← Back to list

Kemerdekaan di Era Kekinian

Gaess, tanggal 17 Agustus 2025 lalu Indonesia genap berumur 80 tahun. Perayaannya dilakukan mulai dari pemerintah pusat sampai level RT/RW…

SofaVolta · 2025-08-19 14:08 · 0 claps · 3.8 min read
#kemerdekaan #merdeka #indonesia #hut-ri #independence-day
Open on Medium ↗

Kemerdekaan di Era Kekinian

Foto ilustrasi: Falaq Lazuardi / Unsplash

Foto ilustrasi: Falaq Lazuardi / Unsplash

Gaess, tanggal 17 Agustus 2025 lalu Indonesia genap berumur 80 tahun. Perayaannya dilakukan mulai dari pemerintah pusat sampai level RT/RW di kota-kota hingga pelosok desa. Semua orang Indonesia bersuka cita, ikutan lomba-lomba, ataupun duduk manis mantengin undian doorprize hadiah utama.

Jalan raya dihiasi bendera, jalanan kompleks dihias meriah, hingga gang-gang sempit dipenuhi lampu aneka warna. Semuanya senang, semuanya gembira.

Pejuang-pejuang di masa lalu sudah berjasa banget memerdekakan negara kita dari belenggu penjajahan. Nah di era kekinian, makna kemerdekaan tuh konteksnya nggak melulu tentang bebas dari penjajahan. Makna kemerdekaan di masa kini bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari, bahkan sampai ke level individu.

So gaess, apa saja makna kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari? Berikut beberapa diantaranya:

1. Kemerdekaan berekspresi dan berpendapat

Nah ini penting banget gaess. Indonesia adalah negara demokrasi yang ngebuka peluang-peluang luas bagi setiap warganya. Termasuk di area ini adalah menyuarakan pendapat di medsos apakah itu ide, kritik , hingga aspirasi yang positif pastinya ya.

Setiap orang boleh dan bebas bikin konten kreatif, ngebagiin opini politik, ataupun nge-up isu sosial kemasyarakatan yang tujuannya demi kepentingan bersama. Bebas tapi tetep bertanggung jawab ya gaess. Tetep harus ngikutin rambu-rambu sebelum bikin konten apa aja.

2. Kemerdekaan intelektual

Setiap orang boleh pinter, punya kesempatan yang sama buat mengakses pendidikan lewat sekolah formal ataupun non formal baik di kelas-kelas konvensional (offline) ataupun platform digital. Bebas belajar apapun yang disukai, apakah programming, coding, bahasa asing, desain grafis, menjahit, dan lain-lain adalah bentuk kemerdekaan intelektual.

Bebas juga mengakses perpustakaan umum dimana saja, pastinya mematuhi persyaratan yang berlaku ya gaess. Misal nih kamu tinggal di pelosok Jambi, selama ada koneksi internet kamu bisa banget mengakses buku-buku digital di iPusnas milik Perpustakaan Nasional.

Harga buku murah adalah salah satu kemerdekaan intelektual juga gaess. Untuk saat ini mungkin belum sesuai sama keinginan kita yang semurah-murahnya. Tapi kita bisa dateng ke even bursa buku yang biasanya ngejual buku-buku dengan harga diskon.

Termasuk di sini adalah kemerdekaan dalam mewujudkan cita-cita. Siapa aja boleh bercita-cita kelak mau jadi apa, bebas. Apalagi di era AI sekarang ini, ada begitu banyak profesi yang bisa dipilih lalu diupayain dengan belajar lebih keras lagi.

3. Kemerdekaan ekonomi

Kemerdekaan di sini maksudnya bisa ngejalanin aktivitas ekonomi sesuai skill dan pengetahuan masing-masing. Di masa lalu pekerjaan atau profesi terbatas yekann? Tapi di era kekinian, setiap orang bisa nyari nafkah lewat macem-macem pekerjaan.

Bisa jadi karyawan ASN ataupun swasta, bikin usaha kecil atau UMKM, jadi petani, jualan online, ataupun freelancer. Bahkan ada lho orang yang bisa ngelakuin dua atau tiga kerjaan dalam satu hari dan sama-sama menghasilkan.

Untuk yang milih bikin usaha misalnya, urusan modal ada banyak pilihan, urusan tempat usaha bisa dimana aja selama mematuhi peraturan yang berlaku dan nggak ganggu ketertiban umum gaess. Sekarang ini perijinan buat usaha juga relatif nggak berbelit-belit kayak dulu.

