← Back to list

Liburan singkat with Boyfriend, Michael.

Suara berisik; teriakan dan barang yang dipindahkan secara cepat menghiasi kediaman Kamala dan Michael; yang sepertinya lebih cocok disebut…

Aristawidya L. · 2024-12-21 11:54 · 0 claps · 4.1 min read
#gideon #michael #ayu #kamala
Open on Medium ↗

Liburan singkat with Boyfriend, Michael.

Suara berisik; teriakan dan barang yang dipindahkan secara cepat menghiasi kediaman Kamala dan Michael; yang sepertinya lebih cocok disebut rumah bersinggah dikala weekend. Suara-suara itu disebabkan mereka yang buru-buru mengemasi barang-barang yang mereka butuhkan untuk liburan singkat.

Kenapa singkat? Mereka hanya mendapatkan jatah libur sebanyak 3 hari di sela-sela pekerjaan mereka yang begitu padat. Dan usul liburan dadakan ini berasal dari gadis cantik yang sedang menyusun pakaian yang akan mereka gunakan selama liburan. Yap, dari Kamala.

Entah bagaimana caranya ia mengetahui jadwal kosong kekasihnya, bahkan lelaki tampang berperawakan tegas itu tidak memberitahu Kamala sebelumnya. Cerita panjang 3 hari kedepan berasal dari Kamala yang iseng memberikan pilihan berupa 2 kertas yang berisi dua pilihan yang berbeda.

Dan untung Michael memilih pilihan yang tepat. Berterima-kasihlah kepada dewi keberuntungan yang masih memihak padanya.

“Sayang, ini handuknya sama alat mandi. Apalagi yang di bawa, ya?” Ujar Michael seraya memberikan barang pada kekasihnya.

Kamala yang mendengar hanya menghela nafas, “Kita cuma 3 hari, jangan bawa banyak deh. Tinggal beli kalau kurang, Babe.” Tutur Kamala.

Lelaki itu hanya menoleh dan kembali mencari barang apa yang harus dibawa tanpa menanggapi perkataan kekasihnya. Semakin lama melihat pria bertubuh besar berjalan mondar-mandir, membuat perasaan kesal di hati Kamala.

“Sekali lagi aku lihat kamu mondar-mandir, aku batalin liburannya.” Ancam Kamala sambil menatap tajam tepat pada mata Michael. Seketika lelaki itu menelan ludahnya dengan susah payah. “Duduk.”

Layaknya anak anjing, Michael langsung menurut, duduk di pinggir kasur dengan mulut yang tertutup rapat. Bahkan ia hanya menatap perempuannya yang sibuk menyusun barang-barang. Lelaki itu ingin membantu, namun rasa takut liburannya akan batal jauh lebih besar.

Setelah selesai, Kamala berbalik dan mendapati kekasihnya hanya diam, menatapnya. Ekspresi dari Michael, membuat Kamala terkekeh gemas. Tepat seperti anak anjing. Sangat menggemaskan.

Kamala melangkah mendekat dan berdiri tepat di hadapan kekasihnya ,”Maaf, ya, sayangku. Misalnya nanti kurang, kita tinggal beli aja, okay?” Ucapnya dengan lembut, tak lupa mengelus pipi tirus Michael.

“Kama gak marah lagi?” Tanyanya dengan pelan, seperti takut akan kena marah lagi.

“Kama gak marah lagi, sayang. Maafin Kama, ya.” Tuturnya Kamala begitu lembut. Anggukan antusias diberikan pada Kamala, lengkap dengan senyuman manis yang menghiasi wajah Michael.

“Seneng? Ayo, jalan sekarang, mumpung belum ketinggalan sunset.” Sambung gadis itu, mematik semangat Michael.

Dengan cekatan, Michael mengambil dua tas besar dan kunci mobil yang tergeletak di atas meja. Sedangkan Kamala, mengambil tas kecil, guna menaruh ponselnya dan kekasihnya. Tak lupa barang penting lainnya; dompet Michael. Bisa apa mereka kalau tidak ada dompet lelaki kekar itu?

Perjalanan panjang Michael tempuh, demi bisa menikmati liburannya bersama sang kekasih jauh hiruk pikuk kota. Meski lama, Michael tak merasa lelah sedikitpun, sebab Kamala tengah asik berbicara panjang lebar sambil memakan cemilan yang memang Michael sediakan di dalam mobilnya.

Gadis itu menolak untuk tidur di saat kekasihnya menyuruhnya untuk tidur. Ia berdalih ingin menemani kekasihnya agar pria bertubuh besar itu bisa terjaga selama perjalanan.

Secara mengejutkan, Kamala mengeluarkan sebuah kamara dan mengarahkan pada dirinya. Setelah memastikan kamera telah menyala, lantas ia mulai berbicara, “Ekhem, Hello Bello! Matahari cerah menghiasi langit biru, Kamala di sini siap menunjukkan lautan biru!” Tutur gadis itu pada kamera.

