← Back to list

USU dalam Satu Semester: PMM 3

Mayzura · 2024-01-13 10:36 · 2 claps · 7.3 min read
#mbkm #pertukaran-mahasiswa #kemendikbudristek #usu
Open on Medium ↗

USU dalam Satu Semester: Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Batch 3

Kembalinya jiwa yang sudah lama mati mengembara, waktunya ceritakan keseharian yang jadi pengalaman, sejak menapaki langkah kaki di Tanah Deli.

Sebagian orang pernah katakan, “Nikmatilah masa muda, karena sejatinya persiapan terbaik untuk hari esok adalah melakukan yang terbaik hari ini”. Untaian kata ini seakan melekat memberi bekas di ingatan, dimana menikmati bukan sekedar menghabiskan waktu dari periode yang tak bisa diulang kembali, karena kata menikmati yang dimaksudkan adalah dengan tetap menjadi diri sendiri sebab tau hari esok belum tentu bisa menjadi diri sendiri lagi. Tak lain, fakta bahwa kita ketahui bersama bahwa kesempatan tidak datang untuk kedua kali, peristiwa di kehidupan pun tidak melulu mengindahkan jaminan bahwa kita bisa tetap menjadi diri kita, selagi tidak berbuat yang terbaik hari ini untuk memperjuangkannya.

Muda. Maka inilah kesempatannya, inilah kesempatan yang tak datang kedua kalinya, inilah waktunya untuk menikmati, dan tau diri. Karena sekali lagi, tanpa mempersiapkan diri untuk melakukan yang terbaik, maka menikmati masa muda ini tiadalah arti. Meski batasan untuk menikmati tidak pernah tau dimana ujungnya, tapi dengan tau diri bahwa yang dilakukan hari ini haruslah yang terbaik, untuk itu sebagai pribadi, tulisan ini akan membawa pada satu petualangan untuk menentukan sejauh batas mana diri ini bisa mempersiapkan diri untuk esok hari.

Sadar bahwa anugerah selain menjadi muda adalah didalamnya terdapat, kesempatan. Kesempatan yang dewasa ini terbuka amat lebar dan lapangnya, tak lain salah satu diantaranya adalah kebijakan pemerintah yang berpihak pada kesiapan dan kemampuan anak muda-nya, tentu dalam hal ini sebagai pribadi, seorang Mahasiswa, bisa diberi kesempatan apa? Secara konseptual pendidikan kemudian dijabarkan dalam bentuk kebijakan yang menjadi normatif diselenggarakan melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia, yang diantaranya terdapat suatu program pertukaran yang bertujuan untuk mengeksplor dan mempelajari keberagaman budaya nusantara, kesempatan belajar di kampus dan daerah lain di seluruh Indonesia, dan berelasi antar Mahasiswa satu nusantara.

Satu alasan yang melatarbelakangi secara pribadi sebagai pendaftar adalah karena tak lain ingin memenuhi kesempatan dengan kesiapan, untuk menggapai keberuntungan. Karena siapa tau dengan mendaftar mendapatkan pembelajaran, siapa tau dengan diterimanya maka pribadi ini bisa merdeka, atau bentuk keberuntungan lainnya yang didapatkan dari hikmah setelah selesainya. Karenanya pribadi ini mendaftarkan diri, di hampir penghujung hari, dan tetap tau diri bahwa tidak semua kesempatan beriringan dengan kesiapan, maka setidaknya sudah melakukan yang terbaik yang dibisa di hari itu, ya terjadilah, setidaknya.

Sampai di hari pengumuman tiba tepat bertanggal pada 1 Juni 2023, sore hari dimana seluruh keluarga menjadi saksi, saat itu Sasa lah kawan karib yang mengabarkan bahwa kata “LOLOS di Universitas Sumatera Utara” menjadi satu kebahagiaan yang hakiki bahagianya. Meski di satu sisi bertanya-tanya, sebenarnya sampai sejauh mana yang bisa diperbuat untuk menikmati masa muda? Apakah harus terus terbang jauh untuk merelakan jarak dari rumah atau sekedar menikmati hari bersama orang-orang yang terkasih? Hm.

