← Back to list

Buku Kenangan

Hari ini ketika sedang membereskan kamar, aku menemukan buku kenangan wisuda. Satu-satunya hal yang terkenang dari momen wisudaku empat…

yundaily · 2021-07-20 09:28 · 0 claps · 1.8 min read
#deary
Open on Medium ↗

Buku Kenangan

Hari ini ketika sedang membereskan kamar, aku menemukan buku kenangan wisuda. Satu-satunya hal yang terkenang dari momen wisudaku empat tahun lalu, adalah tentang dia yang juga wisuda di hari itu. Hanya saja, kami berbeda kloter. Dia kloter wisuda pagi hari, sedangkan aku siang hari. Kampus kami selalu meluluskan ribuan wisudawan sehingga upacara wisuda selalu dibagi ke dalam dua kloter.

dokumen pribadi

dokumen pribadi

Aku beruntung tahun 2017 adalah tahun yang sangat berbeda dengan kondisi saat ini. Sehingga aku bisa menghadiri upacara wisuda sarjanaku, dan bahkan berfoto dengan teman-temanku seusai acara.

Saat itu, aku memang sudah tahu bahwa aku dan dia akan wisuda di hari yang sama. Sayang sekali, aku tak bisa bertemu dengannya.

Selain ijazah dan transkip nilai, pihak kampus memberi buku kenangan wisuda. Di dalam buku itu terdapat daftar para peserta wisuda, mulai dari nama sesuai fakultas, IPK, bahkan hingga judul skripsi. Dan selama ini, aku selalu berpikir bahwa apa yang tertera dalam buku itu hanya peserta wisuda sesuai kloter saja. Padahal aku selalu berharap bisa melihat profilnya meski itu hanya foto formalnya beserta nama dan tanggal ulang tahunnya yang sudah aku ketahui di luar kepala.

Tapi ketika hari ini aku menemukan buku kenangan itu lagi, entah mendapat dorongan dari mana, aku membuka dengan asal dari halaman belakang. Aku terkejut ketika mendapati ada daftar wisudawan dari fakultas lain, yang seingatku bukan termasuk dalam kloter siang. Aku masih ingat fakultas mana saja yang menjalani prosesi wisuda dengan fakultasku sendiri. Jantungku berdebar, dan senyumku mengembang seketika. Berarti fakultas dia juga ada di dalam buku itu, kan?

Aku menelusuri halaman demi halaman hingga menemukan yang aku cari. Fakultasnya! Kini tak hanya jantungku yang berdebar, tanganku juga ikut gemetar. Berbarengan dengan perasaan menyesal mengapa aku terlambat menyadari ini.

Aku nyaris menangis bahagia ketika akhirnya menemukan profilnya. Di dalam foto formal khas foto ijazah, dia tersenyum. Terlihat tampan. Aku membaca namanya dengan haru. Lalu lanjut menelusuri setiap detail informasi tentangnya yang separuhnya telah begitu familiar bagiku. Seketika aku lupa akan rencanaku menyimpan kembali buku itu ke dalam map.

Aku akhirnya mengetahui bahwa aku dan dia memiliki banyak kesamaan. Garis senyum bahagiaku berganti menjadi senyum pahit, karena aku sadar tak peduli berapa banyak kesamaan yang aku miliki dengannya, satu perbedaan besar itu tetap tak dapat ditutupi. Perbedaan yang membuatku tak bisa lagi mengharapkannya.

Aku memeluk buku kenangan itu sebelum memasukkannya ke dalam map plastik besar. Perasaan miris masih menguasai hatiku. Namun setidaknya kini aku punya sesuatu yang bisa aku buka setiap aku merindukannya. Karena terkadang, mengunjungi media sosialnya sedikit membuatku sedih.

Meski aku dan dia tak akan pernah bisa bersama, setidaknya kami berada di dalam satu buku kenangan yang sama.


메타데이터
post_id
7d35b41d485a
slug
buku-kenangan-7d35b41d485a
url
https://medium.com/@yundaily/buku-kenangan-7d35b41d485a
canonical_url
https://medium.com/@yundaily/buku-kenangan-7d35b41d485a
author_url
https://medium.com/@yundaily
status
ok
fetched_at
2026-07-28 03:34:09