← Back to list

After Years, A Text

Hujan Di saat Senja.

Rayi Tsabitahlemuela · 2026-06-20 01:59 · 0 claps · 2.3 min read
#romace #writing
Open on Medium ↗

After Years, A Text

Hujan Di saat Senja.

Sore itu langit terlihat muram, rintikan air mulai terasa menyentuh kulit.

Raeya tersenyum di depan cafe sambil melambaikan tangannya ke sahabatnya, Arin.

Raeya, gw duluan ya!

Seru Arin sambil melambaikan tangan halus nya ke arah Raeya.

Iya Rin!, Hati hati!

Balas Raeya.

Hujan semakin lebat di sore itu, Raeya menggenggam sweater garis garis nya yang sudah mulai basah di guyur air hujan.

Raeya melihat ke kanan dan ke kiri sambil mengoceh karna jemputan nya tak kunjung datang.

Aduh, ayah mana sih, katanya mau jemput.

Sepuluh menit berlalu, gadis rambut pendek itu masih berdiri di depan cafe yang semakin sepi.

Suara langkah kaki terdengar dari samping, seperti mendekat ke arah Raeya.

Jangan hujan hujanan nanti lu sakit.

Suara itu berat, tapi halus, membuat Raeya langsung menoleh ke samping.

Ia kaget saat melihat lelaki yang sedang memegang payung yang melindungi diri nya dari hujan.

Raffa?

Batin Raeya

Benar, lelaki itu adalah Raffa, Raffa Adinata yang selalu Raeya singgung di setiap pembicaraan nya bersama Arin.

Kenapa diem aja? Raeya?

Lelaki dengan tinggi 178 cm itu menepuk bahu Raeya yang masih terpaku dengan keberadaannya.

Ah, gapapa, gw kaget aja tiba tiba ada lo.

Jawab Raeya dengan perasaan yang campur aduk.

Kenapa lo sendirian disini? ini hujan, nanti lo sakit.

Obrolan itu terus dilanjut oleh Raffa, yang terlihat khawatir dengan Raeya.

Gw lagi nunggu ayah gw, katanya tadi mau jemput.

Jawab Raeya.

Kalo masih lama bareng gw aja, ini udah mau malem Raeya. Ga baik anak perempuan malem malem gini masih diluar rumah.

Pernyataan itu membuat Raeya kaget, sudah lama dia tidak bertemu dengan Raffa, kenapa ada perasaan canggung di hati nya.

Udah ayo, gapapa ga ngerepotin, lo nanti tunjukin aja jalan ke rumah lo.

Lanjut Raffa.

Raeya hanya mengangguk kecil sambil tersenyum.

Makasih ya Raff.

Aman aja.

Balas Raffa hangat sambil tersenyum dan langsung bergegas menuju motor nya.

Raeya, gw beruntung banget bisa ketemu lo di ketidaksengajaan ini, i miss u.

Batin Raffa yang sedari tadi berbicara banyak hal tentang Raeya.

Motor itu berhenti di depan rumah tingkat dua dengan penerangan cukup dan jendela yang mulai ditutup karna matahari sudah tenggelam. Dari depan pagar terlihat seorang perempuan yang berdiri di depan pintu, Bunda Raeya.

Bunda, Raeya pulang!

Raeya, kok kamu baru pulang? ini hujan loh.

Iya Bun, tadi katanya ayah mau jemput, tapi Raeya tunggu ga dateng dateng.

Owalah, oh iya, itu siapa yang nganter kamu?

Raffa Bun.

Hah? Raffa?, Raffa Adinata, yaampun Bunda sudah lama tidak bertemu dengannya.

Eh, Raffa, ayo masuk dulu, baju kamu basah itu, nanti sakit.

Sambut Bunda Raeya yang khawatir dengan keadaan Raffa yang baju nya basah kuyup karna hujan yang terus turun selama di perjalanan.

Eh, iya Tante, gausah soalnya Bunda udah nungguin di rumah.

Tolak Raffa dengan sopan.

Yang bener?, itu baju kamu basah. Ganti baju dulu nanti masuk angin.

Bunda Raeya yang terus mendesak agar Raffa tidak pulang terlebih dahulu, dan beristirahat sebentar di rumah Raeya.

Iya Tante gausah, makasih ya Tante, Raffa duluan.

Raffa sempat melihat ke Raeya, mata Raeya berkaca kaca karna dia sudah lama tidak melihat Raffa dan terus mencari tau keberadaannya.

Raffa tersenyum ke Raeya.

Raeya langsung membalas senyuman itu dengan hangat, dan mata yang berbinar, bercampur dengan air mata yang berteriak keluar dan mengalir.

Hati hati ya Raffa, makasih udah nganter Raeya!, salam buat Bunda kamu!

Teriak semangat dari Bunda Raeya.


메타데이터
post_id
7cd38ec85a9b
slug
after-years-a-text-7cd38ec85a9b
url
https://medium.com/@rayitsabitahlemuela/after-years-a-text-7cd38ec85a9b
canonical_url
https://medium.com/@rayitsabitahlemuela/after-years-a-text-7cd38ec85a9b
author_url
https://medium.com/@rayitsabitahlemuela
status
ok
fetched_at
2026-07-13 15:25:25