๐
๐
Di antara pelukan dan ciuman yang tak terlepas, Eljesa merasakan dirinya benar-benar diinginkanโbukan sekadar hadir, tetapi dicintai.
Tanpa banyak bicara, Gyan langsung mengangkat Eljesa ke dalam gendongannya.
Eljesa yang terkejut refleks melingkarkan tangan di leher Gyanendra. Langkahnya begitu tenang menyusuri lorong menuju kamar mereka, dan tak henti-hentinya juga Gyan menciumi Eljesa yg berada di gendongannya. Seolah tak ingin kehilangan momen hangat yang ia ciptakan.
Pintu kamar terbuka perlahan. Gyanendra menurunkannya dengan hati-hati di atas tempat tidur, menatap Eljesa penuh rasa sayang sebelum merapikan helaian rambut yang jatuh di wajahnya. Suasana malam terasa semakin hangat, dipenuhi kedekatan yang tak perlu banyak kata.
Tanpa pikir panjang lagi, Gyan langsung menarik tengkuk leher Eljesa dan langsung menubrukan bibirnya dengan bibir merah muda milik Eljesa dan kemudian terus memperdalam ciumannya.
Dilumatnya secara kasar bibir merah muda itu membuat Eljesa yang dalam pengaruh obat hanya terdiam.
Ciuman itu berlangsung cukup lama membuat Eljesa mulai kehabisan napas dan beralih memukul dada bidang itu. Gyanendra spontan melepaskan penyatuan itu lalu beralih pada leher putih, mulus Eljesa.
Eljesa yang dalam pengaruh obat, tidak menolak namun tubuhnya semakin menikmati apa yang dilakukan Gyanendra. Eljesa mendongkak keatas saat merasakan sensasi sensual disana, membuat Gyan dengan leluasa melumat leher miliknya.
"Ahh ... Unghhh ... Enhhh."
"Ahh ... Masss..."
Selesai melumat leher mulus yang kini meninggalkan banyak bercak keunguan disana, Gyanendra dengan cepat membuka seluruh pakaian Eljesa, berakhir Eljesa yang naked lebih dulu.
"Stoph! Ahh ... Mass..."
"Enghhย ... Ahh." desah Eljesa saat Gyanendra mulai rakus menghisap kedua put*ng pink miliknya.
Gyan terus menghisap bergantian kedua putng itu. Bahkan kini putng sebelah kanannya sudah menegang, dan Gyan dengan senangnya malah memilin yang satunya.
"Ahh ... Shh..."
Pengaruh obat itu malah membuat Eljesa semakin meminta lebih dan lebih. Gyan dengan senang hati memperdalam hisapnya pada put*ng milikย Eljesa.
"Ah!ย Nnh.. lagi.. mas..โ Eljesa menarik salah satu tangan sang dominan untuk mengusap area yang sudah becek dibuatnya.
Kembali mendesah keras saat jemari Gyanendra menusuk masuk ke dalam mem*knya.ย โOh!ย Ohhh.. di sana.. di sana masss...โ Gyanendra menggeram pelan.
"Sayang mas masuk ya..?" pinta Gyanendra tak tahan.
"Emm ..."dehem Eljesa.
Kedua tangan Gyanendra bergerak cepat melepas celananya. Akhirnya kontlnya kembali menyentuh memk becek Eljesa.
โNnh!..ย โ kedua kaki Eljesa kini dilebarkan dan diangkat di atas bahunya.
Gyanendra, terus mengusap bagian sensitif Eljesa, sembari lelaki di hadapan nya mengocok kont*lnya hingga menegang. Gyanendra meludahi tangan nya dan kembali mengocok juniornya sendiri.
Perlahan Gyanendra mendorong kontlnya masuk ke dalam memk mantan istri cantiknya.
Eljesa terkesiap, ia mendesah, mengernyitkan dahi menahan rasa sakit yang diterima, โHhhahโฆ penuh.. mas...โ
"Ahh,.. Mem*k kmu sempit banget sayang.." Gyan mengerang.
Gyan terus mendorong perlahan batang kont*lnya sampai mentok, membuat El kembali terkesiap. Tubuhnya bergetar hebat, dan deru napas keduanya semakin terdengar tidak stabil secara bersamaan.
