Pengalaman membuat SKCK di Polda Metro Jaya
Kali ini saya ingin sharing pengalaman pembuatan SKCK, baik suka maupun sulitnya. Saya bagikan dulu cerita saya, dan kemudian di bagian…
Pengalaman membuat SKCK di Polda Metro Jaya
Kali ini saya ingin sharing pengalaman pembuatan SKCK, baik suka maupun sulitnya. Saya bagikan dulu cerita saya, dan kemudian di bagian akhir akan saya berikan rangkumannya. Bagi yang ingin langsung membaca rangkuman silahkan langsung ke bagian akhir. SKCK sendiri adalah Surat Keterangan Catatan Kepolisian, diperlukan untuk beberapa hal, walau yang saya tahu biasanya untuk melamar pekerjaan di luar negeri. Saya sendiri berlokasi di Jakarta, dan harus pergi ke Polda Metro Jaya yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Senayan untuk menyelesaikan urusan pembuatan SKCK.
Awalnya saya mengunduh aplikasi SuperApp Polri. Saya register akun, verifikasi diri dengan kamera dan KTP, kemudian setelah terverifikasi saya langsung coba pengajuan SKCK. Dan awal-awal saya sudah stuck. Jadi saya awalnya mencoba pada hari Minggu, 18 Agustus 2024. Saya coba dari siang, sore, malam, hingga tengah malam, terjadi error yang sama, yaitu ketika di “Detail Jenis Keperluan”, tidak ada pilihan yang bisa dipilih, aplikasi akan terus muter loading. Setelah saya tunggu mungkin 5 atau 10 menit, aplikasi memberikan error “terjadi kesalahan, dan harap menghubungi admin”. Ya, ga heran rating aplikasinya cuman 2.7/5.0.
Rating 2.7/5.0 SuperApp Polri
Saya mencoba-coba untuk browsing di internet, dan ada yang di Quora bahwa mereka mencoba menggunakan aplikasi AK23. Berikutnya saya ketahui bahwa aplikasi ini adalah untuk pendaftaran antrean sidik jari. Saya mencoba menggunakan aplikasi tersebut, dari registrasi, kemudian isi data-data. Ada pertanyaan mengenai bentuk muka, warna rambut, bentuk telinga dan hidung… saya juga bingung kenapa ditanya itu. Saya menjawab sebisanya, namun tidak yakin apakah telinga saya memang segi tiga atau seharusnya segi empat atau bulat. Setelah saya isi semua, kemudian diminta untuk memilih lokasi Kantor Polisi. Setelah saya coba-coba mencari alamat Kantor Polisi yang terdekat, ada error yang mengatakan “data yang dimasukkan tidak sesuai atau tidak lengkap”. Loh.
Hari Senin pagi, sekitar jam 9.30, saya coba lagi SuperApp Polri, dan akhirnya muncul pilihan yang bisa dipilih! Tidak ada penjelasan mengapa hari sebelumnya gagal. Kalau menurut hemat saya, aplikasi SKCK ini tidak bisa dijalankan di hari libur, atau bahkan ketika bukan jam kerja. Tapi rasanya percuma kalau suatu aplikasi online hanya bisa digunakan ketika jam kerja. Dan dari yang saya baca-baca, permintaan SKCK ini dulunya bisa dilakukan di web, namun sekarang harus dari SuperApp Polri. Saya pribadi lebih senang melakukan aplikasi melalui web, karena mengurus dari komputer lebih mudah untuk meng-upload data-data yang sudah tersedia di dalam komputer. Saya kurang suka dengan sentimen sekarang yang apa-apa harus dari aplikasi HP.
Anyway, saya coba mengajukan SKCK dari aplikasi dan berhasil. Ada beberapa data yang harus diupload, seperti foto KTP, kartu keluarga, ijazah atau akta lahir (Ini sepertinya boleh ijazah saja atau akta lahir saja. Oh dan, saya baru sadar kata baku yang benar adalah akta, bukan akte). Kita harus mempunyai BPJS kesehatan yang aktif (jadi saya perlu bayar dulu iuran bulan ini) dan untuk kebutuhan ke luar negeri, butuh data paspor juga. Pembayaran saya pilih tunai. Lalu bukti pengajuan SKCK akan dikirimkan ke email yang terdaftar.
