← Back to list

Inilah Daftar Amalan Sunnah yang Dianjurkan Selama Ibadah Tawaf

Tawaf merupakan salah satu rukun ibadah haji dan umrah yang memiliki kedudukan sangat penting dalam Islam. Ibadah ini dilakukan dengan…

Madinah Iman Wisata Solo · 2026-03-13 08:09 · 0 claps · 5.5 min read
#tawaf #umrah
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🕊️ · Religion

Inilah Daftar Amalan Sunnah yang Dianjurkan Selama Ibadah Tawaf

Tawaf merupakan salah satu rukun ibadah haji dan umrah yang memiliki kedudukan sangat penting dalam Islam. Ibadah ini dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di titik yang sama.

Selain memenuhi rukun dan syarat sahnya, ada berbagai amalan sunnah yang dianjurkan selama pelaksanaan tawaf guna menyempurnakan ibadah tersebut.

Amalan-amalan sunnah tawaf ini bersumber dari tuntunan Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dalam berbagai hadis sahih. Meskipun sifatnya tidak wajib dan tidak membatalkan tawaf jika ditinggalkan, mengamalkannya tentu akan menambah pahala serta meningkatkan kekhusyukan selama menjalankan ibadah di Baitullah.

[embed]Apa Itu Miqat dan Di Mana Lokasi Miqat bagi jamaah? Umroh merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ibadah ini bisa dilaksanakan kapan saja sepanjang…medium.com

Seperti yang dijelaskan oleh Syekh Dr. Wahbah Zuhaili dalam kitab al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, sunnah-sunnah ini melengkapi dan menambah kesempurnaan ibadah tawaf.

Bagi Anda yang sedang mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah umrah maupun haji, memahami amalan sunnah tawaf ini sangat penting.

Dengan bekal ilmu yang cukup, Anda dapat menjalankan setiap putaran tawaf dengan lebih bermakna dan khusyuk.

Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap berbagai amalan sunnah yang dianjurkan selama ibadah tawaf, beserta dalil dan tata caranya. Mari simak pembahasannya sampai tuntas!

Mencium Hajar Aswad Sebelum Memulai Tawaf

Amalan sunnah pertama yang dianjurkan sebelum memulai tawaf adalah mencium Hajar Aswad. Batu mulia yang terletak di salah satu sudut Ka’bah ini menjadi titik awal sekaligus penanda dimulainya setiap putaran tawaf.

Rasulullah SAW senantiasa mencium Hajar Aswad setiap kali memulai dan menyelesaikan putaran tawaf, sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Umar bin Khattab RA.

Bagi jamaah yang mampu menjangkaunya, mencium Hajar Aswad dilakukan dengan cara menempelkan bibir langsung pada batu tersebut. Namun, mengingat kondisi di Masjidil Haram yang sering kali sangat padat, tidak semua jamaah dapat melakukannya secara langsung.

Dalam situasi seperti ini, jamaah diperbolehkan menyentuh Hajar Aswad menggunakan tangan kanan, kemudian mencium tangannya, atau cukup memberi isyarat dengan mengangkat tangan kanan ke arah Hajar Aswad sambil mengucapkan takbir.

Intinya, amalan ini dapat disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing jamaah tanpa harus memaksakan diri menembus kerumunan.

Melakukan Tawaf dengan Berjalan Kaki

Sunnah berikutnya yang perlu diperhatikan adalah melakukan tawaf dengan berjalan kaki. Meskipun saat ini tersedia fasilitas kursi roda dan kendaraan khusus bagi jamaah yang berusia lanjut atau memiliki keterbatasan fisik, tawaf dengan berjalan kaki tetap dinilai lebih utama bagi mereka yang mampu.

Berjalan kaki selama tawaf menunjukkan bentuk penghormatan dan ketundukan kepada Allah SWT, sekaligus meneladani cara Rasulullah SAW melaksanakan ibadah ini. Selain itu, berjalan kaki memungkinkan jamaah untuk lebih merasakan kedekatan spiritual dengan Baitullah dan menikmati setiap langkah ibadahnya dengan penuh kekhusyukan.