Tak perlu waktu lama ternyata jawabannya hanyalah tak perlu ada jawabnya. Yang paling pasti kusyukuri adanya ialah untuk perlu menyadari bahwa kesempatan tiada berdatang kedua kali dan kesiapan untuk meraih beruntung, haruslah dicari dengan cara-cara terbaik untuk menemukan sebuah arti. Yang pribadi yakini, arti tersebut akan menjadi hikmah yang bisa diambil setelah mengarungi kesempatan dan kesiapan dengan “Menerima” menjadi Mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Batch 3 Inbound Universitas Sumatera Utara.

Sedikit gambaran tentang Universitas Sumatera Utara, yang kokoh menjadi satu kebanggaan masyarakat tanah deli, Sumatera Utara, Indonesia. Salah satu Provinsi sebagai batas paling ujung Utara di nusantara, tak terbayang jauh jaraknya, meski semangat sebagai pembelajar terus berkobar menenangkan.

Dan sesampainya disana, menapaki langkah kaki yang tak seberapa jauhnya, tetapi ternyata teramat dalam perasaannya. Tidak terlalu euforia tidak juga merana, hanya punya cukup harapan untuk bisa bertahan, ditengah ratusan orang baru, suasana kampus dan lingkungan kota yang belum pernah ada di bayangan, juga kenyataan bahwa harus tinggal selama lebih dari empat bulan lamanya.

Dengan 17 Fakultas/Sekolah di dalamnya beserta predikat QS World University Ranking 1201–1400, Universitas Sumatera Utara memang dapat membanggakan diri sebagai Universitas terbaik seantero Pulau Sumatera, itulah yang kemudian mengakibatkan animo pendaftar Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Batch 3 Inbound Universitas Sumatera Utara sangatlah tinggi dan penuh saing.

Karenanya rasanya setelah “Lolos” diterimakan menjadi Mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Batch 3 di Universitas Sumatera Utara menjadi suatu kebanggaan yang terhormat bagi 180 Mahasiswa/i yang menjadi bagian dari Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Batch 3 Inbound Universitas Sumatera Utara, Semester Gasal tahun 2023/2024.

Beranjak di waktu tiga hari sebelum hari pertama berkuliah, yakni hari dimana sesampainya di Kota Medan, menginjakkan kaki di jalan kampus, dan mengenal lingkungan tinggal nantinya di asrama, rasanya benar-benar harus kuat dan bertahan. Karena di hari pertama pun, kesan atas gambaran dan kenyataan amatlah berbeda rupanya, maka tak lagi-lagi mau berharap, mengharapkan sesuatu yang bisa dikontrol diri saja yaitu berharap diri bisa bertahan.

Agustus 2023. Jadi waktu pengenalan dan mulai masuk kelas untuk perkuliahan, amat disayangkan bahwa secara gambaran yang agaknya megah dibayangkan, secara realita ada saja kurangnya. Hari-hari yang berlalu seolah tiada istirahatnya sebab harus mengejar pembiasaan di lingkungan yang sejatinya memang sudah begitu adanya, toleransi yang diajarkan juga hanya untuk sebagian orang saja, naas saat itu apabila diingat kembali rasanya.

Berada di salah satu fakultas terbaiknya, memang mungkin penuh pengorbanannya, di setiap harinya sebelum berangkat menuju kelas baik di pagi ataupun sore hari, haruslah diri mempersiapkan segala sesuatunya agar tak ada salah dan kurang selama perkuliahan, ini benar-benar membentuk diri jadi sosok yang tahan pada ketakutan. Bayangkan saja, setiap hari harus lebih ekstra atas segala hal agar bisa berjalan seminimalnya baik-baik saja dan mengindahkan setiap ilmu yang didapatkan.

