Seni Merasa Cukup
"sesuatu yang tidak mendesak itu jangan jadikan kebutuhan".
Seni Merasa Cukup
"sesuatu yang tidak mendesak itu jangan jadikan kebutuhan".

Seutas kalimat dari potongan video ceramah Gus Baha' yang aku tulis dalam aplikasi note di handphone. Pesan itu juga sama persis dengan apa yang sering ayah dan ibu sampaikan ke aku.
Tentang "kebutuhan", aku menyadari bahwa terkadang rasa lelah tidak selalu datang dari aktivitas yang begitu padat, namun justru datang dari standar-standar hidup yang sebetulnya tidak mendesak, namun terlanjur aku labeli sebagai "kebutuhan".
Era kini, aku merasa sedang berada di era di mana batasan antara kebutuhan dan keinginan seringkali menjadi sangat kabur. Ketika sesuatu yang seharusnya berada di daftar list opsional, namun aku paksa masuk dalam daftar list prioritas, mengubah ruang tenang di kepala menjadi sebuah ruang kecemasan.
Saat godaan untuk mengejar sesuatu mulai muncul, aku mencoba berhenti sejenak dan berbisik pada diri sendiri: "Sebentar, apa ini benar-benar sesuatu yang aku butuhkan?"
Dalam hening, aku menemukan jawaban bahwa hidup akan terasa jauh lebih ringan saat diri ini berani memilih kesederhanaan. Bukan kesederhanaan yang berarti kekurangan, melainkan keberanian untuk tidak lagi didikte oleh keinginan yang tak bertepi. Karena tidak bisa bohong, terkadang segala sesuatu yang kita kejar mati-matian, hanyalah pemuas nafsu belaka, yang kebetulan dibungkus rapi dengan kata "pencapaian".
Hingga, aku belajar bahwa kesederhanaan bukan berarti hidup dalam kekurangan, melainkan kecerdasan dalam mengatur prioritas. Dengan tidak memprioritaskan keinginan yang belum waktunya, maka sebenarnya diri ini sedang melakukan regulasi emosi. Kita memberi sinyal pada otak bahwa "aku baik-baik saja meski tanpa ini". Saat kita berhenti menuntut hidup untuk selalu mengikuti kemauan, di situlah letak kemerdekaan yang sesungguhnya. Hidup menjadi lebih ringan, dan kopi yang ku seduh di malam hari pun terasa lebih bermakna karena pikiran tidak lagi sibuk meratapi segala sesuatu yang belum ada.
Dan pada akhirnya, diri ini perlu belajar untuk merasa cukup. Karena sejatinya hidup yang tenang bukan tentang mendapatkan semua yang kita mau, tapi tentang tidak lagi menginginkan hal-hal yang sebenarnya tidak kita butuhkan.
메타데이터
- post_id
- 7eca61ebff2e
- slug
- seni-merasa-cukup-7eca61ebff2e
- url
- https://medium.com/@seteguk.rasa/seni-merasa-cukup-7eca61ebff2e
- canonical_url
- https://medium.com/@seteguk.rasa/seni-merasa-cukup-7eca61ebff2e
- author_url
- https://medium.com/@seteguk.rasa
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-25 21:57:21