"Gede banget, mas..โ rengeknya pelan, menarik tangan Gyanendra untuk mengusap perut rampingnya.
โKerasa, kan?โฆ"
"Kerasa, sayang. Memk kmu enak banget, sayang. Mas suka.." Gyan menggenjot memk Eljesa pelan, menjilat dada Eljesa kembali sembari menatap si cantik.
Desahan-desahan yang keluar dari mulut Eljesa membuat birahi Gyan semakin memuncak. Gyan, menggenjot mem*k Eljesa semakin cepat.
Mencengkeram dan meremas daging pantat lelaki cantik itu kuat-kuat. Eljesa sendiri hanya pasrah, membiarkan Gyanendra menyodok liang sempit mem*knya sesuka hati demi memenuhi nafsu dan birahi.
"Mas..nnh! Mau.. mau pangku.โ
Dengan senang hati Gyan merubah posisi mereka, seperti yang di inginkan Eljesa.
Gyan, membuka kedua kakinya lebar-lebar sebelum menepuk pahanya pelan. Memberi izin Eljesa untuk duduk di pangkuannya.
"Nnghh.. dalam banget mas.."
"ahh.. Nhh.. Enak"
โGenjot sendiri, sayang. Mas mau nenen,โ Gyanendra dengan perintahnya.
Eljesa menganggukkan kepalanya, perlahan menggerakkan tubuhnya ke atas maupun ke bawah. Menggigit bibir bawahnya sensual, merasakan perih di memk dan putng karena ulah mantan suaminya yang kurang ajar ini.
Enak,ย Eljesa merasakan cairan orgasmenya mengucur keluar dari mem*knya. Karena lama sekali ia tidak lagi merasakan seperti ini. Hanya dengan Gyanendra untuk pertama dan terakhir kali sebelum divorse.
Eljesa semakin mempercepat genjotannya. Desahannya semakin melengking, tubuhnya melekuk saat Gyanendra membantu menggenjot kencang liang mem*knya.
Tak lama bagi Eljesa untuk memuncratkan orgasmenya. Gyan menarik keluar sebentar kontlnya untuk melihat muncratan Eljesa. Setelah itu ia kembali melesakkan kontlnya masuk ke dalam mem*k si cantik.
โOh! Ohhh โ mmh! Aku.. mas โ mass โโ tubuh Eljesa bergetar hebat, mulutnya terbata-bata penuh kenikmatan.
Gyanendra tidak mendengar dan hanya fokus mengejar orgasmenya sendiri. Merasakan betapa tegang kont*lnya di dalam sana.
โSayang, sempit banget โย nghhh stttโย โ
Gyanendra semakin kencang mencengkram pinggang Eljesa. Ditambah ia semakin melebarkan kedua kaki Eljesa yang ada di pangkuan nya itu. Eljesa bahkan membiarkan kedua kakinya terangkat sembari ditahan oleh kedua tangannya, memberikan akses lebih longgar buat Gyan. โS-sayang โ mas mau keluar โโ mengerang keras.
"ย oh!ย Ohhhh! Nnnh โ enak โโ
Gyanendra memuncratkan cairan kental berwarna putihnya di dalam liang sempit mem*k Eljesa.
Eljesa terkesiap di pangkuan nya, tubuhnya merinding dan bergetar hebat. Dengan kont*l Gyanendra yang masih tertanam dalam di tubuhnya. ย Gyanendra mengangkat wajah lelah Eljesa, memagut kedua bibir mereka kembali bersatu di ciuman lembut setelah bercinta. Gyanendra menarik diri, melepaskan tautan keduanya.
Dan malam itu berakhir dalam kehangatan yang panas. Hingga cahaya pagi perlahan menyelinap masuk melalui tirai, menemukan mereka masih saling berdekapan, enggan melepaskan satu sama lain.
๐ถ๐ธ
๋ฉํ๋ฐ์ดํฐ
- post_id
- 81d5df9754f3
- slug
- -81d5df9754f3
- url
- https://medium.com/@tiiriesatear/-81d5df9754f3
- canonical_url
- https://medium.com/@tiiriesatear/-81d5df9754f3
- author_url
- https://medium.com/@tiiriesatear
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-21 12:17:11