← Back to list

Kurangnya moral dan etika dalam islam ketika melonjaknya teknologi diera sekarang .

Gambar : berkembangnya teknologi dalam islam diera digital,sumber : Google chrome

Muhammad Fikri · 2026-06-28 05:48 · 0 claps · 4.6 min read
#digital-adab #etika-islam #digital-morals #tekonologi-vs-moral #evaluasikepribadian
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🕊️ · Religion

Kurangnya moral dan etika dalam islam ketika melonjaknya teknologi diera sekarang .

Gambar : berkembangnya teknologi dalam islam diera digital,sumber : Google chrome

Coba bayangkan ketika Kita berada di era digital ini yang mudah untuk Mengakses segala apapun . tidak itu dari smartphone , komputer , dan Televisi . disitulah kita bisa menjelajahi segala informasi dan konten apapun tidak itu dari konten Islami maupun konten non Islami ,lalu apa jadinya ketika islam itu berkembang dengan teknologi dan moral dan etika pun menjadi turun secara drastis lantas apa yang membuat moral dan etika pun turun secara drastis diera digital ini ?

Manusia adalah makhluk yang paling berbeda diantara makhluk yang lain.tidak seperti hewan dan tumbuhan yang hanya bisa berkembang biak secara terbatas , disisi lain manusia bisa Berfikir, berbicara , berjalan , melihat ,mendengar , dan bisa melakukan aktivitas apapun . inilah keunikan makhluk Allah yaitu manusia yang diciptakan berbeda dengan makhluk lainnya . lalu mengapa masih ada saja manusia itu bertindak atau melakukan sesuatu itu tanpa selayaknya manusia tanpa dibarengi dengan akhlak dan moral.

Menurut Imam al -Ghazali menyatakan bahwasannya hakikat manusia itu memiliki beberapa unsur seperti al-nafs ,al-ruh , al-qalb , dan al-’aql. Keempat unsur ini memiliki fungsi serta peran yang berbeda . Namun keempatnya ini saling menyempurnakan dalam membentuk manusia menjadikan kepribadian Insan Kamil . perbedaan potensi yang dimiliki oleh manusia inilah yang menjadikan manusia itu dikategorikan segagai makhluk yang termulia disisi Allah swt . lantas tidak semua potensi yang ada diri manusia itu baik seperti halnya minimnya moral serta etika dalam islam , lalu sumber masalah apa yang membuat manusia itu terjerumus dengan kekurangannya moral dan etika dalam islam ?

· Sumber masalahnya :

1. Minimnya kesadaran diri dalam menghadapi berbagai konten

Salah satu masalah yang terbesar di era sekarang adalah kurangnya kesadaran diri dalam menggunakan smartphone untuk melihat berbagai konten . smartphone memang dirancang untuk menciptakan dopamin instan atau zat kebahagiaan yang sifatnya sementara bagi penggunanya , akan tetapi smartphone itu tidak selamanya dikatakan buruk karena semua itu Kembali lagi kepada penggunanya. Disinilah akal dan hati itu berperan untuk membedakan mana perkara yang baik dan mana perkara yang buruk .

Seharusnya kita sebagai anak muda muslim penerus bangsa dan umat untuk menciptakan suatu prinsip bahwasannya ia adalah خَلِيْفَةُ الْأَرْضِ sebagai calon pemimpin bangsa dan umat di muka bumi ini. Ini menandakan bahwasannya jikalau bukan diri kita sebagai pemimpin bangsa dan umat lantas siapa lagi jikalau bukan diri kita sendiri sebagai pemimpin . terlebih khususnya kepada anak muda muslim yang masih dalam masa Pendidikan seperti di pesantren , sekolah ,dan madrasah yang disitu tidak hanya diajarkan tentang ilmu akan tetapi diajarkan juga tentang menjadi insan yang mulia .

2. Membuka situs di internet terhadap konten yang berbahaya

Sebagaimana kita tahu bahwasannya internet adalah suatu jaringan yang luas untuk menghubungi berbagai informasi dan berita dan bahkan bisa menjadi sesuatu yang buruk untuk diri kita sendiri. Seperti halnya dengan konten pornografi,kekerasan,pemerasan,menyebarkan mengajak kebencian , dan salah kepahaman yang bersifat ekstrem . dan lebih berbahaya nya lagi konten konten yang bersifatnya negatif itu tidak hanya merusak otak kita saja .akan tetapi secara perlahan lahan dia akan merusak mental kita juga tanpa kita sadari.

Padahal didalam islam pun kita sudah diajarkan rasa malu dan menjaga kehormatan. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda الْحَياَءُ مِنَ الْأِيْمَانَ malu itu Sebagian dari pada iman , akan tetapi faktanya masih banyak orang yang kurang dalam menerapkan rasa malu dalam kehidupannya sehari-hari . dan bahkan ada yang bangga terhadap apa yang ia telah perbuat (perbuatan maksiat).

