← Back to list

Dia yang Tak Pernah Menahan Satu Pun Pemberian

Di atas sepeda motor yang terus melaju, untuk kesekian kalinya pikiran saya kembali dibuat gusar oleh sebuah persoalan klasik.

Helmi Santosa · 2026-07-16 12:31 · 0 claps · 3.4 min read
#tawakal #tawakkal #ikhtiar #berusaha #kesuksesan
Open on Medium ↗

Dia yang Tak Pernah Menahan Satu Pun Pemberian

Photo by Dyana Wing So on Unsplash

Photo by Dyana Wing So on Unsplash

first published on 20 May 2022

Di atas sepeda motor yang terus melaju, untuk kesekian kalinya pikiran saya kembali dibuat gusar oleh sebuah persoalan klasik.

Di sisi lain, memang saya akui bahwa saya (saat ini) adalah pribadi yang masih kurang sabaran. Selalu menuntut timbal balik dan kejelasan pada hampir segala hal.

Padahal, itu jelas bukan kuasa saya. Sama sekali bukan.

Sudah bukan hitungan bulan lagi, melainkan tahun.

Tak terbilang berapa banyak usaha yang telah saya lakukan untuk terus mencari rezeki-Nya.

Pemasukan belum stabil, masih naik-turun. Hingga ketika waktu telah berjalan dalam hitungan tahun, saya yang memang (masih) tidak sabaran, gusar dan jengkel.

Berteriak ke dalam diri sendiri,

“Kapan aku bakal dapat uang sekian?! Aku sudah ngelakuin ini-itu, kok masih gini-gini aja, sih?! Enggak ada kemajuan berarti … dst.”

Akrab dengan pikiran-pikiran seperti ini? 😁

Sebagaimana yang sudah saya singgung di awal, saya adalah tipe orang yang lebih suka mencari kepastian.

Suatu upaya dan tindakan haruslah membuahkan hasil, apalagi bila banyak hal dalam prosesnya sudah dihitung dengan cermat.

Pada saat itulah saya melupakan salah satu prinsip dasar untuk meraih kesuksesan: tekun.

Ya, hampir segalanya hanyalah soal waktu.

Kita tidak bisa benar-benar memastikan kapan imbalan yang kita harapkan akan tiba.

Lalu, bila jawaban dari persoalan ini adalah nasihat sederhana, yaitu tekun dan sabar, bisakah kita melihat persoalan serupa dari sudut pandang yang berbeda?

Tentu saja, dan saya baru menyadarinya tak lama setelah saya uring-uringan sendirian di atas motor.

Kembali, Semua Hanyalah Soal Waktu

Pertama, dari awal dan sudah sejak lama saya sadar betul bahwa apa yang saya lakukan adalah “membangun” sesuatu, bukan sekadar mencari hasil yang kontan.

Kemudian, saya kembali merenungi hari-hari yang selama ini telah saya lalui.

Dan ternyata, hei, bahkan walaupun saya tidak mendapatkan pemasukan yang stabil dan berarti, toh saya masih bisa hidup berkecukupan. Alhamdulillah.

(Ingat, ini bukan soal khawatir mengenai rezeki, melainkan kejengkelan karena usaha kita yang belum kunjung membuahkan hasil.)

Jadi, maksud saya, Allah tidak pernah sekali pun berbuat zalim dengan menahan rezeki-Nya kepada seorang hamba. Dia hanya berkehendak untuk memberikannya pada waktu yang tepat.

Coba lihat, untuk saat ini, kebutuhan-kebutuhan hidup saya memanglah tidak seberapa. Dua kebutuhan primer, pangan dan papan, alhamdulillah sudah sangat tercukupi.

Jadi, atas kehendak, hikmah, dan ilmu-Nya yang sempurna, Dia mengetahui bahwa memang belum saatnya bagi saya untuk mendapatkan apa yang saya inginkan.

Tapi bila memang sudah waktunya, sungguh, Dia adalah sebaik-baik Zat tempat bertawakal.

Ia akan memberikan rezeki-Nya pada waktu yang tepat.

