← Back to list

ACCIDENT OR A CHANGE?

“dihhh…., sibuk muluuuu aaaghhhh benci benci BENCIIIII!!!!!!”, Teriak cowok berparas cantik dan imut dengan rambut pirang mempesonanya. Iya…

Mayuki Izuki · 2026-05-04 09:38 · 0 claps · 8.1 min read
#writing #boylove #vtuber
Open on Medium ↗
Wiki topics: 💑 · Relationships

ACCIDENT OR A CHANGE?

“dihhh…., sibuk muluuuu aaaghhhh benci benci BENCIIIII!!!!!!”, Teriak cowok berparas cantik dan imut dengan rambut pirang mempesonanya. Iya orang itu adalah Alarich yang tengah kesal dengan pasangannya yang lebih tua dari padanya. Sadewa, nama lelaki yang menjadi kekasihnya meski umur mereka berpaut besar.

Yup, Sadewa adalah seorang owner sebuah Club besar nan megah yang memiliki banyak cabang di berbagai kota. Bahkan ia rela terjun langsung menjadi barista di Club pusat agar bisnisnya tetap berjalan lancar. Namun karena pemikiran kolot itulah yang membuat ia harus jauh dari kekasihnya yang masih menjadi Mahasiswa semester 2.

“Puki emang, Kenapa sih orang TUA tuh pemikirannya mereka harus terjun langsung kelapang biar bisnis lancar???. Padahal kan sekarang tinggal monitoring dari CCTV sama ngirim orang sisanya nyantau dirumah”, ia membuang nafas kasar setelah sibuk mengdumel tentang kekasihnya. Lalu Al-pun membuang ponselnya dan beralih untuk bermain game di Tabnya. Ia bermain game lalu scrolling tiktok dan Twitter sampai ia bosan. Disaat itulah dia memiliki ide cermelang

“Oh iyaa, aku kan ada mobil dan aku tau dimana barnya……~ kenapa aku ga pergi kesana ajah ya?? hmmmmm???? Ide bagus Alarich!! kau memang orang paling pintar!!”, dia bicara dengan dirinya sendiri sambil membungsukan dadanya atas ide cermelangnya.

Dengan cepat Alarich pun mengambil kunci mobilnya yang ia taruh di atas meja dan berganti baju. Alarich berhenti sebentar merenung sejenak didepan kaca untuk memilih apa yang harus ia kenakan untuk pergi ke Club, Karena ini adalah pertama kalinya Al pergi ke Bar Sadewa atau bahkan bisa dibilang ini adalah pertama kalinya Alarich akan menginjakan kakinya kedalam Club. Setelah 20 menit merenung, akhirnya ia memilih mengambil singlet merk adid*s hitamnya dan memadukannya dengan jaket abu abu kesayangnya dan menggunakan celana jeans sobek sobek. Ia pun merapikan surai emas indahnya dan menggunakan parfume. Setelah ia merasa semua sudah siap, dengan penuh percaya diri ia pun berangkat ke Bar Sadewa tanpa mengabari kekasihnya.

Setelah 20 menit perjalanan…..

Akhirnya Alarich pun sampai ke Bar Sadewa. Setelah Memarkirkan mobilnya, Ia meneguk air liurnya saat melihat seberapa mewah Club yang pacarnya miliki.

“Pantesan bisa terus menerus memanjakan semua permintaanku tanpa ngeluh sama sekali”

…………

“Pokok pulang dari sini harus aku palak lebih banyak!!”. dengus Alarich sambil memikirkan apa yang harus ia palak kepada Sadewa.

Saat ia masuk kedalam Club itu, ada waiters yang menyambutnya dengan sopan.

Waiters : “Selamat malam Tuan, Apakah anda pertama kali kemari atau Anda sudah memiliki reservasi? Atau Tuan ingin langsung menuju bar malam ini?”

