← Back to list

Burnout Skripsi? Pfft, (yup it’s me). + 50% apresiasi mas Baskara

Yang gue lakuin ketika gue lagi burnout skripsi.. (beberapa hari lalu)

Azalia Fathimah Dinah · 2026-05-13 15:51 · 1 claps · 3.7 min read
#skripsi #burnout #tugas-akhir
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🧠 · Mental Wellness

Burnout Skripsi? Pfft, (yup it’s me). + 50% apresiasi mas Baskara

Judul mungkin tidak sesuai dengan isi, tapi semua isinya berawal dari judul. Gitu deh.

Ini pertama kalinya gue nulis di Medium tentang personal things. Karena sejauh ini, semua yang gue tulis di sini selalu berkaitan sama tugas, tugas kuliah, tugas magang, tugas camp coding, pokoknya semuanya muter di dunia akademik dan kerjaan.

Sampe akhirnya tadi (sekitar 10 detik yang lalu wk), gue memutuskan buat menumpahkan apa yang lagi gue rasain di tulisan ini. Tanpa mikirin tata bahasanya sama sekali, tanpa mikirim rapi atau ngga, dan gue ga peduli. Gue cuma pengen cerita aja.

Dulu, beberapa tahun kebelakang, gue liat kakak tingkat yang belum selesai skripsi tepat waktu, atau bahkan belum ambil skripsi sama sekali, dengan perasaan heran.

“Emang skripsi se-susah apasi?”

Bocah bego yang gatau apa-apa itu saat itu mikir kaya gitu.

Dan sekarang, here I am. Final year of college. Ngerjain skripsi sambil kerja. Dan ternyata, ya… emang ga semudah yang dibayangin, haha.

Gue jadi sadar untuk ga menilai orang berdasarkan yang gue lihat aja, berdasarkan apa yang keliatan. Siapa tahu dulu kating gue sambil kerja juga. Siapa tahu mereka lagi kesulitan biaya. Atau mungkin ada masalah lain yang ga pernah gue dan lo tahu.

Lucunya, buat gue pribadi, justru ngerjain hal lain sambil skripsian bikin gue lebih berprogres. Semester sebelumnya gue udah mulai garap proposal sambil intern. Stressful? Banget. Tapi somehow, tetap jalan.

Lalu kenapa gue memutuskan untuk bekerja padahal lagi skripsian? Setelah selesai magang di semester 7 , gue memutuskan untuk coba break gaada kegiatan apa apa selama 2 bulan, fokus skripsian (NIATNYA). Turns out kerjaan gue dirumah cuma rebahan, scrolling, main sama temen, main sama kucing, main sendiri, main, main , main.

Dan dari situ gue sadar satu hal penting: tipe belajar orang beda-beda. Skripsi bikin gue ngerti kalau gue ternyata bukan tipe yang bisa produktif dengan diem di rumah terus. Anywhere except home (include rumah oma yang pw itu) works banget buat gue ngerjain skripsi.

Ngomongin soal proses skripsi juga, ada satu hal yang sampai sekarang gue rasa paling berpengaruh: lingkungan.

Kalau lo lagi mulai atau ditengah proses skripsi juga ketika baca ini, saran gue (gue harap gue denger ini dari orang lain sebelum gue mulai skripsian) dan gue rasa ini berlaku buat semua orang,

Cari temen skripsian yang mau berprogres juga.

Dan temen skripsian di sini bukan berarti harus tiap hari ngerjain bareng terus, tapi maksud gue adalah lu bisa saling sharing atau sekedar tanya

“Eh, skripsi lo udah sampai mana”.

Itu aja bisa ngaruh banget.

Karena ketika lo tahu temen lo udah sampai “G” sementara lo masih di “D”, otomatis ada dorongan buat jalan lagi. Bahkan temen gue yang ga kompetitif sama sekali pun works dengan cara ini.

Meanwhile kalau dalam perjalanan skripsi lo barengannya sama orang-orang yang emang males progres atau ga punya dorongan buat nyelesain, sadar ga sadar lo juga bisa kebawa. Saat lo masih di “D” dan temen lo masih di “A”, lo bakal ngerasa progres lo udah jauh. Padahal tujuan akhirnya masih “Z”.

