Ketika Kita Berjumpa — Sebelum Menang
dua Jantung di tengah deru Reformasi — segara ali, 1998.
Ketika Kita Berjumpa — Sebelum Menang

dua Jantung di tengah deru Reformasi — segara ali, 1998.
Aku tak memiliki nama tetap, setiap hari di kepung dengan iming-iming yang sama. terkadang aku lahir sebagai jaya kusuma dari ujung Jogja, kadang sebagai biru dari kepulauan maluku kadang pula sebagai segara Ali.
hidup dalam gorong-gorong tetapi memaksa revolusi adalah hal konyol yang pernah ku ketahui, di kepung dari segara penjuru pulau hanya untuk ditanya, disiksa sepuas hati, dijadikan mainan pemuas nafsu jikalah dia wanita.
di dalam ruangan gelap itu, tak pernah aku berharap akan keluar kalaupun aku mati membusuk di atas kasur, aku tak masalah. “kamu udah mengabari Sekar?” pertanyaan terbentuk tanpa tahu akan jawaban — masihkah sekar merindukan ku? atau dia sekarang sudah memiliki laki-laki lain yang tak sekonyol diriku yang memaksa revolusi ini?
메타데이터
- post_id
- 7ca214ec2e45
- slug
- ketika-kita-berjumpa-sebelum-menang-7ca214ec2e45
- url
- https://medium.com/@sitiasminah423/ketika-kita-berjumpa-sebelum-menang-7ca214ec2e45
- canonical_url
- https://medium.com/@sitiasminah423/ketika-kita-berjumpa-sebelum-menang-7ca214ec2e45
- author_url
- https://medium.com/@sitiasminah423
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-13 14:08:30