← Back to list

“Bendera, Upacara, dan Sebuah Pelajaran dari Masa SD”

“Indonesia baru saja merayakan ulang tahun ke-80. Dirgahayu Negeri Tercintaku. Sebuah usia yang panjang, penuh cerita perjuangan, suka dan…

Dwi Juanda · 2025-08-18 10:50 · 0 claps · 1.9 min read
#dirgahayu-indonesia #upacara #psikologi #cerita-lucu
Open on Medium ↗

“Bendera, Upacara, dan Sebuah Pelajaran dari Masa SD”

“Indonesia baru saja merayakan ulang tahun ke-80. Dirgahayu Negeri Tercintaku. Sebuah usia yang panjang, penuh cerita perjuangan, suka dan duka. Dan di tengah riuh sejarah besar itu, J teringat pada kisah kecilnya sendiri: upacara bendera di sekolah dasar. Cerita sederhana yang ternyata menyimpan arti, bagaimana cinta tanah air bisa tumbuh dari hal-hal kecil, dari barisan anak-anak sekolah di lapangan upacara.”

Setelah kemarin menulis pembuka dengan sepotong kisah masa kecil, kali ini J ingin berbagi lagi. Tepat kemarin, negara tercinta baru saja merayakan ulang tahun yang ke-80. Sebuah perjalanan panjang, penuh perjuangan, pengorbanan, dan sejarah yang tidak pernah singkat untuk sampai di titik ini.

Sejarah selalu punya tempat istimewa. Mengingat, mengenang, dan menelaah masa lalu bukan sekadar romantisme, tetapi cara manusia memahami dirinya. Karena sejatinya, setiap orang hidup dengan jejak sejarahnya masing-masing.

Kembali ke masa SD, J punya satu kenangan kuat soal kebangsaan: upacara bendera hari Senin. Yang paling J sukai waktu itu adalah menjadi perwakilan kelas — berdiri sendiri di depan barisan untuk melapor kepada pemimpin upacara. Meski kecil secara fisik (iya, paling pendek di kelas!), J senang ketika dipercaya menjadi petugas. Walau begitu, kesempatan menjadi pemimpin upacara utama tidak pernah datang, karena biasanya dipilih yang postur tubuhnya lebih tinggi.

Sebagai gantinya, J sering mendapat tugas lain: membawa naskah Pancasila mendampingi pembina upacara, membaca UUD 1945, atau membaca doa. Tugas-tugas itu dilakukan bergiliran oleh siswa kelas 3 sampai kelas 6.

Satu kejadian paling konyol sekaligus tak terlupakan terjadi saat J kelas 5. Karena petugas pengibar bendera berhalangan hadir, J tiba-tiba ditunjuk menjadi komando pasukan pengibar bendera. Tanpa persiapan, tanpa latihan. Bisa ditebak: hasilnya kacau balau.

Gerakan baris-berbaris kaku dan tak seirama. Saat bendera mulai ditarik, tempo tak sinkron dengan lagu Indonesia Raya. Bahkan bendera sudah mencapai puncak tiang, sementara peserta upacara masih menyanyi di bait pertengahan. Wajah para guru saat itu penuh ekspresi campur aduk — antara kecewa, dan heran. Upacara itu jadi tontonan yang “memalukan”, tapi justru itulah yang membuatnya begitu berkesan sampai sekarang.

Bagi J, itu bukan hanya cerita konyol masa kecil, tetapi juga pelajaran. Bahwa setiap orang pernah salah langkah, kacau, bahkan gagal, namun tetap bisa menertawakan dirinya sendiri di kemudian hari.

Refleksinya begini: pengalaman itu menunjukkan betapa pentingnya fleksibilitas psikologis.

Ketika seseorang ditempatkan di situasi mendadak dan tidak ideal, tubuh mungkin gugup, pikiran bisa kacau, tapi kemampuan menerima keadaan dan tetap menjalankan peran yang diminta adalah bentuk keberanian. Dalam psikologi, inilah momen pembelajaran bahwa identitas diri tidak ditentukan oleh keberhasilan atau kegagalan semata, tetapi oleh kemauan untuk mencoba dan melangkah meski belum siap.

Kini, meskipun kondisi bangsa sering kali memprihatinkan, rasa cinta J pada tanah air tidak pernah pudar. J sadar, mungkin tak bisa memberi dampak besar secara massif. Tapi dengan jalan ilmu psikologi yang sedang ditempuh, J ingin mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan caranya sendiri — menjadi manusia yang lebih baik, memberi manfaat meski kecil, dan terus berusaha menyumbang sesuatu bagi tanah tempat J dilahirkan.


메타데이터
post_id
7f41bef61d1b
slug
bendera-upacara-dan-sebuah-pelajaran-dari-masa-sd-7f41bef61d1b
url
https://medium.com/@dwi.juanda14/bendera-upacara-dan-sebuah-pelajaran-dari-masa-sd-7f41bef61d1b
canonical_url
https://medium.com/@dwi.juanda14/bendera-upacara-dan-sebuah-pelajaran-dari-masa-sd-7f41bef61d1b
author_url
https://medium.com/@dwi.juanda14
status
ok
fetched_at
2026-07-26 13:28:39