← Back to list

Kenapa Presiden Prabowo Menyebut Orang Desa Tidak Pakai Dollar?

1. Maksud Utama: Kehidupan Sehari-hari Masyarakat Desa Menggunakan Rupiah

Bayualamsyah · 2026-06-14 13:56 · 0 claps · 2.6 min read
#president #prabowo #desa #indonesia #dollar
Open on Medium ↗

Sumber: Youtube/Sekretariat Presiden dan Bisnis.com

Sumber: Youtube/Sekretariat Presiden dan Bisnis.com

Kenapa Presiden Prabowo Menyebut Orang Desa Tidak Pakai Dollar?

1. Maksud Utama: Kehidupan Sehari-hari Masyarakat Desa Menggunakan Rupiah

Secara faktual, mayoritas masyarakat Indonesia, terutama di pedesaan, melakukan transaksi menggunakan rupiah. Mereka membeli beras, sayur, pupuk, bensin, kebutuhan rumah tangga, hingga berbagai jasa lokal dengan mata uang rupiah.

Petani di desa tidak datang ke pasar membawa dolar Amerika Serikat untuk membeli cabai atau pupuk. Dalam konteks ini, pernyataan tersebut benar secara praktis. Kemungkinan besar Prabowo ingin menekankan bahwa ekonomi domestik Indonesia pada dasarnya berjalan menggunakan rupiah, bukan dolar.

2. Namun, Apakah Nilai Dolar Tidak Berpengaruh?

Di sinilah pembahasannya menjadi lebih kompleks. Walaupun masyarakat desa tidak memegang dolar secara fisik, perubahan nilai tukar dolar tetap dapat memengaruhi kehidupan mereka secara tidak langsung.

Misalnya pada sektor pupuk. Indonesia masih mengimpor sebagian bahan baku pupuk. Ketika dolar naik dan rupiah melemah, biaya impor meningkat sehingga harga pupuk berpotensi naik. Akibatnya, petani ikut merasakan dampaknya melalui kenaikan biaya produksi.

Hal serupa terjadi pada BBM. Minyak dunia umumnya diperdagangkan menggunakan dolar AS. Ketika dolar menguat, biaya impor energi meningkat dan tekanan terhadap APBN bertambah. Pada akhirnya harga energi dapat terpengaruh, dan kenaikan biaya transportasi sering kali diikuti oleh kenaikan harga kebutuhan pokok.

Selain itu, beberapa komoditas pangan seperti gandum, kedelai, dan sebagian gula masih bergantung pada impor. Jika dolar naik, biaya impor meningkat sehingga harga barang ikut naik. Masyarakat desa akhirnya merasakan dampaknya melalui kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.

3. Sudut Pandang Ekonomi Makro

Kemungkinan besar Prabowo sedang menyampaikan pesan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia tidak boleh hanya diukur dari pergerakan dolar.

Indonesia memiliki lebih dari 280 juta penduduk, pasar domestik yang besar, konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari 50% PDB nasional, serta sumber daya alam yang melimpah. Dalam teori ekonomi, negara dengan pasar domestik yang kuat cenderung lebih tahan terhadap guncangan eksternal dibanding negara yang sangat bergantung pada ekspor.

Karena itu, pesan yang ingin dibangun kemungkinan adalah optimisme terhadap kekuatan ekonomi nasional.

4. Kritik Terhadap Pernyataan Tersebut

Sejumlah ekonom menilai bahwa pernyataan tersebut terlalu menyederhanakan persoalan. Alasannya, meskipun masyarakat desa tidak menggunakan dolar secara langsung, ekonomi modern sangat terhubung.

Nilai tukar dolar memengaruhi inflasi, biaya impor, investasi asing, utang luar negeri, harga energi, dan harga pangan. Oleh karena itu, kurang tepat jika disimpulkan bahwa dolar sama sekali tidak penting bagi masyarakat desa. Dampaknya tetap ada, hanya saja bersifat tidak langsung.

5. Mengapa Politisi Sering Menggunakan Narasi Seperti Ini?

Dalam komunikasi politik, pemimpin sering menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami masyarakat luas.

Jika dijelaskan dengan istilah ekonomi seperti “depresiasi rupiah terhadap dolar meningkatkan imported inflation melalui kenaikan biaya bahan baku”, sebagian besar masyarakat mungkin sulit memahaminya. Sebaliknya, kalimat “orang desa tidak pakai dolar” jauh lebih mudah dipahami dan diingat.

Namun, kelemahannya adalah pesan tersebut berpotensi disalahartikan karena tidak menggambarkan seluruh kompleksitas ekonomi yang sebenarnya.

Analisis Rasional

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa ekonomi yang lebih lengkap, kemungkinan maksud pernyataan tersebut adalah bahwa mayoritas aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia dilakukan dalam rupiah sehingga kekuatan ekonomi nasional tidak boleh hanya dinilai dari pergerakan dolar. Namun, perubahan nilai tukar dolar tetap memiliki dampak tidak langsung terhadap harga barang, biaya produksi, dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan kata lain, benar bahwa masyarakat desa tidak bertransaksi menggunakan dolar. Benar juga bahwa ekonomi Indonesia tidak sepenuhnya bergantung pada dolar. Namun kurang tepat jika diartikan bahwa pergerakan dolar tidak berpengaruh terhadap masyarakat desa, karena pengaruh tersebut tetap ada melalui harga barang, energi, biaya produksi, dan inflasi.

Kesimpulan

Pernyataan Prabowo dapat dipahami sebagai upaya menekankan pentingnya kekuatan ekonomi domestik dan penggunaan rupiah dalam kehidupan sehari-hari. Secara praktis, orang desa memang tidak menggunakan dolar untuk bertransaksi. Namun dari perspektif ekonomi makro, nilai dolar tetap berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat desa melalui jalur impor, harga energi, inflasi, dan biaya produksi.

Karena itu, kesimpulan yang paling seimbang adalah bahwa orang desa memang tidak memakai dolar secara langsung, tetapi mereka tetap dapat merasakan dampak naik-turunnya dolar melalui perubahan harga barang dan biaya hidup.


메타데이터
post_id
7e5152d85f46
slug
kenapa-presiden-prabowo-menyebut-orang-desa-tidak-pakai-dolar-7e5152d85f46
url
https://medium.com/@bayualamsyah20807/kenapa-presiden-prabowo-menyebut-orang-desa-tidak-pakai-dolar-7e5152d85f46
canonical_url
https://medium.com/@bayualamsyah20807/kenapa-presiden-prabowo-menyebut-orang-desa-tidak-pakai-dolar-7e5152d85f46
author_url
https://medium.com/@bayualamsyah20807
status
ok
fetched_at
2026-06-18 00:10:23