Tentu saja, bagi jamaah yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau keterbatasan fisik, menggunakan kursi roda atau alat bantu lainnya tetap diperbolehkan dan tawafnya tetap sah. Namun, bagi yang sehat dan kuat, berusahalah berjalan kaki agar mendapatkan keutamaan sunnah ini secara maksimal.

Mengusap Rukun Yamani dengan Tangan

Rukun Yamani adalah sudut Ka’bah yang terletak sebelum Hajar Aswad dan menghadap ke arah negeri Yaman. Sudut ini berdiri di atas fondasi yang dibangun oleh Nabi Ibrahim AS.

Mengusap Rukun Yamani dengan tangan kanan merupakan amalan sunnah yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Dalam hadis riwayat Abu Daud dan Ahmad disebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan amalan mengusap Rukun Yamani dan Hajar Aswad pada setiap putaran tawaf.

Berbeda dengan Hajar Aswad yang disunnahkan untuk dicium, Rukun Yamani cukup disentuh atau diusap dengan tangan tanpa perlu diciumnya.

Apabila jamaah tidak dapat menyentuh Rukun Yamani karena padat oleh jamaah lain, maka cukup melewatinya saja tanpa perlu memberi isyarat dari kejauhan.

Hal lain yang tak kalah penting adalah jamaah disunnahkan membaca doa, “Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar,” yang artinya: “Ya Allah, berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa api neraka.”

Berjalan Cepat dengan Langkah Kecil (Ar-Ramal)

Ar-ramal adalah sunnah berjalan cepat dengan langkah-langkah kecil tanpa berlari saat melakukan tawaf. Sunnah ini khusus dilakukan oleh jamaah laki-laki pada tiga putaran pertama tawaf, baik dalam tawaf qudum maupun tawaf umrah bagi yang berihram dari miqat.

Istilah ar-ramal sendiri berasal dari bahasa Arab yang bermakna mempercepat langkah kaki. Pada pelaksanaannya, jamaah berjalan dengan langkah yang lebih pendek dan lebih cepat dari biasanya, namun tetap berjalan dan bukan berlari. Amalan ini mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya ketika melaksanakan umrah.

Pada empat putaran berikutnya, jamaah kembali berjalan dengan kecepatan normal. Perlu diingat bahwa ar-ramal hanya disunnahkan bagi jamaah laki-laki, sementara jamaah perempuan tetap berjalan dengan langkah biasa selama tujuh putaran penuh.

Jika kondisi di sekitar Ka’bah sangat padat sehingga sulit untuk berjalan cepat, maka jamaah tidak perlu memaksakan diri dan cukup berjalan sesuai kemampuan.

Memakai Selendang dengan Cara Khas (Idhtiba’)

Cara memakai kain ihram bagian atas (rida’) yang dianjurkan bagi jamaah laki-laki selama melaksanakan tawaf adalah idhtiba’. Caranya adalah dengan meletakkan bagian tengah kain rida’ di bawah ketiak kanan, kemudian kedua ujungnya disampirkan ke atas bahu kiri.

Dengan posisi ini, bahu kanan jamaah akan terbuka, sedangkan bahu kiri tertutup oleh kain.

Amalan ini didasarkan pada praktik Rasulullah SAW dan para sahabat beliau ketika melaksanakan umrah, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis yang menjelaskan bahwa mereka meletakkan kain ihram di bawah ketiak kemudian menyampirkannya ke bahu kiri.

Idhtiba’ dilakukan sejak awal tawaf hingga selesai tujuh putaran. Setelah tawaf selesai dan hendak melaksanakan shalat sunnah dua rakaat, jamaah dianjurkan untuk mengembalikan posisi rida’ sehingga menutupi kedua bahu secara normal.

Sama seperti ar-ramal, idhtiba’ hanya berlaku bagi jamaah laki-laki dan tidak disyariatkan bagi jamaah perempuan.

Rajin Berdoa dan Berzikir Selama Tawaf

Tawaf memiliki kedudukan ibadah yang setara dengan shalat sehingga sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir selama pelaksanaannya.

Jamaah bebas memanjatkan doa apa pun yang dikehendaki, baik doa yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis maupun doa pribadi dengan bahasa sendiri.

