Amir Camus Namanya
Beberapa hari lalu, aku harus menemani beberapa delegasi dari Tiongkok untuk berkunjung ke sebuah sekolah di daerah Parung, Bogor. Karena…
Amir Camus Namanya
Beberapa hari lalu, aku harus menemani beberapa delegasi dari Tiongkok untuk berkunjung ke sebuah sekolah di daerah Parung, Bogor. Karena sebelumnya ada kegiatan lain, aku memutuskan untuk tidak membawa kendaraan dan memilih naik kereta saja.
Kegiatan berjalan lancar dan selesai menjelang azan magrib. Seperti biasa, aku membuka aplikasi dan memesan ojek online menuju stasiun terdekat. Melihat jalanan Parung yang ramai, dalam hati aku berpikir, “Kayaknya seru juga kalau bisa riding malam-malam dari Parung ke Bogor Kota.”
Sekitar lima menit kemudian, seorang bapak ojek berhenti di depanku dan bertanya, “Mas Samuel?” Aku mengangguk. “Pulangnya ke mana?” “Ke Bogor, Pak.” “Bogornya mana?” “Ketajur.”
Beliau lalu berkata, “Udah bareng saya aja, saya anter sampai Tajur.”
Dalam pikiranku yang penuh kecurigaan, aku sempat menebak wah, ini pasti bakal dikerjain, argonya mahal nih. Jadi aku jawab, “Stasiun terdekat aja, Pak. Motor saya di stasiun Bogor.”
Tapi dia menimpali, “Udah bareng saya aja, Mas. Saya anter sampai Bogor, argonya sama. Sekalian saya pulang kerja juga.”
Pakainya rapi — celana chino dan kemeja kotak-kotak — lebih mirip pegawai kantoran daripada driver ojek online. Masih dengan sedikit was-was takut diculik, tapi entah kenapa, aku iyakan saja.
Di tengah perjalanan, dia sempat bertanya, “Kenapa tadi nggak mau, Mas? Takut argonya mahal, ya? Tenang aja, saya biasa kalau nganter anak SMA atau kuliah suka saya gratisin.”
Sepanjang jalan, kami banyak ngobrol. Ternyata, beliau bekerja di bidang perminyakan dan sering dinas ke luar negeri. Dari ceritanya tentang pekerjaan dan keluarganya, aku bisa merasakan kalau beliau orang yang sangat rendah hati.
“Sama orang jangan sombong, Mas,” katanya.
“Kita harus bisa berbaur, itu pintu rezeki nanti kebuka semua.”
Begitu lucu dan hangat hari itu. Tuhan bukan cuma mengabulkan permohonan kecilku untuk bisa naik motor malam-malam dari Parung ke Bogor, tapi juga mempertemukan dengan orang sebaik Pak Amir.
Siapa pun yang nanti ketemu Pak Amir, titip salam dariku!
메타데이터
- post_id
- 7fdce8fbca81
- slug
- amir-camus-namanya-7fdce8fbca81
- url
- https://medium.com/@samuelpijar/amir-camus-namanya-7fdce8fbca81
- canonical_url
- https://medium.com/@samuelpijar/amir-camus-namanya-7fdce8fbca81
- author_url
- https://medium.com/@samuelpijar
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-25 12:15:08