Jiwa-jiwa yang rapuh dan kesepian
Dalam setiap perjalanannya, manusia berusaha sedemikian rupa dan berdaya usaha sekuat tenaga dalam melangkah meskipun dunia ini serba penuh…
Jiwa-jiwa yang rapuh dan kesepian
Photo by The New York Public Library on Unsplash
Dalam setiap perjalanannya, manusia berusaha sedemikian rupa dan berdaya usaha sekuat tenaga dalam melangkah meskipun dunia ini serba penuh dengan ketidakpastian. Pada dasarnya setiap manusia menggunakan hidupnya untuk hal-hal yang penuh dengan perjuangan dan tantangan, salah satunya ya melawan rasa sepi yang kadang membunuhnya pelan-pelan.
Ditengah suasana yang begitu berkecamuk itulah, manusia mulai merasa dekat dengan dirinya. Mereka mencoba menggali dan mengenali segala rupa yang berhasil masuk dalam kedua matanya. Menelaah semua yang terjadi dan membuat kesimpulan diakhir. Bahwasanya manusia lahir tidak selalu memberikan sesuatu yang membuat orang terpukau maupun terpana. Disisi lain, kehadirannya di dunia ini hanya menjadi aib dan beban buat ibu pertiwi.
Sebegitu banyaknya manusia-manusia yang lemah dan tak berdaya memilih hening dan hidup dalam kesendirian. Merasakan sesuatu yang diluar agenda mereka dan disaat itulah mereka mulai mengasingkan diri mencari jati diri yang murni nan suci. Eksistensinya bukan diciptakan secara kebetulan semata, melainkan ada agenda dan rencana dari sang pencipta bahwa segala yang diciptakan pasti ada alasannya.
Tidak semua orang akan menerima dan suka akan makna sendiri atau kata-kata sejenis seperti kesepian dan kehampaan. Baginya, hal seperti itu lebih dekat dengan aura-aura kesesatan yang bisa saja membuat dunia yang indah menjadi gelap rupa dan hal-hal negatif lainnya, sebut saja depresi, keputusasaan dan belenggu jiwa setiap orang yang bisa mengantarkan dirinya lebih dekat dengan penyesatan.
Namun bagaimana bila manusia itu tak sama dan semua dalam bentuknya masing-masing? Ini benar adanya bahwa isi kepala dan perwujudan dalam dunia nyata setiap manusia memang tak bisa dilihat hanya dengan mata namun kalau mau bisa diulik lebih dalam dengan pendekatan. Tak semua hal yang bagimu gelap, dalamnya pun ikut gelap. Bisa ya dan bisa tidak.
Kerapuhan umat manusia bukan sekedar celah yang bisa dimanfaatkan kekuatan gelap dan negatif lainnya, tapi ini adalah bagaimana manusia mengenal dirinya sendiri lebih dalam tanpa perlu memberikan respon atau menganggap dirinya bukan ciptaan yang spesial atau berharga. Di mata tuhan, semua makhluk itu sama, spesial dan memiliki tugasnya masing-masing di dunia.
Melemahkan diri dengan hal-hal yang tak baik hanya akan membuat kita sebagai manusia menjadi lebih lemah. Segala hal penyebab sebenarnya ada solusinya, mengenali diri dan memahami dengan seksama akan jauh lebih berguna dibandingkan membiarkannya dan selalu menganggap diri pribadi sesuatu yang aneh tanpa memahaminya. Kita menjadi lemah ketika kita kehilangan akses untuk mengenali diri kita sejati sebagai manusia. Itulah kuncinya.
메타데이터
- post_id
- 8423e7db95de
- slug
- jiwa-jiwa-yang-rapuh-dan-kesepian-8423e7db95de
- url
- https://medium.com/@ryoka/jiwa-jiwa-yang-rapuh-dan-kesepian-8423e7db95de
- canonical_url
- https://medium.com/@ryoka/jiwa-jiwa-yang-rapuh-dan-kesepian-8423e7db95de
- author_url
- https://medium.com/@ryoka
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-08 19:15:55