Nah, ada peran pemerintah di sini dalam ngebangun dan ngejaga rasa aman orang-orang buat melakukan usaha. Pastinya perlindungan UMKM, akses modal dengan syarat mudah, pasar murah, situasi yang kondusif, mungkin juga bantuan pemasaran / distribusi, dan lain-lain.

4. Kemerdekaan ngedapetin rasa aman

Nah ini yang jarang di pikiran orang-orang, rasa aman tuh juga termasuk kemerdekaan lho gaess. Orang bisa lewat di jalanan yang ramai atau sepi tanpa khawatir diserang begal. Begitu juga warga bebas tinggal di manapun, di kota ataupun desa, di tepian sawah, padang rumput, ataupun tepi hutan tanpa khawatir didatengin perampok.

Termasuk di sini kemerdekaan punya ruang untuk tumbuh tanpa gangguan dari energi negatif lingkungan sekitar. Betapa senengnya tinggal di lingkungan yang saling menghargai, nggak ada yang iri dengki, dan nggak ada yang saling menjatuhkan.

5. Kemerdekaan ngejalanin ibadah

Kemerdekaan beragama ngejamin orang-orang bebas ngejalanin ibadah tanpa ngalamin diskriminasi dan intimidasi. Kalo kemerdekaan ini terwujud, rasanya nggak bakalan ada orang ngelabrak orang beragama lain yang sedang ngejalanin ibadah.

6. Kemerdekaan jadi diri sendiri

Kemerdekaan yang mandatory nih buat siapa aja: jadi diri sendiri. Merdeka jadi diri sendiri tanpa khawatir adanya tekanan-tekanan dari orang atau pihak lain.

Termasuk di sini adalah bisa jadi diri sendiri tanpa takut dicap/dinilai atau dibandingkan secara nggak adil. Kebiasaan orang-orang suka menilai orang lain yang belum tentu bener juga. Kasian tuh, mereka juga manusia yang bisa sedih lho kalau di-judge yang enggak-enggak.

Dalam masyarakat yang merdeka, perbedaan status, gaya hidup, atau pilihan hidup nggak pernah jadi sumber konflik. Analoginya gini, orang yang hidupnya bahagia nggak bakalan ngeganggu orang lain. Orang-orang yang hidup bahagia ngerasa kalau ngurusin orang lain tuh ngabisin waktu aja.

7. Kemerdekaan untuk berkembang dan dihargai di tempat kerja

Kemerdekaan di tempat kerja artinya bisa bekerja tanpa rasa takut akan burnout, rasa cemas akan ancaman mental health, ataupun kompetisi yang nggak sehat. Tempat kerja seperti ini vibesnya positif, memberi ruang untuk belajar, berkembang, dan dihargai. Juga ada ruang untuk tumbuh tanpa gangguan dari energi negatif.

Tentang burnout, itu adalah kelelahan emosional dan mental karena stres berkepanjangan yang muncul antara lain karena jam kerja panjang pagi sampai malem atau bahkan sampai pagi lagi, overtime nggak dihitung, gaji nggak ontime, macem-macem deh. Nah, burnout tuh bukan sekadar masalah personal karena itu bentuk “penjajahan emosional” yang bisa nggerogotin kesehatan mental gaess.

Tempat kerja yang mengusung semangat kemerdekaan seharusnya yang positif, suportif, komunikasi antar orang-orang di dalamnya terbuka dan sehat, yang ada fitur work-life balance juga dimana semua itu pondasi buat ngebangun rasa aman di tempat kerja.

Selamat ngerayain HUT RI ke-80 ya gaess…

Ini adalah artikel VOLTAUTAMA newsletter **SofaVolta 73, 19 Agustus 2025**.

Baca juga konten lain di edisi kali ini:

VOLTATEKNO: Olimpiade Robot Bakal Diadain di Tiongkok, Teknologi Baru Supaya Orang Bisa Nulis Pikiran

VOLTAPERSONA: Plis Jaga Mulut Pas Ngobrol Sama Orang Lain

VOLTABACA: Perpustakaan dan Mental Health

VOLTASINEMA: Sentimental Value”, “We Strangers


메타데이터
post_id
847d71086f09
slug
kemerdekaan-di-era-kekinian-847d71086f09
url
https://medium.com/@sofavolta/kemerdekaan-di-era-kekinian-847d71086f09
canonical_url
https://medium.com/@sofavolta/kemerdekaan-di-era-kekinian-847d71086f09
author_url
https://medium.com/@sofavolta
status
ok
fetched_at
2026-07-18 03:08:31