Juara 3 juga, a?
Akhir-akhir ini, gua sedang mencoba metode tafakkur yang lebih kalcer. Karena katanya ruang ekspresi itu bebas, dan lagu adalah salah…
Juara 3 juga, a?
Akhir-akhir ini, gua sedang mencoba metode tafakkur yang lebih kalcer. Karena katanya ruang ekspresi itu bebas, dan lagu adalah salah satunya. Terlepas hukumnya seperti apa, kita tidak sedang berfokus ke sana.
*FOMO sama syauqi hahaha.

Juara 3.
Pertama denger band ini karena lewat di YouT*be music, ga sengaja sih, eh tapi kok asik. Awalnya, gua ngira ini lagu cinta-cintaan klasik dengan sastra yang terlalu diromantisasi, ternyata salah. Cinta ini bukan untuk manusia, tapi untuk Sang Maha Daya.
Risalah terikatnya Batin dan raga yang mengunci Diatas sang maha daya Semua kendali terambil alih
…
Melamban bukanlah hal yang tabu Kadang itu yang kau butuh Bersandar hibahkan bebanmu
“Wih asik nih lagu, cakep lah liriknya” gitu kan, tiba-tiba tertarik mengulik lebih dalam liriknya. Ternyata, sangat mendalam.
“Diatas sang maha daya, semua kendali terambil alih”
Implisit, tapi gua paham. Di atas tangan-Nya, semua akan terkendali dan baik-baik saja. Asli ye, kalcer banget.
“Melamban bukanlah hal yang tabu, Kadang itu yang kau butuh, Bersandar hibahkan bebanmu”
Kadang gua juga lupa, kalau tidak ada bahu untuk bersandar, apalagi sangu untuk didahar, masih ada Tuhan Yang Maha Mendengar. Lucunya, teringatkanlah tentang itu dari suatu lagu random yang gua temukan di jam 2 pagi beberapa waktu lalu, yang mungkin ternyata adalah seruan Sang Maha Daya yang gua sering lupakan karena kesibukan duniawi yang konyol ini.
Tak perlu kau berhenti kurasi Ini hanya sementara Bukan ujung dari rencana
…
Jalanmu kan sepanjang niatmu Simpan tegar dalam hati Dua sembilan kau terus mencari Ho oh
Gak tau lagi men, udah maknai saja sendiri hahahah. Osjur nih ye.
Tapi intinya, kalo lu gagal, jangan nyerah, lanjut aja. Ini hanya sementara, bukan ujung dari rencana. Terus aja jalan, meskipun gelap, berduri, berdarah-darah, capek mah jelas ya, apalagi dengan usia yang baru dewasa muda, baru merintis, semuanya ada lah. Tapi, lanjut aja bro.
Sepanjang apapun jalannya, niatnya yang diliat. Usia muda, 29 itu masih muda, baru menemukan jawaban dari keresahan. Begitulah kira-kira yang gua denger dari lagu ini, dia kayak lagi bercerita. Kebetulan saja, pilihan liriknya membuat ikhlas dan sabar, membuahkan doa dan harapan untuk tetap berjalan.
Sampailah kita ke main reff nya, ini dia bro.
Sebutlah namaNya Tetap di jalanNya Kelak kau mengingat Kau akan teringat
Sesuai nama lagu, jumlah dzikir yang sering kita gaungkan setelah shalat. Mungkin itulah yang namanya “ngaji kalcer”. Kadang, bukan nasihat baku yang datang dari kitab suci, tapi karya seni yang lahir dari iman taqwa manusia yang berusaha ikhlas menghasilkan karya. Lebih menyentuh hati dan relate sama banyak orang, karena mungkin, belum semua orang bisa mencapai titik ibadah yang baku, yang berkitab dan berhukum.
Apapun itu, esensinya sama,
“Ingatlah Aku, maka Aku akan mengingatmu.”
Terus berenang Lanjutlah mendaki~
Assalamu’alaikum.
메타데이터
- post_id
- 8406dfd7f4cf
- slug
- juara-3-juga-a-8406dfd7f4cf
- url
- https://medium.com/@adrianradian/juara-3-juga-a-8406dfd7f4cf
- canonical_url
- https://medium.com/@adrianradian/juara-3-juga-a-8406dfd7f4cf
- author_url
- https://medium.com/@adrianradian
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-11 14:44:29