Tentu saja Alarich sedikit kagok karena ini pertama kalinya datang dan kaget saat diberikan pertanyaan sebanyak itu. Lalu Al mengingat bahwa pacarnya pernah memberikan kartu namanya jadi bills atau apapun yang Al inginkan pasti ujungnya Sadewa yang dihubungi, Kadi Alarich memberikan kartu nama yang diberikan oleh Sadewa.

Waiters itu menerimanya fan sedikit terkejut.

Waiter : “Mohon maaf Tuan, Mari ikut saya”

Sang waiter dengan sopan mengantarkan Alarich ke Ruang VVIP yang berada di lantai paling Atas.

Waiter : “Silahkan Tuan, Anda bisa duduk dan menunggu disini. Saya akan memanggilkan Tuan Sagara untuk kemari”

Alarich yang tidak tahu apa apa pun mengganguk setuju dan duduk di sofa besar nan megah. Lalu beberapa Waiters pun berdatangan dan memberikan minuman pembuka. Karena Alarich merasa sungkan untuk menolaknya ia pun meminumnya. Tanpa ia sadar sudah 3 gelas minuman beralkohol dan Alarich sudah mabuk berat. Ia bahkan mulai mengoceh tidak jelas sambil menggenggam gelas beernya.

Pintu ruang VVIP pun terbuka dengan pelan, Sadewa dengan pelan masuk kedalam ruangan sambil sedikit menghela nafas

“Hahhhh….dedek,,Mas kan sdh bilang kalau mau kemari, setidaknya kabarin ma-Dek?? Dedek minum??”

Sadewa menatap Alarich yang sudah teler diatas Sofa. Alarich yang sedikit sadar ia di tatap dengan badanya yang terhuyung ke kanan kiri, ia dengan cepat berjalan menuju Sadewa dan tentu saja Sadewa menangkap al dengan mudah.

“Masssss kamu kenapaaa sihhhh, jahat bangetttt -Hic kenapaaa ninggalin aku terussss, akuu kurang ya?? Masssssss…..!!!”, Rengek Alarich sambil mengoceh ga jelas karena ia sudah sangat mabuk berat.

Sadewa menghela nafas berusaha untuk menenangkan dirinya dan berusaha sabar menghadapi kekasih kecilnya yang tengah mabuk berat ini.

“Dek, Kenapa kamu minum? bukannya mas sdh pernah bilang? Kalau bukan Saya yang memberikan minum jangan kamu minum? Kenapa kamu tidak mendengarkan perkataan Mas sih?”, Sadewa berusaha keras untuk menahan badan Alarich yang bergerak risih. Alarich dengan usil berusaha untuk jinjit dan mencium bibir montok sexy kekasihnya sementara Sadewa sekuat tenaga untuk menahan kekasih kecilnya.

“Dek, udah dek. Saya tidak mau melewati batas. Kamu masih kecil, Alarich”

mendengarkan hal itu, Alarich dengan cepat merengek dan membantah kalau Ia sudah besar. Akhirnya Sadewa Mengalah dan mengendong Alarich dengan satu tangan dan berjalan ke mobil pribadinya. Lalu dengan gerakan kilat Sadewa mendudukan Alarich ke tempat duduk dan membantu Al menggunakan sabuk pengaman dan ia duduk di kursi supir dan kembali ke Apartement Sadewa.

Selama perjalan, Alarich terus menerus mengeluh karena badannya panas dan ia ingin di cium oleh Sadewa. Bahkan al dengan sengaja menyulurkan tangannya di paha Sadewa yang tengah menyetir mobil. Hal itu membuat Sadewa berdecik dan menahan dirinya hingga sampai kedalam Apartement mereka. Setelah 20 menit Sadewa berusaha menahan dirinya akhirnya mereka pun sampai di apartement mereka dan Sadewa sudah tidak bisa menahan diri.

WARNING 18+ MENUJU 21+🔞🔞🔞🔞🔞

Sadewa dengan cepat melepaa sabuk pengaman Alarich dan menggendongnya menghadap Sadewa dan mencium bibir kekasih kecilnya.

