb65e39
- author_url
- https://medium.com/@leaarsyaa
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-24 18:57:25