← Back to list

Memori Masa Kecil

Tanpa Terbayang Beban Kehidupan di Masa Depan

mrs.cho · 2026-04-23 02:26 · 12 claps · 2.6 min read
#short-story #20journal #nostalgia #memori #kenangan-masa-kecil
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing

Memori Masa Kecil

Tanpa Terbayang Beban Kehidupan di Masa Depan

Setahun terakhir, lagu bergenre jazz era 80an yang berhasil membawa saya ke dalam memori masa kecil saya. Lagu yang berjudul “Masa Kecil” dibawakan oleh Karimata dalam album “Lima”. Awalnya lagu itu diputar random dalam YouTube Music saya saat mengerjakan skripsi. Tetapi ada sebuah lirik yang membuat saya tertegun.

Indahnya kehidupan masa kecilku

Bermain, bercanda sesama sebaya

Dua bait itu, berhasil membuat saya penasaran mengenai lagu yang terputar itu, sehingga saya memilih untuk memutar ulang dari awal.

Sepanjang lagu itu, saya jadi teringat di masa saat pertama kali menginjakkan kaki di kompleks ini, saya bertemu dengan tetangga baru saya sesama penghuni baru di kompleks ini. Kompleks yang terletak di pinggir kota yang tidak terlalu diketahui banyak orang. Seperti berada di planet lain, kan?

Awalnya kami hanya bertemu setiap Sabtu dan Minggu dikarenakan orang tua saya harus kembali ke kota karena urusan pekerjaan. Tetapi seiring berjalannya waktu, tepatnya menjelang kelahiran adik pertama saya. Kami memutuskan untuk menetap di kompleks ini, demi kenyamanan.

Sejak saat itu, kami semakin dekat seringkali bermain bersama tanpa mengenal siang ataupun malam, entah bermain masak-masakan, petak umpet, guru-guruan hingga lompat tali (sayang sekali saya gak ahli untuk permainan yang satu ini). Tak jarang, kami menggunakan rumah kosong tak berpenghuni sebagai tempat perkumpulan kami.

Selain memainkan berbagai macam permainan, kami pun seringkali berkelana layaknya si Bolang. Hanya saja, si Bolang mengembara di gunung, sungai, ataupun pantai sedangkan kami hanya mengembara mengelilingi kompleks perumahan.

Tetapi meskipun hanya kompleks perumahan, kami juga menikmati hamparan pohon yang rindang bahkan sampai berjalan mengikuti arus air di kanal kecil. Pernah suatu hari kami berenang di sana saat musim hujan, meski airnya hanya sebatas telapak kaki.

Ngomong-ngomong soal hujan, kami juga pernah bermain hujan layaknya bermain di waterpark saking derasnya. Di saat orang-orang menunggu guyuran dari ember besar, kami menikmati derasnya air dari atap rumah.

Ada juga keusilan yang pernah kita lakukan di masa itu, yaitu membuat alarm mobil seseorang berbunyi hanya dengan satu tendangan kemudian kami bersembunyi di tempat lain saat sang pemilik itu keluar.

Bahkan pernah saat kita makan bersama atau sekedar minum, kita pernah bersulang layaknya orang dewasa tetapi sembari mengatakan nama-nama pemain sinetron.

“Haji (ber) Sulam! Haji Muhidin!”

(lupa lanjutannya apa huhu …)

Sebenarnya saya punya dokumentasi dari momen-momen itu, sayangnya ponsel yang digunakan untuk merekam momen itu telah rusak.

Oh iya, selain momen menyenangkan di masa kecil, kami juga memiliki momen yang kurang menyenangkan yah kadang kadang kami bertengkar satu sama lain karena sebuah masalah sehingga berakhir bermusuhan. Lucunya, dengan cara apa permusuhan itu tidak bertahan lama dan kami bermain bersama kembali.

Sayang banget, begitu menginjak remaja kami terpisah dengan sendirinya bukan karena masalah tetapi sebuah jarak. Yah, kami berjalan di jalan kami masing-masing.

Momen-momen itu menjadi salah satu kenangan yang menyenangkan, aku sadar masa kecilku begitu bahagia saat bersama mereka.

Tidak ada yang memikirkan masa depan seperti apa yang kami capai saat itu, hanyalah kami yang selalu memikirkan permainan apa yang ingin kita mainkan tak peduli mainnya pagi, siang, atau malam.

Tidak ada juga yang berangan-angan untuk menjadi dewasa kita menjadi apa, hanyalah kami yang memikirkan kapan kita bermain.

Kepada teman-temanku,

Meskipun kita berjalan masing-masing, aku masih sangat mencintai kalian. Tidak sesekalipun aku melupakan masa-masa itu. Jika saja ada mesin waktu, aku ingin kembali ke masa itu meski hanya sebentar.

Tulisan ini, kudedikasikan kepada kalian :)

NB:

Kepada para pengikut di platform Medium, saya dengan sangat sungguh meminta maaf karena jarang mengupload tulisan di sini. Selain dikarenakan Writters Block, saya terpapar oleh banyak distraksi di real life yang harus saya hadapi dan saya lawan.

Mungkin saya tidak serutin biasanya untuk mengupload tulisan, tetapi saya usahakan karena menulis adalah wadah bagi saya untuk mengekspresikan diri.

With Love,

Salsa Aulia a.k.a. Mrs Cho


메타데이터
post_id
7f492dc0ac8a
slug
memori-masa-kecil-7f492dc0ac8a
url
https://medium.com/@chocosal_/memori-masa-kecil-7f492dc0ac8a
canonical_url
https://medium.com/@chocosal_/memori-masa-kecil-7f492dc0ac8a
author_url
https://medium.com/@chocosal_
status
ok
fetched_at
2026-07-11 18:55:18