← Back to list

Bagaimana Cara Aku Mencintaimu di Tengah Reformasi yang Telah Mati?

Sayang,

bars'poet · 2026-05-25 09:19 · 0 claps · 1.3 min read
#poetry #perlawanan #oligarki #reformasi
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing ✍️ · Writing & Creative ⚖️ · Law & Justice

Bagaimana Cara Aku Mencintaimu di Tengah Reformasi yang Telah Mati?

Sayang,

bagaimana cara aku mencintaimu ketika pagi-pagi tak lagi membawa burung

hanya bunyi sendok yang mengetuk piring-piring sekolah berulang ulang

seperti doa yang lupa diaminkan langit

kenyang dibagikan sebagai kabar baik sementara atap-atap tua tetap bocor dan anak-anak belajar mengeja hujan lebih fasih daripada masa depan

sementara kata-kata berbaris rapi di layar-layar menyamar matahari

Sayang,

bagaimana cara aku memanggil namamu jika angin selalu lebih dulu dibungkam sebelum sempat menyebut siapa yang hilang

dan malam terlalu pandai menyembunyikan jejak-jejak sepatu yang pulang dengan noda tanpa pernah ditanya darah siapa

di kejauhan tanah digambar ulang oleh tangan yang tak pernah mengenal lumpur

rumah-rumah kecil dipelankan suaranya agar mesin-mesin raksasa dapat tidur nyenyak

sementara mulut-mulut bercahaya bernyanyi terlalu keras mengunyah dusta hingga suara yang bertanya terdengar seperti kesalahan

barangkali aku akan memanggilmu pelan-pelan

pelan pelan

seperti tanah memanggil hujan

seperti jendela memanggil pulang kepada tubuh yang lelah

biarkan aku memelukmu lebih erat, sayang

di luar bayang-bayang sedang belajar menjadi pagar

dan pagar-pagar sedang belajar menjadi mulut

mereka mengunyah nama mengunyah suara mengunyah apa saja yang terlalu hidup

maka mendekatlah

akan kutaruh tubuhmu di dadaku seperti rahasia yang tak boleh dibaca negara

akan kusembunyikan degupmu di sela rusukku agar tak sempat disentuh oleh tangan-tangan yang gemar mengukur hidup dengan angka dan menimbang manusia seperti kurs yang turun setiap pagi

dan bila malam kembali menurunkan nilainya dan langit kehilangan harga tukarnya

tetaplah di sini

di peluk ini yang miskin namun tak pernah menjual cium

di bibir ini yang gemetar namun tak pernah pandai berdusta

katakan, sayang

jika reformasi benar-benar mati siapa yang akan menguburnya?

barangkali kita

barangkali sambil berciuman di bawah hujan yang pura-pura lupa turun

lalu menanamnya pelan-pelan di halaman tubuh kita

agar suatu hari dari sana tumbuh sesuatu yang tak bisa dibeli tak bisa digusur tak bisa dibungkam

sesuatu yang ketika kupanggil namamu menjawab pelan:

cinta belum selesai melawan!

05/26


메타데이터
post_id
8413faa39713
slug
bagaimana-cara-aku-mencintaimu-di-tengah-reformasi-yang-telah-mati-8413faa39713
url
https://medium.com/@mhmdkbarsyh11/bagaimana-cara-aku-mencintaimu-di-tengah-reformasi-yang-telah-mati-8413faa39713
canonical_url
https://medium.com/@mhmdkbarsyh11/bagaimana-cara-aku-mencintaimu-di-tengah-reformasi-yang-telah-mati-8413faa39713
author_url
https://medium.com/@mhmdkbarsyh11
status
ok
fetched_at
2026-07-11 09:08:54