Hari demi hari yang berlalu di awal, menjadi yang paling berat untuk kembali diceritakan, diawal bahkan banyak orang yang bersama merasakan, sampai satu persatu keluar dengan sendirinya. Miris memang tapi ternyata delapan pertemuan pertama mengajarkan arti ketahanan setiap orang berbeda-beda adanya, juga memberi hikmah bahwa yang dipunya ya hanya diri sendiri. Maka tiadalah arti untuk berdiam diri dan kalah dengan keadaan sendiri, yang ada di benak saat itu yang penting tahan sampai minggu kedelapan dahulu, barulah dipikirkan lagi alasan bertahannya diminggu setelahnya, yang ternyata ampuh untuk dilakukan agar bisa tetap waras dalam keadaan sehat segalanya.

Meski di bulan pertama ini sudah membawa pada sakit yang perdana, sampai lebih dari satu minggu agaknya sampai kembali sehat bugar untuk semestinya. Tapi di lain sisi, secara pribadi dipertemukan dengan kedekatan yang kian erat di dekapan, yakni orang-orang yang kasurnya hanya berbeda cm di kamar, yang diatap samakan di ruangan kamar Asrama Putri USU Kamar C2, hadir lengkap memenuhi hari-hari awal yang berat diantaranya Kak Rima, Mba Aini, dan Zara.

Merekalah yang menemani tiap kali perasaan baik dan sulit menyertai, merasa saling melengkapi hari karena satu dan lainnya sama-sama memiliki. Bisa dibayangkan hari-hari yang berat diluaran, lalu kemudian pulang ke asrama dalam keadaan sama-sama tiada kenyamanan, mungkin sudah menyerah dan merengek ingin pulang. Karenanya satu bentuk syukur yang agung rasanya adalah dipersatukan dalam satu ruang aman dengan mereka orang-orangnya, syukur.

Perihal bentuk syukur lainnya adalah menjadi satu dengan kawan senasib sepenanggungan dari lebih 15 pejuang lainnya yang menjalani aktivitas perkuliahan di fakultas penuh tanda tanya dan beratnya ini, hingga akhirnya segala bentuk susah yang dihadapi benar-benar bersama-sama dijalaninya, tiada hari tanpa bersama-sama sajalah opsinya. Untuk itu, ada sebagian berat di pundak kian meringan, sebab disatukan dengan orang-orang yang sama-sama merasakan beratnya beban yang dibawa sepanjang hari. Karenanya sekali lagi kuucap syukur, nikmat.

Satu hal lainnya adalah mulai berkawan dengan kawan satu seri Kelompok Modul Nusantara yang sudah dibagikan jauh-jauh hari oleh Koordinator PT Penerima, dimana berkawan sebanyak 25 anggota kelompok lainnya yang terdiri dari lebih macam ragam orangnya, hanya setengah semesterpun sudah bisa kusimpulkan adanya, yakni besar syukurnya karena mereka-merekalah hari-hari kosong di penghujung setiap minggunya, terisi penuh tawa dan ada saja ceritanya. Sekali lagi, kuucap syukur, Alhamdulillah.

Setelah delapan pertemuan yang amat berat adaptasi dan penyesuaiannya di lingkungan kampus, asrama, kelompok modul nusantara, juga Kota Medan. Sampailah juga pada satu titik kenyamanan dimana menjalani hari tanpa ada pertanyaan dan keberatan, mulai membuka diri dengan kesiapan agar siapa tau kesempatan datang untuk meraih keberuntungan setelah melewati masa-masa kritis ketergantungan. Bahkan sampai ada di fase sempat mulai jatuh hati hingga rasanya bebas dari beban hari-hari, senang rasanya bisa sempat dengar kata-kata baik dan mulai menghidupi raga diri ini yang telah mati sekian tahun terlalui.

Mulai memaknai kata mewajarkan segalanya, merendah dirikan dengan tidak membuat segalanya menjadi beban sepanjang hari lagi, namun mulai menjadi bentuk pewajaran atas segala-galanya yang terjadi begitu saja disini. Meniadakan opsi perasaan takut dan kalut, mulai benar-benar membuka setiap ruang untuk bisa bertahan dengan menghabiskan waktu bersama orang-orang dan mereka-mereka yang kukasihi penuh arti. Menjalani hari pun merasa tak lagi harus khawatir ini dan itu, pada dasarnya awal bulan November 2023 memberi kesan berarti untuk kembali menjadi diri sendiri.