Nah, sampai sini, ternyata kita harus tetap membawa fotokopi dokumen dan pas photo ke Polda Metro Jaya. Agak mikir juga, untuk apa upload kalau akhirnya harus bawa lagi. Kalau dari apa yang saya baca sih, bilangnya untuk bukti, tapi kalau menurut saya, seharusnya cukup KTP dan menunjukan email bukti pemesanan. Oh dan satu hal lagi yang tidak diminta oleh SuperApp Polri, tetapi diminta ketika sampai di Polda Metro Jaya. Kita akan mendapatkan bukti pengajuan SKCK ke email yang terdaftar. Nah ternyata kita harus print bukti ini! Jadi, ketika saya sudah sampai di Polda Metro Jaya dan memberikan berkas-berkas yang diperlukan, tiba-tiba petugas meminta saya untuk mencetak bukti pengajuan SKCK. Selain harga yang mahal Rp3.000 untuk cetak, saya pun harus mencari-cari dan berjalan agak jauh ke berlokasi cetak di dekat pintu masuk (perlu diketahui bahwa Polda Metro Jaya mempunyai banyak pintu masuk).
Dari yang saya baca-baca di artikel internet, banyak yang menyarankan untuk membawa map karton, bahkan ada yang bilang harus warna merah. Saya sendiri akhirnya ada bawa map karton, untuk jaga-jaga, dan lagi pula di rumah banyak (kita ada jual map karton Elvins), walau warnanya bukan warna merah, tapi warna biru. Tapi ketika saya disana, saya tidak dimintai map karton, dan malah setelah saya kasih berkas-berkas langsung dengan map karton, map kartonnya dikembalikan ke saya. Tetapi perlu diingat bahwa saya pergi ke Polda Metro Jaya di Jakarta, dan saya tidak tahu apakah di lokasi lain memerlukan map karton tersebut.

Map karton yang saya bawa
Mengenai lokasi pengajuan SKCK, awalnya saya tidak yakin harus kemana, karena baik di aplikasi SuperApp Polri maupun di artikel internet yang saya baca, tidak ada yang menyinggung hal ini. Saya menggunakan Google Maps untuk mencari lokasi Polda terdekat. Sangat disayangkan tidak ada website yang memberikan lokasi Kantor Polisi terdekat dan yang dapat mengurus SKCK. Anda mungkin harus mencari sendiri dan menghubungi nomor Kantor Polisi bila ragu.
Saya pergi ke Polda Metro Jaya pada hari Selasa, 20 Agustus 2024. Saya berangkat dengan KRL Commuter Line ke Stasiun Sudirman, dilanjutkan dengan MRT dari Dukuh Atas ke Istora Mandiri. Ketika masuk MRT, saya agak bingung kenapa ada dua mesin tap kartu Flazz/e-Money yang berbeda. Ketika saya tanya ke petugas, dia mengatakan bahwa sebaiknya lakukan tap di mesin yang berdiri, karena lebih responsive, sedangkan mesin yang lebih bawah itu lebih sering gagal membaca tap kartu. Tapi di luar itu, keduanya sama-sama berfungsi untuk tap kartu. Memang ketika saya coba keluar dari Istora Mandiri, terjadi error saat tap kartu. Saya coba tap di mesin bagian bawah, tapi error terus hingga petugas menghimbau saya untuk menggunakan mesin yang berdiri.
Mesin yang di depan ada mesin berdiri, sedangkan yang di belakang adalah mesin yang saya sebut mesin bagian bawah. Sumber: https://money.kompas.com/read/2024/05/02/220800926/kenapa-ada-dua-mesin-tap-di-mrt-jakarta-ini-alasannya-?page=all
Keluar dari stasiun Istora Mandiri, ternyata harus jalan kaki cukup jauh (sekitar 5 menit) ke pintu untuk pengunjung. Banyak pintu masuk ke dalam Polda Metro Jaya sepanjang jalan, namun pintu-pintu tersebut hanya untuk yang bekerja di sana Sampai pukul 08.00, masih cukup sepi, entah karena hari kerja (setahu saya sebagian besar orang urus saat hari Sabtu) atau karena masih pagi. Jadi keluar dari stasiun di Jalan Jenderal Sudirman, saya harus putar ke pintu timur di jalan Scbd. Di dalam kawasan Polda Metro Jaya, saya pergi ke bangunan Pelayanan Satu Atap. Di sini ada banyak pelayanan, bukan hanya SKCK, tapi juga ada SIM, kebanyakan hal-hal yang berhubungan dengan kendaraan.