Awalnya ciuman itu hanya sekedar menyentuhkan bibir satu sama lain. Namun Sadewa mulai menggigit kecil bibir Alarich dan Alarich pun membuka bibirnya dengan sengaja dan mereka mulai mendalami ciuman mereka. Sambil berjalan and menaiki lift sambil berciuman, akhirnya mereka sampai kedepan pintu apartement mereka. Sadewa dengan cepat membuka pintu dan menutup pintu, Lalu mendorong badan Alarich hingga menyentuh Pintu mereka. Mereka mulai bersilat lidah, Lidah sadewa masuk kedalam mulut Al lebih dalam dan menjilat Lidah dan langit mulut Al hingga membuat badan Al tersentak dan bergerak tidak nyaman karena rasa geli saat Sadewa menjilat Langit mulut. Tangan Sadewa tidak diam saja, dia mulai memijat daun telinga Alarich dan tangan satunya mulai menggitari puting Alarich yang belum mencuat keluar. Alarich semakin bingung dengan rangsangan yang diberikan oleh Sadewa dan semakin mengliat karena reflek menghindari dari rasa geli yang diberikan oleh Sadewa. Jari jemari tebal milik Sadewa mulai mencubit benjolan dada Alarich dan kukunya mulai mengaruk puting yang masih bersembunyi itu hingga puting itu mulai mencuat keluar

“Aaahhhnghhhh~ Dewwww……R-aasanyaa anweeehh-anghhh!!?”, Alarich makin dibuat mengeliat saat ciuman mereka terputus dan mulai menjilat leher Alarich. Perlahan lidahnya turun ke bahu dan meninggal jejak ungu dan gigitan gigitan kecil disana. Setelah puas Sadewa melepas semua pakaian milik Al dan miliknya. Alarich sudah telanjang bulat di gendongannya sementara Sadewa setengah telanjang, Hal itu membuat Sadewa menatap tubuh kecil nan ramping milik Al dan mulai menciumi tubuhnya.

Alarich yang sudah dimabuk dengan semua stimulasi dari Sadewa pun mendesah kaget dan berusaha mendorong bahu Sadewa yang sekarang menyusu di putingnya

“Saaaadewwwww stwoppp anghhhh gwaaa ada yggg baklaannn keluu-Aaanrreh!! ueeengaahhhmm?!!” Sadewa tidak menghiraukan desahan Al yang meminta berhenti, justru ia semakin gencar menggigit dan menyedot putingnya.

“Kenapa dek? Ga suka kah? Lucu tau, lihat puting pinkmu yang kecil mecuat keluar. Pengen banget disedot sama mas, Lucu banget”, Sadewa dengan iseng menyentil putingnya Al berkali kali.

Setelah puas menyusu, Sadewa pun membawa Alarich dan merebahkannya di kasur. Karena Alarich sekarang sedang tidak focus karena over-stimulasi yang diberikan oleh Sadewa barusan. Dengan cepat Sadewa mengangkat kaki alarich ke bahunya dan menekan tubuh bagian bawahnya ke bahu dan dada Al sendiri. Lalu Sadewa mulai menciumi lubang Al, dan mejilatnya.

“AHHHHH!!?? M-MASSS?! JANGANNNN ENGAAHHMMMM ITWUUUU KWOOTOOR-ANUGHMMM!!” Al akhirnya sedikit tersadar dan mulai mendorong kepala Sadewa. Namun Sadewa tidak terdorong sama sekali malah ia sekarang mulai mengulum penis kecil Alarich. Sambil mengulum, jari jari Sadewa mulai menusuk nusuk dan mengitari lubang belakangnya, dan ia mulai melonggarkan lubang Alarich.

