← Back to list

Membunuh Tak Selalu Soal Nyawa

foto seseorang yang telah meletakkan semua cemoohan di kail pancing, dan kini menikmati ketenangan bersama sapuan ombak

Muhammad_Ghazaliyin · 2025-11-17 13:02 · 1 claps · 1.9 min read
#pembunuhan #mental-health #islamic #motivation #refleksi
Open on Medium ↗
Wiki topics: PSY · Mental Health & Psychiatry PSY · Psychology 🚀 · Self Improvement 🕊️ · Religion

Membunuh Tak Selalu Soal Nyawa

Kadang, pembunuhan paling menyakitkan tidak memakai pisau, tidak juga meninggalkan darah. Ia datang dari komentar ringan orang terdekat, dari tatapan meremehkan, atau dari kalimat yang seolah sederhana: “Ngapain sih? gajelas! Kamu nggak bakal berhasil.” Entahlah, di saat mereka meragukan, justru orang yang jauh yang mengatakan: “ Tetap semangat ya, Kamu bisa kok.”

Dari sini saya belajar bahwa kedekatan bukan indikator bahwa seseorang akan selalu menjadi pendukung di setiap langkah kita. Sering kali justru orang yang dekat menjadi alasan kita hampir berhenti. Sebaliknya, orang yang tidak mengenal kita terkadang yang memberikan dukungan ringan yang sulit kita dapatkan dari orang terdekat sendiri.

Tak disangka ternyata kita sering mengalami pembunuhan, pembunuhan mimpi, oleh orang-orang terdekat kita. Atau… jangan-jangan kita pun pernah menjadi pelaku bagi mimpi orang lain?

Sadarlah wahai anak adam! jangan bunuh mimpi orang lain lagi, jika mimpimu tak ingin dibunuh!

Jangan bilang “sayang” jika kata-katamu di belakang justru menjatuhkan. Jangan mengaku “dekat” jika faktanya kamu selalu meremehkan.

Fenomena cacian dari orang terdekat ternyata bukan hal baru. Tidak juga hanya terjadi di zaman ini. Dalam sejarah para nabi, kita melihat pola yang sama:

  • Nabi Nuh diremehkan oleh anaknya sendiri, Kan‘an.
  • Nabi Muhammad ﷺ ditentang kaumnya di Makkah, namun dakwahnya disambut dengan baik di Yastrib (madinah) yang jaraknya 434 km dari tempat kelahirannya.

Sekilas terlihat aneh, bukan? Didukung oleh yang jauh, tetapi dicaci oleh yang dekat. Namun mungkin memang begitulah cara alam bekerja menyeleksi orang orang yang memang kuat dan layak mendapatkan mimpi.

Lalu, bagaimana kita menanggapi semua itu?

Rasulullah ﷺ bersabda:

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَلَا تَعْجِزْ “Bersemangatlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah.” (HR. Muslim no. 2664)

Hadis ini memberikan penegasan bahwa apa pun yang sedang kita usahakan: bisnis, konten, karya, dakwah. Kita harus tetap bersemangat. Dan ketika Nabi menutup dengan kalimat وَلَا تَعْجِزْ, itu seolah-olah menjadi pesan: “Tetap kuat, meski banyak yang mencaci dan meremehkan usahamu.”

Maka ketika cacian datang bertubi-tubi, janganlah berputus asa. Jadikan ia pembakar api semangat.

Jangan biarkan mereka bahagia karena kata-kata mereka menjadi kenyataan. Yakinlah Allah sedang menulis skenario terbaik untuk hidupmu, skenario yang diragukan oleh orang terdekatmu, skenario yang mungkin belum terlihat hari ini, tetapi pasti indah pada waktunya.

begitulah cara kerja tawakal usaha semaksimal mungkin, hasilnya pasrahkan kepada tuhan. kita harus optimis terhadap hasilnya.

Begitulah seharusnya kita menanggapi pembunuhan mereka, termasuk dari orang terdekat, yang terkadang mencabik mimpi dan melemahkan langkah kita.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا “Orang mukmin bagi mukmin yang lain seperti bangunan yang saling menguatkan satu sama lain.” (Shahih Muslim no. 4684)

Seorang mukmin seharusnya saling menguatkan, bukan menjatuhkan. Apalagi membunuh mimpi saudaranya.

Falyaqul Khairan AuLiyasmut (berkatalah dengan baik atau diam)

foto seseorang yang telah meletakkan semua cemoohan di kail pancing, dan kini menikmati ketenangan bersama sapuan ombak

foto seseorang yang telah meletakkan semua cemoohan di kail pancing, dan kini menikmati ketenangan bersama sapuan ombak


메타데이터
post_id
839c2d68aa9e
slug
membunuh-tak-selalu-soal-nyawa-839c2d68aa9e
url
https://medium.com/@ghazaliyin/membunuh-tak-selalu-soal-nyawa-839c2d68aa9e
canonical_url
https://medium.com/@ghazaliyin/membunuh-tak-selalu-soal-nyawa-839c2d68aa9e
author_url
https://medium.com/@ghazaliyin
status
ok
fetched_at
2026-06-28 10:39:35