← Back to list

Album Berdua

Naya memijat pelan bahu kanannya yang terasa kaku. Sudah dua bulan terakhir, rasa pegal itu tidak mau hilang. Sebagai seorang karyawan yang…

D.S. AJI · 2026-06-01 15:38 · 0 claps · 3.2 min read
#horor #ai #thriller #mystery
Open on Medium ↗
Wiki topics: AI · AI · General AIM · AI in Marketing 🎵 · Music & Audio

Album Berdua

Naya memijat pelan bahu kanannya yang terasa kaku. Sudah dua bulan terakhir, rasa pegal itu tidak mau hilang. Sebagai seorang karyawan yang baru satu setengah tahun mencicipi dunia kerja, Naya meyakinkan dirinya bahwa ini hanyalah “penyakit orang kantoran” biasa. Terlalu lama duduk menatap layar, tumpukan revisi, dan stres mengejar tenggat waktu pastilah menjadi penyebab utamanya.

Namun, rasa lelahnya terasa tidak wajar. Kadang, saat ia sedang mengetik laporan sendirian, bahunya terasa sangat berat, seolah ada tas ransel berisi buku tebal yang terus menggantung di sana. Pijat refleksi hingga tempelan koyo tak membuahkan hasil. Rasa berat itu tetap setia menemani hari-harinya.

Untuk menghibur diri dari rentetan kelelahan fisik dan mental itu, bulan lalu Naya memutuskan memberikan hadiah untuk dirinya sendiri: sebuah ponsel pintar keluaran terbaru. Ponsel masa kini memang bukan sekadar alat komunikasi biasa. Dengan kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi, ponsel canggih saat ini memiliki fitur face recognition tingkat tinggi. Secara otomatis, sistem galeri dapat membaca dan mengenali wajah, mempelajari pola pemiliknya, lalu mengelompokkan foto-foto tersebut menjadi album kenangan (memories) yang dikustomisasi sendiri oleh sistem. Bagi Naya yang aktif di media sosial dan hobi berswafoto, fitur ini tentu sangat menarik.

Error

Suatu akhir pekan, sebuah notifikasi muncul dari galeri pintar ponselnya: “Album Baru Dibuat: Album Berdua.”

Naya mengernyitkan dahi. Seingatnya, ia belum pernah menggunakan ponsel baru ini untuk berfoto dengan orang lain. Saat album itu dibuka, isinya hanyalah kumpulan foto selfie dirinya sendiri di berbagai tempat seperti di meja kerja, di dalam mobil, di kafe atau di depan cermin kamar. Naya tidak terlalu memikirkannya. Mungkin HP-nya error, ”Smartphone AI tapi AI-nya error ga smart smart amat” begitu gumamnya sambil menghapus gruping album otomatis itu.

Seminggu kemudian, album dengan judul serupa kembali muncul. Naya yang sedang kelelahan dan dikejar target pekerjaan, hanya mendengus kesal dan kembali menekan tombol hapus. Ia tak punya waktu mengurus bug pada sistem ponselnya, terlebih karena rasa berat di bahu kanannya kini sering kali memicu mual dan hawa dingin yang menusuk sedangkan dia besok harus tetap berangkat keluar kota untuk projek kantor bersama rekannya sinta.

Berdua

Diluar kota setelah seharian penuh bergelut memantau data lapangan dan mengunjungi beberapa titik lokasi projek, naya dan sinta baru bisa merebahkan diri di kasur hotel sekitar pukul sebelas malam. Suasana kamar hotel itu terasa seperti surga kecil setelah hari yang sangat panjang. Wangi seprai bersih yang khas, empuknya bantal yang menopang punggung Naya, serta hembusan sejuk dan stabil dari pendingin ruangan perlahan mengurai rasa lelah di otot-otot mereka. Keduanya bersandar santai di kepala ranjang, menikmati kenyamanan yang begitu diidamkan.

“Nay, pinjam HP lu bentar dong. Mau ngecek foto-foto kerjaan sama hasil hunting foto kita tadi siang,” ucap Sinta memecah keheningan yang nyaman itu.

“Ambil aja tuh di meja, password-nya biasa,” sahut Naya sambil memejamkan mata, membiarkan Sinta mengambil ponselnya. Naya baru saja mengambil satu foto selfie di atas kasur itu lima menit yang lalu untuk update status, sebelum akhirnya memutuskan untuk benar-benar menikmati empuknya bantal dan beristirahat.

Selama beberapa saat, hanya terdengar suara ketukan pelan jari Sinta di atas layar yang berpadu dengan dengung halus AC.

“Nay… lu diam-diam punya pacar ya? Kok di galeri ada album otomatis judulnya ‘Album Berdua’?” tanya Sinta dengan nada menggoda.

Naya membuang napas panjang, masih dengan mata terpejam dan tubuh yang rileks. “Astaga, muncul lagi. Hapus aja, Sin. Itu galerinya pakai AI dan sering eror. Suka bikin album couple sendiri padahal isinya foto gue semua. Lu cek aja foto selfie gue yang barusan banget gue ambil di kasur ini, pasti otomatis masuk juga ke album itu.”

“Oh ya?” Sinta bergumam pelan. Terdengar ketukan jari Sinta yang sedang membuka album tersebut dan memperbesar layarnya.

Lalu, segala kenyamanan di ruangan itu lenyap seketika.

Suara ketukan jari Sinta terhenti, digantikan oleh keheningan yang mendadak terasa kedap dan menyesakkan, seolah menyedot habis semua oksigen di sekitar mereka. Udara dari pendingin ruangan yang tadinya sejuk, kini terasa menggigit pori-pori kulit seperti hawa musim dingin yang menusuk tulang.

Sepuluh detik berlalu tanpa ada balasan, membuat Naya akhirnya membuka mata. Ia menoleh dan mendapati Sinta duduk membeku. Wajah temannya itu pucat pasi, matanya membelalak ngeri menatap layar ponsel yang menyala dalam keremangan.

“Sin? Lu kenapa?” panggil Naya pelan.

Dengan tangan yang sedikit gemetar, Sinta memutar layar ponsel itu ke arah Naya. Sinta baru saja mengaktifkan mode deteksi wajah pada album tersebut, dan seketika, runtuhlah semua pembenaran Naya tentang AI yang eror.

Di layar itu, berderet foto-foto selfie Naya dari minggu ke minggu. Memang benar hanya ada Naya di sana secara fisik, tetapi sistem AI mendeteksi sebuah wajah pucat yang muram dan menyeramkan yang sama pada setiap fotonya. Ya hanya sepenggal wajah samar yang terus menguntitnya.

Napas Naya tertahan saat matanya turun ke foto paling akhir — foto selfie yang baru saja ia ambil di atas kasur hotel ini sepuluh menit yang lalu. Di foto itu, kotak kuning deteksi AI menangkap guratan wajah seram yang sama. Wajah yang samar-samar menyatu dengan tekstur tembok kamar hotel yang jaraknya hanya beberapa jengkal di belakang tempat Naya sedang bersandar saat ini.


메타데이터
post_id
846fe5e94efa
slug
album-berdua-846fe5e94efa
url
https://medium.com/@dse.aji/album-berdua-846fe5e94efa
canonical_url
https://medium.com/@dse.aji/album-berdua-846fe5e94efa
author_url
https://medium.com/@dse.aji
status
ok
fetched_at
2026-06-13 09:42:26