Bangunan Pelayanan Satu Atap
Sampai di bagian SKCK, terdapat 3 konter:
- Pendaftaran.
- Penerimaan SKRC.
- Sidik jari.
Awalnya saya di konter 1 (pendaftaran) dulu. Di sini kita harus mengambil nomor antrean dulu dari suatu mesin, tunggu dipanggil, kemudian serahkan berkas-berkas yang diminta (fotokopi dokumen, pas foto, bukti pengajuan SKCK). Pertama petugas akan menanyakan tujuan. Awalnya saya hanya bilang untuk melamar kerja, tetapi dianggapnya akan melamar kerja di dalam negeri. Baru disitu saya bilang untuk visa. Ternyata bisa terjadi kesalahpahaman kalau kurang jelas. Lalu karena saya tidak cetak bukti pengajuan SKCK, saya diarahkan petugas untuk mencetak terlebih dahulu dan juga melakukan pengambilan sidik jari.

Konter pendaftaran dan penerimaan SKCK
Kemudian saya ke konter sidik jari. Sepertinya sidik jari tidak wajib apabila sudah pernah diambil (ketika pernah melakukan pengurusan dokumen lain, atau perpanjangan SKCK, yang notabene sudah pernah mengurus sidik jari). Karena saya belum pernah, saya harus melakukan pengambilan sidik jari. Saya tidak tahu apakah pendaftaran antrean melalui aplikasi AK23 akan mempercepat proses, namun karena saya tidak mendaftar melalui aplikasi, saya dimintai petugas untuk mengisi dokumen lagi. Sama dengan aplikasi AK23, dokumen ini juga menanyakan warna rambut, bentuk hidung, bentuk telinga…. Kemudian petugas meminta saya untuk membasahi jari saya dengan tinta, dan jari-jari tersebut digunakan untuk cap di suatu dokumen. Setelah itu, saya diarahkan ke kamar mandi untuk mencuci tangan sembari menunggu petugas menyelesaikan dokumen. Petugas kemudian memanggil nama saya untuk kembali ke konter 1.

Konter sidik jari

Spanduk aplikasi AK23
Saya ke toko fotokopi dulu untuk mencetak bukti pengajuan SKCK (kenapa ya sering banget diminta yang tidak diminta kalau mengurus hal legal di sini? Terakhir pengajuan paspor juga diminta fotokopi sesuatu yang tidak disebutkan di panduan. But I digress). Perlu jalan 5 menit (bolak-balik 10 menit). Untungnya sekarang bisa langsung terima dokumen dari HP, tinggal di whatsapp, tidak perlu dari USB drive lagi. Sempat ada masalah tidak bisa sharing ke whatsapp secara langsung, akhirnya dari saran mba-nya, saya screenshot saja dan kirim gambar.
Kembali ke konter 1, saya serahkan berkas-berkasnya, kemudian akan diminta untuk mengisi suatu pernyataan “apakah pernah melakukan tindak kriminal atau tidak”. Setelah itu akan diminta menunggu di konter 2, akan dipanggil namanya kurang lebih setelah 15 menit. Petugas di konter 2 akan memberikan hasil dokumen dengan kertas biasa (masih buat corat-coret) dan meminta untuk mengecek data. Di sini juga saat ketika saya perlu membayar Rp30.000. Nah ketika saya cek, data-data saya sudah benar, tetapi data tanggal hari ini ternyata tidak benar. Saya tidak cek tanggal karena awalnya saya pikir petugas hanya meminta untuk cek data pribadi. Setelah dicetak dengan kertas khusus (kurang yakin juga namanya apa, sama dengan yang buat kertas ijazah. Kalau ada yang tahu boleh komen), saya baru sadar tanggal yang tercetak salah. Tapi saya tidak merasa bersalah, saya bilang ke petugas kalau saya ceknya data pribadi, kesalahan ini bukan masalah dari data saya (maaf ya hehe). Beruntung petugas baik, mereka sepertinya melakukan cetak sebagian (hanya cetak bagian yang kurang, jadi kebetulan yang tercetak adalah “202”, padahal seharusnya “2024”).