Terhitung sudah tiga bulan sejak awal menapaki kaki, sampai jadi ekspert menjelajahi setiap sudut kota dan memorinya, lebih banyak eksplor tempat makan yang berbeda, dan menghabiskan waktu menjelang sunset di ragam tempat yang berbeda, kadang sendirian di sudut kamar asrama, terkadang bersama-sama lainnya di depan kolam perpustakaan, sempat duduk di gor mini untuk sekedar menyaksikan kebahagiaan, atau bahkan merasa terkujur berbaring sendirian padahal berjalan di sepanjang jalan mengitari Kota Medan.

November 2023. Memang jadi perputaran waktu yang awalnya berat jadi ringan, yang awalnya amatlah ringan jadi berat bebannya. Yang awalnya mulai membuka diri atas rasa jatuh hati, kemudian seketika dipatahkan dengan ragam hal yang seharusnya tak diketahui jadi tau segala yang ditutupi, sungguh sial rasanya, merasa teramat bodoh untuk sekedar menjatuhkan hati di waktu ini, tapi mungkin inilah ujian keduanya. Setelah berhasil lalui ujian berat di awal perkuliahan dengan ketakutan dan kekalutan itu, maka di sepanjang bulan ini ujian yang diberikan adalah dihadapkannya dengan kenyataan pahit atas direndah dirikan oleh orang lain yang sempat meninggikan ke udara hingga melayang rasanya.

Jahat memang, namun kenyataan memang selalu beralasan untuk membuat penguatan pada diri pribadi masing-masing orang bukan? Maka alasan bertahanpun kian tiada dalam rumusan, mulai berat lagi hari yang dilalui, ditambah diombang-ambing kesana kemari oleh perkataan dan perbuatan tak mengenakan dari kekalahan orang tersebut yang tak berhasil memiliki diri ini. Amat disayangkan, merasakan perasaan ini di tempat yang berjam-jam jauhnya dari sudut kamar di rumah.

Muak rasanya atas kesialan yang diratapi padahal seharusnya menikmati hari di hampir satu bulan lagi disini. Maka satu pesan yang bisa diutarakan, janganlah sekali-kali menyikapi diri atas tambatan hati dan yakin padanya sepenuh hati di waktu yang bahkan hanya bisa terhitung jari. Dan saat itu, setelah kembali ditampar kenyataan, mulailah hari baru yang penuh ketenangan dan berkuliah dengan penuh kefokusan hingga bisa sampai di waktu hampir menjelang Ujian Akhir Semester yang ikonik dengan baju hitam putih serta pertanyaan esai di setiap mata kuliah yang kuambil kedelapannya.

Namun jikalau ditarik kebelakang, rasa-rasanya jika tak sampai menginjakkan kaki di tanah Deli ini, tiada lah rasa dimana secara penuh merasa baik dan buruk bercampur jadi satu adanya. Maka sampai menyelesaikan masa Ujian Akhir Semester, berakhir sudahlah apa yang diterjang tanpa henti.

Setidaknya yang didapat adalah pengalaman, selama kebahagiaan bisa kita ciptakan sendirian. Secara keseluruhan, ada nikmatnya yang terucap syukur luar biasanya berkesempatan memiliki pengalaman yang tiada duanya, di Universitas Sumatera Utara.

Terima kasih yang dilangitkan pada siapa-siapa saja yang sudah jadi bagian atas saksi menemaniku selama menjadi Mahasiswi Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM). Terima kasih.

If you want to be featured or want to contact me for any reason, please catch with me on Instagram @mayzura.myz or reach me here. I would love to hear all of you, Youders!


메타데이터
post_id
7ee7e98bb561
slug
usu-dalam-satu-semester-pmm-3-7ee7e98bb561
url
https://medium.com/@mayzura.ks/usu-dalam-satu-semester-pmm-3-7ee7e98bb561
canonical_url
https://medium.com/@mayzura.ks/usu-dalam-satu-semester-pmm-3-7ee7e98bb561
author_url
https://medium.com/@mayzura.ks
status
ok
fetched_at
2026-06-16 19:09:56