Hal paling penting adalah doa dibaca dengan suara pelan (sirr) agar tidak mengganggu jamaah lain di sekitarnya.

Salah satu doa yang paling utama dibaca saat tawaf, khususnya di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, adalah doa “Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar.”

Selain berdoa, jamaah juga dianjurkan untuk senantiasa berzikir mengingat Allah, membaca istighfar, tasbih, tahmid, dan takbir. Menjaga fokus hati dan pikiran selama tawaf sangat penting agar ibadah benar-benar bermakna.

Hindari berbicara tentang hal-hal yang tidak perlu, bercanda, atau sibuk dengan gawai selama mengelilingi Baitullah. Jadikan setiap putaran sebagai momen paling berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon segala kebaikan dunia dan akhirat.

Melaksanakan Shalat Sunnah Dua Rakaat Setelah Tawaf

Setelah menyelesaikan tujuh putaran tawaf, jamaah disunnahkan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat. Shalat ini idealnya dilakukan di belakang Maqam Ibrahim jika memungkinkan, namun boleh juga dikerjakan di tempat lain dalam area Masjidil Haram.

Shalat sunnah tawaf merupakan penyempurna rangkaian ibadah tawaf dan memiliki keutamaan yang besar. Pada rakaat pertama, setelah membaca Al-Fatihah disunnahkan membaca surah Al-Kafirun, sedangkan pada rakaat kedua disunnahkan membaca surah Al-Ikhlas setelah Al-Fatihah.

Setelah selesai shalat, jamaah dapat memanfaatkan waktu untuk berdoa dengan khusyuk karena momen setelah shalat sunnah tawaf termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa.

[embed]Apa Hukumnya Wanita Haid Menjalankan Umrah? Umrah adalah salah satu ibadah terpenting dalam sejarah umat Muslim. Dalam ajaran Islam, umrah sering disebut sebagai…medium.com

Amalan ini melengkapi kesempurnaan ibadah tawaf dan menjadi penutup yang indah sebelum melanjutkan ke rangkaian ibadah berikutnya, seperti sa’i antara Safa dan Marwah.

Menjalankan amalan sunnah selama ibadah tawaf merupakan upaya untuk menyempurnakan ibadah di Baitullah sekaligus meneladani Rasulullah SAW.

Mulai dari mencium Hajar Aswad, melakukan tawaf dengan berjalan kaki, mengusap Rukun Yamani, berjalan cepat (ar-ramal), memakai selendang dengan cara idhtiba’, hingga rajin berdoa dan melaksanakan shalat sunnah setelah tawaf.

Semua amalan ini memiliki keutamaan yang luar biasa meskipun sifatnya tidak wajib. Dengan mempersiapkan ilmu yang cukup sebelum berangkat, Anda dapat menjalankan setiap putaran tawaf dengan lebih bermakna dan penuh kekhusyukan.

Bagi Anda yang ingin menjalankan ibadah umrah dengan bimbingan profesional dan pelayanan terbaik, Madinah Iman Wisata Solo siap menjadi partner perjalanan spiritual Anda ke Tanah Suci.

Dengan pengalaman lebih dari 24 tahun melayani jamaah sejak tahun 2000, kami menyediakan paket umrah yang dirancang khusus untuk memberikan kenyamanan, kemudahan, dan pengalaman ibadah yang berkesan.

Tim muthawif dan tour leader bersertifikasi kami akan mendampingi setiap langkah perjalanan Anda, termasuk membimbing pelaksanaan tawaf dan amalan sunnah lainnya.

Jangan tunda lagi impian Anda untuk beribadah di Baitullah. Hubungi Madinah Iman Wisata Solo sekarang juga!


메타데이터
post_id
82b04d686c6d
slug
amalan-sunnah-yang-dianjurkan-selama-ibadah-tawaf-82b04d686c6d
url
https://medium.com/@miwtravelsolo/amalan-sunnah-yang-dianjurkan-selama-ibadah-tawaf-82b04d686c6d
canonical_url
https://medium.com/@miwtravelsolo/amalan-sunnah-yang-dianjurkan-selama-ibadah-tawaf-82b04d686c6d
author_url
https://medium.com/@miwtravelsolo
status
ok
fetched_at
2026-07-12 00:27:44