Setelah merasa puas dan merasa lubang alarich sudah sedikit longgar. ia melepaskan Al dan mulai membuka celananya dan melepaskan kontol besarnya. Melihat kontol besar Sadewa, Alarich meneguk air liurnya dengan susah payah karena kontol itu bahkan lebih besar dari lengannya.

“i-itu yakin bakalan muat???”, Suara al bahkan terbata bata saat bertanya dan tentu saja dibalas dengan sedikit tawa oleh Sadewa.

“Kalau sakit, cakar punggung saya Al. aku masuk”

Setelah menggalungkan tangan al ke lehernya, Sadewa mulai menuntun kontol besarnya untuk masuk kedalam lubang sempit Al. Tubuh Alarich tersentak saat Kontol besar Sadewa menusuk masuk dengan sekali hentakan, penis Sadewa menghantam pantatnya seperti piston. Bunyi dentuman berirama dari buah zakar Sadewa yang berat menampar pantat Alarich bergema di ruangan itu, bercampur dengan suara basah dari persetubuhan mereka. Ia bahkan tidak memberikan waktu untuk Al menyesuaikan dengan ukurannya. Hal itu membuat alarich mendesah kencang dan menggoceh antara sakit dan nikmat jadi satu

Maaassss dweewwwaaaaaa wnakkkkk, lebihhh kerassss~ rasaaaaanua anwehhhh~ ewaankkk

Sadewa lalu menempelkan bibirnya ke bibir Alarich dalam ciuman yang kasar dan penuh paksaan. Lidahnya mendorong melewati bibir Alarich, menyerbu mulutnya dengan semangat tinggi karena mendengar kata kata kotor dari bocil kematiannya, Dia menggigit bibir bawah Alarich, menariknya dengan giginya sebelum meredakan rasa perihnya dengan lidahnya. Sadewa pun kembali bergerak dengan kasar sekarang, bahkan ia mulai mengocok penis kecil Alarich sambil terus mengejot dengan kasar

“Kamu suka ya kalo mas entot sampe goblog kayak gini? enak? Ga pernah kan dapet rasa seenak ini kalau tidak bersama saya”

Alarich hanya bisa mengerang tanpa suara, tubuhnya tersentak dan bergetar saat Sadewa mulai menusuknya dengan energi yang baru. Setiap hentakan pinggul Sadewa membuat penis Alarich yang lemas tersentak dan berkedut di genggaman kekasihnya, daging yang terlalu terangsang itu sangat sensitif terhadap setiap sentuhan. "Sial, sayang, kau masih sangat ketat, bahkan dengan dengan kontol besarku kau masih sangat ketat. enak banget, saya jadi pengen nyumpelin lubang kamu sama kontol besar saya, terusa saya entot kamu sampai goblog. Sampai kamu terdiam karena kontolku," Sadewa mengerang, suaranya tegang karena kenikmatan saat ia merasakan dinding Alarich mencengkeram dan bergetar di sekitar batang penisnya yang bergerak maju mundur. "Akan... sial... akan mengisi lubang seksi ini lagi dan lagi sampai kau tenggelam dalam benihku."

Sadewa pun menarik pinggang ramping Alarich dan memasukan seluruh kontol besar miliknya hingga membuat Alarich mendesah hingga tiada suara dengan bola mata yang berputar kebelakang dan mulut yang terbuka “o” lebar karena kontol Sadewa masuk kedalam Lubang Rahim yang ada didalam tubuh Alarich. Kontol Sadewa sanggup masuk hingga area paling dalam dan susah Alarich, sehingga sekarang tubuh Alarich terkenjang dan bergetar hebat karenanya.

Alarich hanya bisa merintih dan mengerang, air liur menetes dari dagunya saat Sadewa menggunakan tubuhnya dengan fokus yang terarah. Kukunya mencakar Punggung lebar Sadewa hingga membuat san pemilik punggung meringis sedikit namun dengan cepat ia kerasakan keenakan saat menubruk masuk lubang rahim ketat milik kekasihnya.

