← Back to list

After Reading: Pasien — Naomi Midori

Nyatanya kita tidak pernah benar-benar tahu isi kepala manusia yang ada di hadapan kita.

Krisan · 2026-06-02 07:29 · 0 claps · 2.1 min read
#after-reading #reflections #pasien #naomi-midori #thriller-novel
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing ✍️ · Writing & Creative 📚 · Books & Reading

After Reading: Pasien — Naomi Midori

Nyatanya kita tidak pernah benar-benar tahu isi kepala manusia yang ada di hadapan kita.

Berpapasan dengan manusia adalah hal biasa. Walaupun bagi sebagian besar introvert, berada di kerumunan orang atau hanya sekedar berbincang dengan orang baru akan jauh lebih menakutkan sekaligus melelahkan. Namun manusia random yang kita temui itu bisa berubah menjadi sosok di dekat yang tidak ingin kita temui. Awalnya semua manusia asing akan nampak sama, tapi saat kita bersimpangan sedikit lebih dekat, kita akan menemui bahwa mereka berbeda. Ada manusia yang ingin kita dekati dan ada yang kita sesali pernah menyapa mereka.

Pengalaman kompleks ini dialami oleh para tokoh dalam novel berjudul “Pasien” oleh Naomi Midori. Novel yang menjadi wishlist-ku sejak awal diterbitkan namun baru dapat kubaca berkat kebaikan seorang teman yang meminjamkan bukunya kepadaku. Kembali lagi, novel ini hanya berisi tiga tokoh utama saja namun satu tokoh membawa serta keluarganya untuk diceritakan.

Jujur saja, novel ini sesuai dengan ekspektasiku saat pertama kali melihatnya di sosial media. Plot yang membuat pembaca turut berpikir dapat memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan. Tokoh dengan ragam karakter dan pola pikir menghidupkan cerita dalam novel ini.

Berbicara tentang tokoh-tokoh dalam novel “Pasien” ini, aku menyukai karakter tokoh utamanya yang nyentrik. Walaupun dalam hal ini aku bingung, siapa sebenarnya si pasien itu, namun kedua tokoh utama memiliki sudut pandang yang menarik terhadap satu sama lain. Mereka seperti cermin yang saling merefleksikan diri mereka sendiri.

Bermula dengan pertemuan yang akhirnya aku ragu apakah itu benar-benar tak sengaja atau disengaja, berlanjut dengan kedua tokoh yang duduk berdekatan untuk berbagi kisah. Pertemuan itu terjadi mungkin sebanyak lima atau enam kali saja, di sebuah gazebo dengan pemandangan taman yang terawat baik, terkadang juga pada sebuah ruangan tertutup dengan suasana yang santai. Cocok untuk berbagi kisah yang senang, sedih, biasa saja, atau sedikit mencekam.

Melalui percakapan kedua tokoh dan kisah yang dibagikan, fokusku ada pada pola pikir setiap tokoh. Sangat menarik membaca cara berpikir manusia yang kedalamannya tak pernah diketahui. Bak melemparkan kerikil ke lautan, tak ada yang tahu seberapa dalam kerikil tersebut akan mendarat. Pemikiran manusia setidaknya begitu, bentuk fisik yang ditangkap indra akan mudah sekali terukur, tingginya, beratnya, lebarnya, semua terukur bahkan dalam ukuran inci.

Namun yang ada pada hati dan pikirannya, tak ada yang dapat memastikan persis kondisinya. Manusia selamanya adalah makhluk kompleks yang berevolusi tanpa henti. Terkejut dan was-was menjadi alat bertahan hidup di tengah manusia-manusia asing dengan topengnya masing-masing. Kesan utama yang kutangkap dalam novel ini adalah, manusia sangat misterius. Jika tidak waspada, yang kita temui bisa jadi adalah manusia yang berbahaya.

Bagiku, pertanyaan utama penulis yaitu “is human nature basically good or basically evil?” menjadi refleksi seumur hidup dan cermin dalam genggaman untuk menilai manusia yang berpapasan denganku.

Saat membaca novel ini, pembaca akan bertemu dengan para tokoh dengan ragam dirinya sebagai manusia. Ada tokoh dengan penampilan biasa namun memiliki jalan pikiran yang nyentrik, terkadang cenderung ekstrim. Ada tokoh yang berusaha tampil biasa dan banyak mengendalikan diri serta ekspresinya, namun hatinya bergejolak mendengar kisah yang diceritakan lawan bicaranya. Ada tokoh yang pasif namun selalu hadir dan menyaksikan interaksi kedua tokoh utama dalam senyap yang mencurigakan. Ada satu keluarga besar dengan perangai yang sangat familiar di masyarakat namun mungkin mereka adalah manusia yang dihindari semua orang.


메타데이터
post_id
7d0d2b1371bd
slug
after-reading-pasien-naomi-midori-7d0d2b1371bd
url
https://medium.com/@krisanwrites/after-reading-pasien-naomi-midori-7d0d2b1371bd
canonical_url
https://medium.com/@krisanwrites/after-reading-pasien-naomi-midori-7d0d2b1371bd
author_url
https://medium.com/@krisanwrites
status
ok
fetched_at
2026-07-13 06:23:13