← Back to list

Junkeans: Menjahit Keberlanjutan dari Denim Bekas ala Mahasiswa UNESA

Junkeans tidak lahir dari ruang kelas desain, juga bukan dari latar belakang fashion. Brand ini justru tumbuh dari kegelisahan sekelompok…

Nanda Triaini · 2025-12-20 13:56 · 0 claps · 2.3 min read
#unesa #junkeans #fashion #sustainable-fashion #sustainability
Open on Medium ↗
Wiki topics: ESG · ESG & Sustainability 👗 · Fashion

Junkeans: Menjahit Keberlanjutan dari Denim Bekas ala Mahasiswa UNESA

Junkeans tidak lahir dari ruang kelas desain, juga bukan dari latar belakang fashion. Brand ini justru tumbuh dari kegelisahan sekelompok mahasiswa Akuntansi dan Ekonomi Universitas Negeri Surabaya yang menyadari satu hal sederhana: industri fashion yang kita nikmati sehari-hari menyimpan persoalan besar bernama fast fashion. Di balik kemudahan dan tren yang cepat berganti, terdapat jejak konsumsi berlebih dan limbah tekstil yang terus menumpuk.

Sebagai mahasiswa, kami terbiasa berbicara tentang efisiensi, laba, dan strategi bisnis. Namun melalui Junkeans, kami belajar bahwa bisnis juga tentang pilihan — apakah kita hanya ingin menciptakan produk, atau juga menciptakan dampak. Dari kegelisahan inilah Junkeans mulai dirajut: sebagai upaya kecil untuk menghadirkan fashion yang lebih sadar dan bertanggung jawab.

Mahasiswa Prodi Ekonomi (Radia, Salsa, Ruhan, dan Daffa) bersama mahasiswa Prodi Akuntansi (Agnes, Beryl, dan Nanda) memilih Bootcamp Kewirausahaan (BONEK) sebagai program mobilitas kampus yang ditempuh di Universitas Negeri Surabaya. Pilihan ini lahir dari ketertarikan kolektif pada dunia fashion sekaligus dorongan untuk mengambil peran dalam isu fast fashion yang semakin mendesak. “Walaupun bukan dari program studi fashion, kami melihat fast fashion sebagai isu gaya hidup dan bisnis yang sangat genting terhadap keberlanjutan. Dari situ, kami tergerak untuk menjawab tantangan ini,” ujar Salsa, salah satu pencetus Junkeans.

Keunikan Junkeans: Ketika Limbah Denim Menjadi Identitas

Berbeda dari brand fashion pada umumnya, Junkeans tidak memulai desain dari kain baru, melainkan dari apa yang sudah ada. Setiap produk Junkeans berasal dari limbah denim — jeans bekas dengan warna, tekstur, dan jejak pemakaian yang berbeda-beda. Perbedaan inilah yang membuat setiap produk Junkeans tidak pernah benar-benar sama.

Keunikan desain Junkeans terletak pada cara kami memperlakukan keterbatasan sebagai kekuatan. Jahitan lama, gradasi warna pudar, hingga bekas lipatan tidak dihapus, melainkan dipertahankan sebagai bagian dari karakter produk. Bagi Junkeans, denim bekas bukan bahan cacat, tetapi medium untuk bercerita — tentang konsumsi, keberlanjutan, dan kesempatan kedua.

Dibimbing Ruze.go: Menjahit dengan Pengalaman Nyata

Dalam proses produksinya, Junkeans dibimbing oleh mitra kami, Ruze.go, sebuah UMKM yang telah lebih dulu dikenal sebagai produsen vest dari jeans bekas. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam membentuk kualitas produk sekaligus arah desain Junkeans.

Bersama Ruze.go, limbah denim dipilah dan diolah dengan pendekatan yang mengutamakan pemanfaatan material secara maksimal. Satu celana jeans dapat diubah menjadi lebih dari satu produk, sementara sisa potongan kecil diupayakan agar tetap bernilai guna. Pendekatan ini menegaskan bahwa menjahit keberlanjutan bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga tentang proses yang bertanggung jawab.

Junkeans Bukan Sekadar Produk, tetapi Pilihan

Junkeans bukan sekadar produk fashion, melainkan pilihan — tentang bagaimana kami memandang konsumsi, produksi, dan tanggung jawab. Memilih Junkeans berarti memilih untuk lebih sadar terhadap asal-usul pakaian yang dikenakan, proses di baliknya, dan dampak yang ditinggalkan.

Dari pilihan inilah dampak mulai dibangun. Dengan memanfaatkan limbah denim, Junkeans berkontribusi pada upaya pengurangan sampah tekstil dan mendorong praktik produksi yang lebih bertanggung jawab, sejalan dengan SDG 12: Responsible Consumption and Production. Kolaborasi dengan UMKM lokal seperti Ruze.go juga menjadi bagian dari dukungan terhadap SDG 8: Decent Work and Economic Growth, melalui penguatan usaha berbasis keterampilan dan keberlanjutan.

Namun, perjalanan ini tidak bisa berjalan sendiri. Keberlanjutan selalu membutuhkan keterlibatan banyak pihak — produsen, konsumen, dan komunitas. Jika kamu ingin menjadi bagian dari cerita Junkeans, kamu bisa mendukung kami dengan langkah sederhana: mengenakan produk upcycled, membagikan cerita ini, atau mendonasi jeans bekas untuk mendukung proses produksi dan pengembangan Junkeans ke depannya.


메타데이터
post_id
7d5ead7929dd
slug
junkeans-menjahit-keberlanjutan-dari-denim-bekas-ala-mahasiswa-unesa-7d5ead7929dd
url
https://medium.com/@nandatriaini25/junkeans-menjahit-keberlanjutan-dari-denim-bekas-ala-mahasiswa-unesa-7d5ead7929dd
canonical_url
https://medium.com/@nandatriaini25/junkeans-menjahit-keberlanjutan-dari-denim-bekas-ala-mahasiswa-unesa-7d5ead7929dd
author_url
https://medium.com/@nandatriaini25
status
ok
fetched_at
2026-07-14 01:40:41