3. Lemahnya peran keluarga sebagai benteng pertama

Diera digital ini banyak sekali perubahan yang mungkin kita tidak sadari . seperti halnya ketika kita makan Bersama dengan keluarga. ,mungkin dulu yang biasanya kita makan di barengi dengan komunikasi secara langsung antara orang tua dan anak. Lalu dengan berkembangnya zaman dan teknologi semua momen momen yang dulu kita rasakan seperti ketika makan Bersama dengan keluarga di barengi dengan komunikasi itu merasa hampa dan semua beralih kepada smartphonenya masing masing . ini menandakan bahwasannya dampak smartphone yang selalu ada digenggaman tangan kita sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari hari , bahkan sampai mengubah momen momen yang indah yang dulu kita rasakan .

Padahal dalam islam , Pendidikan tanggung jawab moral untuk seorang anak itu dimulai dari keluarga . dan bahkan orang tua itu diibaratkan dalam agama ialah sebagai مَدْرَسَةُ الْأُوْلَىPendidikan pertama untuk seorang anak . maka jika ketika kita melihat ada seorang anak yang kesehariannya maksiat . tidak itu maksiat secara terang-terangan atau secara terbuka , disinilah peran keluarga bagaimana seorang anak itu di didik dengan orang tuanya dengan baik dan benar .

4. Kurangnya pendidikan agama secara mendalam

Banyak sekali generasi anak muda dizaman sekarang yang mendapatkan pendidikan agama, akan tetapi tidak diterapkan dalam kehidupan nyata yang mereka hadapi , seperti halnya ketika belajar fiqh yang diajarkan sekolah ataupun madrasah : jarang sekali disitu dibahas terkait dengan: bagaimana hukum ghibah di media sosial , apa saja batas aurat dalam foto yang di unggah ,atau bagaimana menyikapi hoaks dalam islam .

Akibatnya adalah terjadinya perselisihan antara pengetahuan agama dan kehidupan digital sehari-hari . sehingga agama itu terlihat terpisah dari dunia nyata dan bukan sebagai panduan hidup secara menyeluruh.

· Solusi masalahnya :

1. Mengembangkan literasi digital bersifat nilai nilai keislaman

Tidak ada jalan keluar suatu masalah melainkan adalah menggabungkan nilai nilai islam ke dalam literasi digital . umat islam perlu diajarkan bahwa setiap unggahan , komentar , dan berbagi informasi itu adalah bagian daripada suatu amal yang akan nanti dipertanggung jawabkan . dan begitu pula dengan hisab (perhitungan amal) yang harus diperhitungkan kelak nanti diakhirat terkait jejak digital.

Seharusnya lembaga pendidikan seperti : pesantren , majelis taklim, dan madrasah perlu menghadirkan program khusus untuk membahas terkait etika bermedia sosial,bahaya konten negative, bagaimana cara media sosial ini juga sebagai ladang dakwah,dan bagaimana caranya agar generasi muda muslim ini tidak hanya sekedar cerdas akan tetapi juga berakhlakul karimah .

2. Menghidupkan kembali peran keluarga sebagai pendidikan pertama

Seharusnya orang tua itu semaksimal mungkin untuk memahami dunia digital yang sekiranya hanya cukup untuk mendampingi anak anak dalam komunikasi terbuka tentang konten apa yang dia lihat.

Dan islam pun sangat menekankan kepada orang tua terkait tarbiyah atau pembinaan terhadap seorang anak secara menyeluruh dan berkelanjutan . sehingga hadirnya orang tua tidak hanya sebagai emosional akan tetapi juga sebagai tameng yang kuat dari segala sesuatu pengaruh teknologi.

3. Mengembangkan konsep Muraqabatullah di Era digital.

Salah satu jalan yang ampuh agar kita menjadi seorang yang lebih baik lagi dari sebelumnya atau berubah dari yang awalnya buruk menjadi baik adalah merasa didalam hidup kita itu selalu di awasi oleh Allah swt. Ketika seseorang itu benar benar menghayati bahwa Allah melihat apa yang kita tonton, apa yang kita ketik, dan niat dibalik setiap klik itu , maka teknologi secanggih apapun tidak akan mampu menjeremuskannya karena ia sudah merasa dirinya hari harinya , detik detiknya , menit menitnya diawasi oleh Allah swt.

*penulis : Muhammad fikri ( Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta , Bahasa dan Sastra Arab)


메타데이터
post_id
7e51cf11ea39
slug
kurangnya-moral-dan-etika-dalam-islam-ketika-melonjaknya-teknologi-diera-sekarang-7e51cf11ea39
url
https://medium.com/@mhmmdfkry1305/kurangnya-moral-dan-etika-dalam-islam-ketika-melonjaknya-teknologi-diera-sekarang-7e51cf11ea39
canonical_url
https://medium.com/@mhmmdfkry1305/kurangnya-moral-dan-etika-dalam-islam-ketika-melonjaknya-teknologi-diera-sekarang-7e51cf11ea39
author_url
https://medium.com/@mhmmdfkry1305
status
ok
fetched_at
2026-07-10 01:40:30