What happened in 10 March, 2026.
Hari ini tepat seminggu setelah berita itu muncul. Waktu itu, aku baru bangun setelah melewati hari yang melelahkan. Awalnya semua berjalan…
What happened in 10 March, 2026.

My biggest heartbreak.
Hari ini tepat seminggu setelah berita itu muncul. Waktu itu, aku baru bangun setelah melewati hari yang melelahkan. Awalnya semua berjalan seperti biasa. Aku tidak berpikir apapun, aku hanya menjalankan rutinitasku seperti biasa.
Namun, semua berubah ketika aku membaca notif pada ponselku. Semua orang berkata bahwa kamu pergi meninggalkan mereka untuk melanjutkan mimpimu. Aku yang waktu itu baru bangun hanya bisa berdiam diri dan berpikir bahwa semua ini hanya mimpi.
Setelah aku bisa mencerna keadaan, aku membuka semua sosial media ku untuk mencari informasi yang lebih jelas. Satu hal yang ku lakukan saat itu adalah untuk menemukan fakta bahwa semua ini tidak benar.
Namun, Harapan itu hancur ketika kamu mengkonfirmasi semua ini lewat media yang biasa kami gunakan untuk berinteraksi. Kamu berkata bahwa, kamu memang memilih jalan yang berbeda dengan mereka. Kamu ingin membagikan karya mu kepada orang-orang yang kamu cintai tanpa harus menghambat aktivitas keenam temanmu dan kamu juga berkata bahwa kamu tidak ingin terlihat egois dan mementingkan dirimu.
Keadaanku waktu itu sangat bercampur aduk. Aku tidak tau harus bereaksi seperti apa. Otak ku memproses semua ini lebih lambat. Aku bahkan sudah tidak sanggup untuk menopang tubuhku. Rasanya seperti ada bagian dalam diri ku yang hancur ketika aku membaca berita tersebut.
Aku tidak sanggup melakukan apapun. Awalnya aku bangun untuk bersiap-siap menjalankan aktivitas ku sebagai mahasiswa. Namun begitu berita itu muncul, seluruh organ pada tubuhku tidak dapat berfungsi. Berakhir aku memilih untuk tidak menjalankan nya. Aku memilih untuk tetap berdiam diri dirumah dan memproses semua kejadian ini.
Aku menghubungi semua temanku yang juga mencintaimu, bahkan temanku yang lain juga banyak yang menghubungiku untuk sekadar menanyakan keadaanku dan memastikan berita tersebut. Padahal mereka tidak mengikuti perjalananmu.
Mati rasa. Itu yang kurasakan saat itu. Aku tidak tau itu terjadi karena aku masih memproses semua hal ini atau karena tubuhku sudah tidak sanggup bereaksi apapun. Aku bahkan masih berpikir bahwa ini semua hanya lah kebohongan. Tidak mungkin ini terjadi.
Aku berpikir bahwa aku tidak sanggup melakukan apapun, jadi aku memilih untuk pergi bersama temanku. Dia juga merasakan hal yang sama. Kami memilih pergi ke suatu tempat yang selalu kami datangi. Hal yang kami lakukan hanya menganggap bahwa semua ini hanyalah halusinasi semata.
Kami hanya berdiam diri dengan pandangan yang kosong. Masih tidak menyangka. Bedanya hanya kami saling menemani satu sama lain, yang kami rasakan tetap sama. Sepanjang hari itu, kami hanya bisa berdiam diri dengan tatapan yang kosong dan perasaan yang bercampur aduk.
Sulit rasanya untuk menerima ini semua. Terlalu berat. Terlalu cepat. Tidak ada peringatan hingga kami harus memproses semua ini dengan waktu yang lama.
Mungkin jika ada yang melihat kami, mereka akan berpikir bahwa kami gila. Kami tertawa, berbagi candaan lalu di detik berikutnya kami akan menangis. Aneh. Rasanya seperti hampir gila.
