← Back to list

“Apalah itu FOMO, Aku Bangga jadi JOMO”

FOMO (Fear of Missing Out), JOMO (Joy of Missing Out)

Almaila Larasati · 2026-04-07 16:28 · 0 claps · 1.4 min read
#fomo #jomo #tiktok-app #gen-z
Open on Medium ↗

“Apalah itu FOMO, Aku Bangga jadi JOMO”

FOMO (*Fear of Missing Out), JOMO (Joy of Missing Out)*

Fenomena Fear of Missing Out atau FOMO telah menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pola konsumsi digital, terutama di kalangan Generasi Z. FOMO merujuk pada perasaan cemas atau khawatir yang muncul ketika seseorang merasa tertinggal dari informasi, tren, atau peristiwa menarik yang sedang terjadi di media sosial. Sebagai generasi yang paling matang dalam memanfaatkan teknologi, Gen Z sering kali terjebak dalam dinamika ini karena keinginan yang kuat untuk selalu terhubung secara daring.

Platform TikTok memainkan peran signifikan dalam memperkuat perasaan FOMO ini melalui algoritma yang menyajikan konten viral secara cepat, sehingga menciptakan rasa urgensi bagi pengguna untuk terus mengikuti tren yang ada. Hal ini sering kali memicu perilaku konsumtif impulsif, di mana individu merasa tertekan untuk membeli produk yang sedang viral meskipun tidak benar-benar membutuhkannya. Strategi pemasaran seperti flash sale, live shopping, dan klaim “stok terbatas” semakin memperparah kondisi ini, membuat pengguna tidak sempat berpikir rasional sebelum melakukan pembelian.

Peran influencer juga sangat krusial, karena mereka membangun tingkat kepercayaan yang lebih tinggi di kalangan Gen Z dibandingkan iklan tradisional melalui konten yang dianggap autentik dan relevan. Namun, pengaruh ini dapat berdampak negatif secara psikologis dan finansial. Secara psikologis, tekanan untuk selalu mengikuti tren dapat menyebabkan stres, kecemasan sosial, dan rendahnya kepercayaan diri. Secara finansial, kebiasaan belanja yang tidak terkontrol, termasuk penggunaan metode pembayaran pay later, dapat menjebak Gen Z dalam utang konsumtif jika tidak dibarengi dengan literasi keuangan yang memadai.

Di tengah tekanan tersebut, muncul kesadaran untuk beralih menuju pola hidup yang lebih sehat. Sumber menyebutkan bahwa individu yang mempraktikkan mindfulness atau kesadaran penuh cenderung memiliki kualitas interaksi sosial yang lebih baik dan lebih berhati-hati dalam bertindak secara daring. Inilah yang mendasari konsep JOMO (Joy of Missing Out), di mana seseorang merasa bangga dan nyaman meskipun tidak mengikuti setiap tren yang ada.

Menjadi bagian dari Generasi Z yang bangga akan JOMO berarti memiliki kesadaran digital yang tinggi. Hal ini melibatkan kemampuan untuk mengelola waktu penggunaan media sosial, berpikir kritis terhadap rekomendasi influencer, serta memahami bahwa realitas di media sosial sering kali merupakan hasil konstruksi digital. Dengan mengutamakan kesejahteraan psikologis dan stabilitas finansial di atas validasi sosial sementara, Gen Z dapat memanfaatkan teknologi secara lebih bijak tanpa harus terjebak dalam tekanan FOMO yang berlebihan.


메타데이터
post_id
7f1dca0d8d1d
slug
apalah-itu-fomo-aku-bangga-jadi-jomo-7f1dca0d8d1d
url
https://medium.com/@almaila.laras1407/apalah-itu-fomo-aku-bangga-jadi-jomo-7f1dca0d8d1d
canonical_url
https://medium.com/@almaila.laras1407/apalah-itu-fomo-aku-bangga-jadi-jomo-7f1dca0d8d1d
author_url
https://medium.com/@almaila.laras1407
status
ok
fetched_at
2026-06-22 00:13:37