Dan gue ngomong gini beneran based on experience. Gue pernah ada di dua lingkungan itu, dan dua-duanya ngaruh banget ke mindset dan ambisi gue selama skripsian.

Anyway, Di tengah semua burnout itu, ada satu hal lain yang nemenin gue banget: lagu-lagunya Hindia.

Sebenernya gue emang “kelelawar” dari jauh sebelum skripsian. Tapi pas lagi capek-capeknya, lagu-lagu mas Bas tuh jadi terasa beda banget. Terlalu relate. Terlalu transparan. (alah sedap)

Apalagi lagu kayak “Besok Mungkin Kita Sampai” sama “Berdansalah, Karir Ini Tak Ada Artinya”. Beh, coba lo dengerin kalau lagi skripsian juga. Highly recommend.

Gue sampe mikir, apa gue masukin aja yak Hindia dan .Feast di salah satu ucapan terima kasih skripsi gue nantinya, haha.

Salah satu lirik yang mas Bas tulis dan rasanya kaya nyolek banget gue adalah,

Tak ada yang tahu Kapan kau mencapai tuju Dan percayalah bukan urusanmu untuk menjawab itu Bersender pada waktu

Betapa eloknya lirik itu dibuat dengan feels yang sangat terasa down to earth tapi membangkitkan ambisi dan semangat dalam diri gue (cailah).

Padahal sebelumnya gue lebih suka lagu-lagu mereka yang “pake urat”, kayak “Berita Kehilangan” atau “Sectumsempra”. Tapi suatu malam, pas gue pulang kerja dan Spotify random muterin lagu itu… buset.

Nangis gue wak.

Apalagi setelah berkali-kali dapet pertanyaan:

“Kapan sidang?”

Dan lucunya, pertanyaan itu datang dari semua arah. Keluarga. Temen. Kerjaan. Lingkungan sekitar. Rasanya hampir semua orang terdekat pasti pernah nanya itu minimal sekali. Kaya, buat apa ya nanya gitu? Apakah bentuk peduli? Lalu apa?

Di saat gue lagi capek-capeknya lihat temen udah lulus, udah jalan duluan, gue masih stuck di sini, mas Bas malah kayak nina bobo in lewat lirik ini (geli tapi beneran karena lagi masanya):

Hidup bukan saling mendahului Bermimpilah sendiri-sendiri

Chef kiss kalau kata gue, ralat, programmer kiss dah tuh biar makin AI, Negara Emas 5.0, Sosmed, Umat dalam Jaringan.

Dan anehnya, semenjak gue nemu “trigger” yang bikin tenang itu, mindset gue mulai berubah.

Sejak saat itu gue mikir, skripsi? hajar. Diomelin atasan? hajar. Ditanya kapan sidang? hajar. Karena ternyata gue ga akan mati gara-gara itu semua. Ini cuma masalah waktu. Dan selama gue masih jalan, masih berprogres, semuanya bakal selesai juga.

Jadi kesimpulannya, kalau lo lagi burnout skripsi: Liat lagi lingkungan sekitar lo. Cari temen yang sama-sama mau jalan. Dan jangan lupa dengerin lagu mas Bas sama .Feast.

Tenang aja, Lo gaakan mati. Cuman masalah waktu doang. Dan semuanya akan selesai.

Terima kasih telah membaca story asbun gue. Terima kasih juga untuk clap 👏 nya.


메타데이터
post_id
82603bee9367
slug
burnout-skripsi-pfft-yup-its-me-50-apresiasi-mas-baskara-82603bee9367
url
https://medium.com/@azaliafd/burnout-skripsi-pfft-yup-its-me-50-apresiasi-mas-baskara-82603bee9367
canonical_url
https://medium.com/@azaliafd/burnout-skripsi-pfft-yup-its-me-50-apresiasi-mas-baskara-82603bee9367
author_url
https://medium.com/@azaliafd
status
ok
fetched_at
2026-07-13 17:28:18