Bukti bayar SKCK
Sudah selesai, bisa pulang, oh dan di antara MRT Dukuh Atas dan KRL Sudirman ada banyak makanan, saya beli Bubur Ayam Sunda, ada juga cemilan jalanan seperti risol dan gorengan-gorengan lain bagi yang berminat.
Rangkuman yang perlu dilakukan:
- Unduh SuperApp Polri. Lakukan registrasi/verifikasi atau login bila sudah ada akun.
- Lakukan pengajuan SKCK di aplikasi pada jam kerja (jam 08.00 hingga 15.00, mungkin bisa berbeda di hari yang berbeda). Unggah data-data yang diminta. Beberapa hal yang perlu diingat:
- Pas foto mesti latar belakang merah.
- Untuk keluar negeri, perlu unggah paspor.
- Bagian akta lahir dan ijazah, cukup salah satu. Tetapi bila ragu, silahkan unggah dua-duanya.
- Siapkan dokumen hard copy yang diminta, diantaranya (mungkin bisa berubah, harap cek kembali di aplikasi ketika Anda mengajukan SKCK):
- Fotokopi KTP.
- Fotokopi BPJS Kesehatan atau KIS.
- Fotokopi paspor bila ada.
- Fotokopi akta kelahiran.
- Fotokopi kartu keluarga.
- 4 buah pas foto latar belakang merah (tolong bawa banyakan karena panduan ada yang bilang 5 atau 6, untuk jaga-jaga).
- Cetak bukti pengajuan SKCK yang diterima di email yang terdaftar (Penting! Ini tidak tertulis di panduan maupun aplikasi, tetapi diminta oleh petugas).
- Hal yang perlu diperhatikan:
- Bawa KTP asli. Saya tidak diminta untuk menunjukkan KTP ketika pengajuan, tapi untuk berjaga-jaga saja karena panduan SKCK menuliskan membawa KTP asli.
- Tidak perlu membawa map dokumen, cukup klip kertas untuk menggabungkan berkas untuk yang ke Polda Metro Jaya, Jakarta. Tetapi saya tidak tahu untuk lokasi lain.
- Panduan mengatakan BPJS Kesehatan harus aktif. Saya tidak ditanyakan ketika pengajuan, tetapi ada baiknya Anda mengecek status BPJS Kesehatan dan membayar iuran apabila tidak aktif. Pembayaran bisa melalui aplikasi e-commerce seperti Tokopedia, Gojek, atau bahkan Flip, dan aplikasi lainnya.
- Bawa lebih pas foto (latar belakang merah), saran saya bawa 6 atau 8 untuk jaga-jaga jika diminta lebih.
- Cari lokasi Polda terdekat. Ini saya harus pakai Google Maps, karena saya tidak menemukan website yang memberikan list lokasi Kantor Polisi terdekat yang juga memberikan SKCK.
- Sesampainya di Polda, cari bangunan Pelayanan Satu Atap atau lokasi untuk pengurusan SKCK.
- Di lokasi pengurusan SKCK, ambil nomor antrean. Tunggu hingga dipanggil. Saat dipanggil, Anda akan ditanya untuk urusan apa. Kemudian berikan berkas ke petugas.
- Apabila Anda belum pernah mencatat sidik jari, Anda akan diarahkan ke konter sidik jari. Ikuti arahan.
- Kembali ke konter awal, Anda akan diminta menulis pernyataan tentang “pernah atau tidak pernah melakukan tindak kriminal”. Lalu Anda akan diminta untuk menunggu hasil +- 15 menit.
- Anda akan dipanggil untuk mengecek data dalam dokumen (masih kertas corat-coret). Penting! Cek data pribadi dan cek tanggal hari ini yang tercetak. Lalu Anda akan diminta bayar Rp30.000 bila belum bayar, dan SKCK asli (dengan kertas khusus) akan dicetak.
메타데이터
- post_id
- 82f518ac4f97
- slug
- membuat-skck-di-polda-metro-jaya-82f518ac4f97
- url
- https://medium.com/@kevinangkajaya/membuat-skck-di-polda-metro-jaya-82f518ac4f97
- canonical_url
- https://medium.com/@kevinangkajaya/membuat-skck-di-polda-metro-jaya-82f518ac4f97
- author_url
- https://medium.com/@kevinangkajaya
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-27 18:20:27