"Kumohon... mawuuuuu.... akuuuu mawuu... hnnnggghhh... Mwaaauuu dihamili sama massss-ANGHHH??!! LEBIHHH KERASSS MASSS, ENTOT AKU LEBIH KENCANG!!-AAANGHJH!!" Alarich bergumam tak jelas, matanya sayu dan tak fokus, benar-benar tersesat dalam kabut sensasi yang luar biasa. Tubuhnya bukan lagi miliknya sendiri, tetapi mainan untuk kesenangan Sadewa.

“Bersama Al…..ueenghhh. Anjing!! Enak banget Lubang Kamu!! aaaghh!”, Sadewa mempercepat hentakannya dan kontolnya masuk kedalam rahim itu. Semakin cepat dan kasar, membuat Alarich terhuyung kedepan karena hentakan Sadewa. Hingga akhirnya mereka berdua cum, Sadewa pun memberikan hetakan kecil namun cepat saat ia cum. Tubuh Alarich menengang, ia kejang kejang karena rasa nikmat dan stimulasi yang berlebihan. Bola matanya berputar keatas hampir hilang, suara desahannya mencapai highnote hingga hilang, mulut yang membentuk huruh “o” dan air liur yang bercucuran keluar dari mulutnya. Kontol kecil Alarich tidak hanya cum, tapi dia squirting. Cairan bening itu keluar bersama cairan putihnya dan membasahi perutnya dan perut Sadewa dan menetes kebawah kasur.

Melihat Alarich sepenuhnya tak berdaya, matanya terbalik dan tubuhnya kejang-kejang, membangkitkan rasa lapar yang gelap, hampir buas, dalam diri Harris. Dorongan primal untuk mengklaim, menaklukkan, dan sepenuhnya mendominasi kekasihnya melonjak dalam dirinya. Dia mencengkeram pinggul Alarich dengan kekuatan yang menyakitkan, jari-jarinya menekan daging lembut itu cukup keras hingga meninggalkan memar yang jelas. "Sial, sayang, lihat dirimu. Lubangmu sangat sangat enak dan yang paling sempurna, menerimaku begitu dalam. Sangat enak buat di entot sampe tolol," geram Sadewa, suaranya rendah dan mengancam. "Kau mau suka kan di entot sampe goblog dan ga bisa berkata kata seperti ini kan? Dari dulu kamu pengen kan saya entot sampe mampus terpipis pipis kayak gini kan??". Alarich sendiri udh ga bisa ngomong dan memahami apa yamg terjadi, dia hanya bisa berusaha untuk kembali fokus namun dengan banyak stimulasi yang diberikan ia masih menjadi tolol.

Dengan geraman terakhir yang posesif, Sadewa mencium bibir Alarich yang lemas dengan penuh gairah, merampas dan mengklaim setiap inci bibirnya. "Milikku," gumamnya di bibir Alarich, merasakan tubuh kekasihnya bergetar dan terdiam dalam pelukannya. Saat Sadewa perlahan mengakhiri ciuman itu, ia menyadari Alarich telah lemas, matanya berkedip menutup saat ia terlelap dalam tidur yang lelah dan terlalu terangsang. Sadewa hanya menyeringai.

“Selamat beristirahat dedeknya Mas.., maafin mas yang kasar ya..muach”, ucap Sadewa sambil mengecup Alarich yang sudah terlelap dalam mimpi, dan setelah mengamati wajah indah kekasihnya, Sadewa pun menyusul untuk tidur bersama dengan kekasih kecilnya


메타데이터
post_id
801f33ec4e13
slug
accident-or-a-change-801f33ec4e13
url
https://medium.com/@mayukiizuki/accident-or-a-change-801f33ec4e13
canonical_url
https://medium.com/@mayukiizuki/accident-or-a-change-801f33ec4e13
author_url
https://medium.com/@mayukiizuki
status
ok
fetched_at
2026-08-01 09:04:44