Saat ‘Kue Pembangunan' Serasa ‘Doorprize Jalan Sehat:
Sayang, ‘Panitia’nya Curang!!
Saat ‘Kue Pembangunan' Serasa ‘Doorprize Jalan Sehat:
Sayang, ‘Panitia’nya Curang!!
Photo by Heru Dharma on Unsplash
Kami sepakat memakai baju merah putih, yang kami beli sesuai dompet masing-masing
Ada yang putih bersih, baru kemarin beli di Shopi. Ada yang tak lagi putih, karena sudah dipakai sepuluh kali, iya sudah 10 tahun menjadi saksi, HUT RI
tautan teman: klik disini
Kami berbaur semua, walau sebagian memakai merah putih pudar.
Membawa kupon satu orang, satu lembar.
Melawati posko panitia, yang ramah dan sabar,
menyerahkan kupon untuk disobek setengahnya, dimasukan dalam kotak besar.
Lalu panitia, memberi kupon makan gratis.
Ya, setiap orang yang sudah bersusah payah berjalan kaki pagi ini, mendapat kupon yang bisa ditukar dengan jatah konsumsi.
Tiba di finish, panggung hiburan menyambut kami. Siapa saja boleh tampil, kalau tak malu berjoget bersama sang penyanyi.
Tapi panggung hiburan kami penuh variasi. Tak hanya biduan cantik, setiap orang boleh naik ke panggung untuk beraksi. Tentu saja, dengan panitia, sudah berkoordinasi.
Ada yang baca puisi, ada yang sekedar orasi. Berbagai atraksi, bentuk ekspresi seni, membuat hati kami, penuh terisi.
Semua dapat tempat, asal bukan penyanyi yang nada suaranya sumbang.
Semua dapat makan, sesuai kupon yang dipegang.
Ada pecel, otak-otak, sampai nasi krawu dengan daging sapi seadanya.
Kami semua berbaur, tertawa becanda, kalau masih lapar, kurang puas, masih ada stand bazar, yang jualannya memantik selera.
Kami jajan sepuasnya, ini benar benar pesta, sambil sesekali menyimak Mbak Pembawa Acara yang mengajak peserta secara acak, untuk mengambil nomer undian.
Lalu kami bersorak, bertepuk tangan, kepada yang disebut nomornya, berhak mendapat hadiah, walau hanya celengan ayam, sabun, mie instan, atau payung dari sponsor acara.
Dan tibalah hadiah utama, sebuah sepeda motor! Dambaan setiap peserta jalan sehat.
Walau tak berharap, aku tetap melirik no.kupon 0007339.
Wah, nomer indah, semoga membawa berkah, walau biasanya aku tak dapat apa apa, selalu saja kalah.
Namun, tatapan mataku tertahan pada seorang pria tambun, yang belum pernah ku kenal.
Eh, perasaan bukan warga lokal? atau ia warga pindahan?
Di tangannya menggenggam segepok kupon. Menurut ku 60 lembar juga ada, kok bisa?
Belum selesai aku berpikir, ketika MC menyebut nomer kupon yang menang.
Dan lelaki tambun itu, mengambil satu kupon, memasukan sisanya ke dalam tas pinggang.
Lalu berjalan menuju panggung, sambil melenggang..
“Wah, luar biasa seru! Anda beruntung, Pak Heru, warga baru, berhak mengangkut, sepeda motor baru!!” MC teriak, disambut tepuk yang meriah, dari semua peserta jalan sehat.
Sebentar, aku kenal pria tambun itu..
Dia pemilik dealer motor ‘Kerapu’!!
Aku berbisik pada sebelahku
‘Itu pak Heru, yang punya dealer motor ‘kerapu’‘
sebelahku berbisik pada sebelahnya, dan seterusnya begitu ..
Sampai di ujung..
Aku mendengar teriakan:
“Bakar!”
Hah apa yang terjadi, jangan-jangan…?
aku berlari ke arah suara, dengan wajah pias ketakutan,
“ada apa? ada apa? ..
“Kerapu bakar….ikan bakar.. “
Ya Allah, saya kira, motornya yang dibakar....
Syukurlah kalau bukan.
Dan lelaki tambun bernama Pak Heru,
pulang mengangkut hadiah sepeda motor baru,
dengan wajah puas, namun terburu-buru.
메타데이터
- post_id
- 84855b9235d2
- slug
- saat-kue-pembangunan-serasa-doorprize-jalan-sehat-84855b9235d2
- url
- https://medium.com/lentera-literasi/saat-kue-pembangunan-serasa-doorprize-jalan-sehat-84855b9235d2
- canonical_url
- https://medium.com/lentera-literasi/saat-kue-pembangunan-serasa-doorprize-jalan-sehat-84855b9235d2
- author_url
- https://medium.com/@dypa
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-17 20:58:56