Lalu yang Berlalu
Bersama dengan nyanyian yang selalu kunyanyikan dengan suara parau, malam ini, lagi. Perasaan yang terus terguncang dengan segala kenangan…
Lalu yang Berlalu

Pram’s
Bersama dengan nyanyian yang selalu kunyanyikan dengan suara parau, malam ini, lagi. Perasaan yang terus terguncang dengan segala kenangan yang aku pikir tidak akan pernah bisa terulang, dingin malam yang menjadi bumbu menusuk kulit, menambah ritme detak jantung yang semakin tidak karuan.
Aku berhasil meneteskan air mataku lagi malam ini. Tentu saja, tetes itu selalu tentangnya. Aku merindu sosok yang selalu disampingku dengan gurauan tidak masuk akalnya, dengan segala asal bunyinya, dengan dia yang selalu mengingat hal-hal kecil tentangku -bahkan sate yang akan selalu menjadi pilihan terakhirku ketika lapar tengah malam-.
Apakah di dunia ini tidak ada ramuan untuk menghilangkan semua kenangan? Ah, berkhayal apa aku ini, tentu saja tidak ada. Karena Tuhan selalu mempunyai tujuan mengapa kenangan itu diciptakan. Seperti halnya langkah yang memiliki jejak, baju putih yang memiliki noda, kenangan juga sama halnya akan berbekas.
Nikmatilah, nikmatilah segala jenis luka, segala jenis manis, segala jenis bahagia, segala jenis tangis. Nikmatilah, hingga kamu merasa akan ada maknanya dan berakhir menerimanya. Menerima kepergiannya.
메타데이터
- post_id
- 7f48712e1664
- slug
- lalu-yang-berlalu-7f48712e1664
- url
- https://medium.com/@prammmm/lalu-yang-berlalu-7f48712e1664
- canonical_url
- https://medium.com/@prammmm/lalu-yang-berlalu-7f48712e1664
- author_url
- https://medium.com/@prammmm
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-26 03:39:16