Maka dari itu, yang bisa saya lakukan adalah senantiasa tekun — juga sabar. Terus berinovasi dan eksekusi ide-ide baru.

“Hanya karena proses yang kamu jalani lebih lama, bukan berarti kamu gagal.”

Kolonel Sanders — pendiri KFC

Seperti kata pepatah: “hasil tidak akan mengkhianati usaha”, insyaallah.

Rezeki Tak Kasat Mata

Dan satu lagi, sebagai seorang hamba, begitu sering kita salah dalam memaknai “rezeki”.

Rezeki bukan hanya sesuatu yang bisa dinominalkan.

Dengan kata lain, rezeki bukan hanya dalam bentuk duit.

[embed]

Ayolah, sadari itu.

Betapa pun menyedihkannya saat-saat “lagi enggak ada duit”, lihatlah bahwa Allah masih memberi kita rezeki berupa kesehatan dan waktu untuk terus mencari rezeki-Nya.

Menarik, ‘kan?

Memang begitulah kenyataannya.

Ada banyak sekali “rezeki” yang selama ini malah tidak kita sadari bahwa itu semua merupakan rezeki.

Rezeki yang tidak kita syukuri kehadirannya.

Bayangkan saja apabila kita sudah diberi banyak rezeki berupa harta, tapi Allah tidak memberi kita rezeki berupa sehatnya badan dan luangnya waktu.

Tinggal menghitung hari, harta yang selama ini kita miliki bukan tidak mungkin perlahan akan habis.

[embed]

Tentang ini, sembari terus memacu sepeda motor di jalanan kota, akhirnya saya kembali merenung,

“Iya, ya? Cobalah andaikan aku ini orangnya penyakitan atau punya keterbelakangan mental, nyari duit bisa jadi bakal lebih susah … ”

“Alhamdulillah sekeluarga enggak pernah kena sakit aneh-aneh atau musibah. Coba kalau kena, … ”

… dan seterusnya, dan seterusnya.

Demikianlah, saya terus saja membayangkan hal-hal buruk yang sangat mungkin terjadi pada saya dan keluarga.

Tapi karena kemurahan dan kasih sayang-Nya, tak ada satu pun dari hal-hal buruk tersebut yang terjadi pada saya. Alhamdulillah.

[embed]

[embed]

Kesimpulan

Jadi, bila suatu saat kamu dihinggapi rasa gusar atau bahkan jengkel akibat rezeki yang tak kunjung lancar, mari bersama-sama kita mengingat dua hal:

  • Bahwa Allah tidak pernah berbuat zalim dengan menahan pemberian-Nya. Dia Mahahikmah, Dia akan memberikan rezeki-Nya pada waktu yang tepat.
  • Bahwa rezeki tidak melulu berupa harta. Sadari bahwa ada banyak hal di sekeliling kita yang merupakan rezeki dari-Nya. Rezeki tak kasat mata.

Entahlah sudah berapa kali saya gusar seperti ini, merenung, menemukan solusi, tapi kemudian gusar lagi.

Menuangkannya dalam bentuk tulisan agar semoga bisa bermanfaat buat orang lain dan sekaligus sebagai pengingat untuk diri saya sendiri, mungkin merupakan cara terbaik agar bisa segera terlepas dari kegusaran serupa.

Semoga kita bisa tumbuh bersama menjadi lebih baik setiap harinya. Amin.

[embed]

Suka tulisan saya? Silakan share ya, biar semakin bermanfaat buat banyak orang. 👍🏻

Traktir saya kopi 📲 di sini 😁

Mungkin kamu bakal butuh 📲 ini


메타데이터
post_id
809cb9fab567
slug
dia-yang-tak-pernah-menahan-satu-pun-pemberian-809cb9fab567
url
https://medium.com/@helmisantosa/dia-yang-tak-pernah-menahan-satu-pun-pemberian-809cb9fab567
canonical_url
https://medium.com/@helmisantosa/dia-yang-tak-pernah-menahan-satu-pun-pemberian-809cb9fab567
author_url
https://medium.com/@helmisantosa
status
ok
fetched_at
2026-08-08 13:16:21