“Ga nyambung sih, tapi gapapa, yang nyambung cuma hubungan ku sama pacarku. Vlog super dadakan dan liburan dadakan bersama aku, Kamala dan pacar aku. Gausah aku kenalin deh, nanti kalian naksir. Nih si Michael, siap nganterin aku kemanapun! Say hi, love.” Lanjut Kamala lalu mengarahkan sekilas ke arah Michael yang fokus menyetir. Pria itu menoleh sekilas dan tersenyum pada kamera.

“Kedepannya, mungkin kami ga banyak bicara, karena ini vlog singkat dari liburan singkat. Jadi, sesekali aku informasi tentang tempat-tempat yang kita datangi, ya! Enjoy!” Ujar Kamala sambil mengarahkan tangannya pada kamera dan mematikan kamera.

“Tiba-tiba banget bikin vlog?” Tanya Michael yang sesekali melirik pada Kamala.

“Pengen sih, mau ngebagiin gimana artis liburan singkat. Toh ga banyak juga yang mau bagiin, tenang aja.” Jelas gadis itu seraya mempersiapkan kameranya. Sedangkan pria itu hanya mengangguk mendengar jawaban kekasihnya.

Mobil itu terparkir setelah melewati perjalanan yang panjang. Gadis dengan rambut terurai, mulai turun dengan kamera di tangannya. Segera berlari ke arah bibir pantai. Tanpa ia sadari, kekasihnya turut mengarahkan kamera miliknya dan memotret gadis cantik itu.

Namun suara potret dari kamera Michael membuat Kamala menoleh, dan lagi-lagi Michael memotret gadis itu tepat saat ia menoleh. Menghasilkan foto yang begitu cantik, dari pemandangan matahari terbenam dan gadis cantik pujaan hatinya.

“Mau jalan-jalan, sayang? Abis itu kita dinner, mau?” Tanya Michael yang telah selesai memotret.

“Mau banget. Yuk!” Seru Kamala seraya menggenggam tangan Michael. Ia bawa langkah kaki jenjangnya menyusuri bibir pantai dengan pasir putih, menarik kekasihnya sambil menikmati warna jingga dan biru bersatu di langit.

Puas sudah mereka berjalan di atas pasir. Saatnya mereka duduk dan menikmati bagaimana matahari yang mulai hilang di seberang laut sana.

Kamala mempersiapkan kameranya dan menaruhnya tak jauh dari tempat mereka duduk. Setelah selesai, lantas Kamala menghampiri kekasihnya dan duduk tepat di samping Michael. Lengan besar Michael langsung ia gandeng dan ia jadikan sandarannya.

Sang empu menoleh dan terkekeh geli melihat bagaimana kekasihnya nyaman menyandar pada lengannya, “Jadi gini pamernya, ya?” Goda Michael.

“Iyalah, mereka cuma bisa lihat, ga bisa ngerasain nyender di lengan gede mu ini. Duh, lucky me.” Sahut Kamala seraya memejamkan matanya.

Lucky me too, sayang. Terima kasih, ya? I love you so much, Kamala” Tutur tulus Michael sembari mengusap surai legam gadis cantiknya.

I love you so much more, Michael.” Ujar Kamala.

Tepat saat matahari tak terlihat oleh mata mereka, di situlah mereka beranjak menuju ke restoran terdekat. Tak lupa Kamala mengambil kameranya dan mematikannya.

Perjalanan liburan mereka masih terus berlanjut. Dengan keseruan yang lebih menyenangkan dan hal-hal tak terduga terjadi akibat ide Kamala, yang bisa jadi menguntungkan bisa juga tidak. Namun Michael hanya mengikuti kekasihnya dengan sesekali ia beri saran bila Kamala melakukan kesalahan.

Mereka takkan berhenti di 3 hari saja, kisah dan keseruan mereka akan berlanjut, Dan biarlah hanya mereka yang mengetahuinya. Tetapi berharap Kamala akan membagikannya secara sukarela.

Sayang, selamat 3 bulannya. Aku sangat mencintaimu sampai kapanpun. Tetap bersamaku dan mengukir kisah indah bersama. I’ll always stay with you, till the end. — Ideline Kamala.


메타데이터
post_id
7e4e6e0b04bf
slug
liburan-singkat-with-boyfriend-michael-7e4e6e0b04bf
url
https://medium.com/@Pyrimadona/liburan-singkat-with-boyfriend-michael-7e4e6e0b04bf
canonical_url
https://medium.com/@Pyrimadona/liburan-singkat-with-boyfriend-michael-7e4e6e0b04bf
author_url
https://medium.com/@Pyrimadona
status
ok
fetched_at
2026-06-09 15:37:30