Aku adalah Laut Lepas
Aku sering merasa seperti laut yang luas, yang terus menerima apa pun yang mengalir ke dalamnya. Aku berusaha menampung sungai-sungai…
Aku adalah Laut Lepas
Aku sering merasa seperti laut yang luas, yang terus menerima apa pun yang mengalir ke dalamnya. Aku berusaha menampung sungai-sungai kebaikan, arus kerja keras, bahkan badai yang datang tanpa izin. Aku pikir, jika aku cukup luas, cukup dalam, mungkin orang akan melihatku dan berkata: “Indah, ini layak dicintai.”
Tapi kenyataannya tidak. Orang-orang datang hanya untuk mengambil ikan, garam, ombak, lalu pergi tanpa menoleh. Aku tetap di sini, bergemuruh dalam diam, terasa megah dari luar tetapi kosong di dalam.
Kadang aku merasa seperti laut yang tak pernah bisa penuh. Apa pun yang aku lakukan, seberapa keras aku mencoba, selalu ada celah di dasar hatiku yang membuat segalanya mengalir keluar, hilang, meninggalkan aku dengan rasa hampa.
Untuk itu, aku menatap cakrawala setiap malam, menunggu bulan memantulkan cahayanya, berharap setidaknya ada sesuatu yang melihatku bukan hanya sebagai latar belakang, bukan hanya sebagai tempat singgah sebentar.
Namun bahkan bulan pun hanya mampir dan berganti dengan matahari yang sama sekali tak bertanya apakah aku lelah?
Aku mulai percaya, mungkin memang aku begini adanya: luas, tapi sepi. Menyimpan kehidupan bagi orang lain, tapi tak pernah dianggap hidup. Mungkin aku memang tidak cukup berharga, tidak cukup indah, tidak cukup layak dicintai.
Dan di malam-malam sunyi, aku hanya bisa mendengar suaraku sendiri, gema dari ombak yang pecah, bertanya tanpa jawaban: “Kapan aku akan benar-benar cukup?”
메타데이터
- post_id
- 7fd0feef6eb7
- slug
- aku-adalah-laut-lepas-7fd0feef6eb7
- url
- https://medium.com/@r11jaa/aku-adalah-laut-lepas-7fd0feef6eb7
- canonical_url
- https://medium.com/@r11jaa/aku-adalah-laut-lepas-7fd0feef6eb7
- author_url
- https://medium.com/@r11jaa
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-17 17:35:17