Hari ini, aku perlahan mulai menerima semua hal yang terjadi. Aku berpikir bahwa tidak semua hal yang aku cintai bisa tetap bertahan di hidup ku. Rasanya berat, sangat berat. Bahkan aku berpikir untuk tidak akan pernah menerimanya.
Namun, melihat keadaan sejauh ini, aku merasa bahwa aku tidak punya harapan apapun lagi. Aku sudah mengusahakan semua hal, namun tidak ada yang berakhir baik. Semua tetap sama seperti semula.
Kehidupanku tetap berjalan seperti biasa, bedanya hanya aku sudah tidak punya tujuan untuk menjalaninya. Aku menjalani kehidupanku dengan setengah hati.
Namun, hidup harus tetap berjalan seperti biasa, bukan? Aku berpikir bahwa seminggu ini sepertinya sudah cukup untuk aku merasakan kehancuran dalam hidupku. Aku ingin bangkit. Aku ingin menjalani kehidupan dengan lebih baik lagi. Aku tidak mau terus terjebak dengan perasaan seperti ini lagi.
Aku masih berpikir, haruskah aku tetap bertahan atau melepaskan semuanya secara perlahan? 3 tahun lebih aku selalu bersama kalian, apakah aku harus menyerah secepat ini dalam waktu seminggu? Rasanya seperti aku menghianati kalian.
Namun, aku juga tidak mau terus hancur seperti ini. orang-orang disekitarku menjalani kehidupan seperti biasa, bahkan lebih baik. Mengapa aku harus terjebak dengan situasi ini tanpa bisa menerima sedikitpun?
Semua orang memiliki pandangan yang berbeda. Ada yang memilih menyerah sejak awal dan ada yang memilih bertahan hingga mereka lelah, seperti aku.
Sebenarnya, aku bisa saja melepaskan semua ini dari awal jika saja tidak ada satupun kejanggalan yang aku rasakan. Menurutku, semua ini terlalu aneh.
Semua terasa sangat berat.
Kamu menghilang sejak kabar itu muncul. Aku tidak tau bagaimana keadaanmu saat ini. Apakah kamu baik baik saja? Atau malah merasa bersalah atas pilihanmu. Aku tidak tahu.
Aku hanya berharap kamu datang ditengah kekacauan ini. Aku hanya ingin tau kabar mu dan bagaimana keadaan mu saat ini.
Aku berharap kamu baik-baik saja, sehingga aku bisa lebih mudah untuk menerima semua ini.
Dimanapun kamu berada saat ini, semoga kamu bisa beristirahat dan mendapatkan ketenangan yang selama ini kamu harapkan. Datang lah ketika keadaanmu sudah membaik.
Aku akan bertahan hingga aku bisa mengetahui keadaanmu. Setelah itu, aku akan menerima dan menjalani kehidupanku seperti biasa.
Satu hal yang membuatku susah untuk menerima semua ini adalah fakta bahwa kehidupanku sudah sangat melekat dengan kehadiran kalian bertujuh secara bersamaan.
Terimakasih karena sudah menemaniku di masa-masa terendahku. Aku akan selalu mendukung dan menemani kalian dimanapun dan kapanpun.
Kalian akan tetap menjadi rumahku untuk pulang.
Dan untuk kamu yang seminggu ini menjadi beban pikiranku. Aku berharap kamu segera menunjukan keadaan terbaikmu kepadaku, agar aku bisa menerima semua ini dengan hati yang lebih tenang.
Langkahku berikutnya, biarlah menjadi urusanku.
I hope you know, that I’ll love you always.
메타데이터
- post_id
- 80ef93432ebe
- slug
- what-happened-in-10-march-2026-80ef93432ebe
- url
- https://medium.com/@dsumps/what-happened-in-10-march-2026-80ef93432ebe
- canonical_url
- https://medium.com/@dsumps/what-happened-in-10-march-2026-80ef93432ebe
- author_url
- https://medium.com/@dsumps
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-24 11:06:28