Cinta Insan dalam Bahasa Burung
Atau, Cara Mencintai Tanpa Harus Jatuh
Cewek itu berusaha menyatukan niat dan keberaniannya pada malam itu. Ia membuka WA lalu mengincar satu kontak yang baru-baru ini tersesat dalam mimpinya. Ia mengklik kontak tersebut lalu bersiap menekan kolom chatan. Namun kebimbangan langsung menyanderanya. Keputusannya menjadi kusut; niatnya menjadi reyot; keberaniannya merosot; jantungnya memohon padanya untuk tidak melakukannya - membujuknya dengan degup menyerupai derap kuda; membuat kedua jari jempolnya terangkat kaku menghadap keyboard handphone. Ia menarik napas panjang; uap didih emosi berembus menyengat matanya. "Ah... dia suka gak sih sama gua? Kalo dia suka apa yang disukain dari gua? Kalo dia suka sudi gak ya dia nerima gua? Kalo dia suka harusnya dia yang mulai ngechat gua - bukan gua! Kalo dia suka ... ah gua gak tau gua harus ngomong apa! Yaallah moga-moga dia suka sama gua!" Lalu ia perlahan membaringkan kedua jari jempolnya. Ia memandang layar handphone tersebut selama beberapa detik. Ia matikan layar handphone tersebut. Lalu ia menaruhnya di atas meja kecil di samping kasurnya. Lalu ia membungkam diri dengan selimut tebalnya, agar dunia tak bisa melihatnya menangis. "Ah... dia suka gak sih sama gua? Kalo dia suka apa yang disukain dari gua? Kalo dia suka sudi gak ya dia nerima gua? Kalo dia suka harusnya dia yang mulai ngechat gua - bukan gua! Kalo dia suka ... ah gua gak tau gua harus ngomong apa! Yaallah moga-moga dia suka sama gua!" Lalu ia perlahan membaringkan kedua jari jempolnya. Ia memandang layar handphone tersebut selama beberapa detik. Ia matikan layar handphone tersebut. Lalu ia menaruhnya di atas meja kecil di samping kasurnya. Lalu ia membungkam diri dengan selimut tebalnya, agar dunia tak bisa melihatnya menangis.
Cowok itu berusaha menyatukan niat dan keberaniannya pada malam itu. Dia membuka WA lalu mengincar satu kontak yang akhir-akhir ini tak bisa keluar dari angannya. Dia mengklik kontak tersebut lalu bersiap menekan kolom chatan. Namun kebimbangan langsung menyanderanya. Keputusannya menjadi kusut; niatnya menjadi reyot; keberaniannya merosot; jantungnya mengancam memberontak jika dia berani melakukannya - berdegup gila memberikan peringatan; membuat kedua jari jempolnya terangkat kaku menghadap keyboard handphone. Dia menarik napas panjang; uap didih emosi berembus membakar kepalanya. "Ah... kira-kira dia mau gak ya sama gua? Kalo dia mau apa yang dia liat dari gua? Kalo dia mau apa yang bisa gua buktiin buat dia? Kalo dia mau siap gak ya dia nerima semua kekurangan gua? Kalo dia mau ... ah anjrit gua bingung harus mulai gimana! Yaelah kalo dia mau masa gua harus terus pura-pura!" Lalu dia menggeleng-geleng kepalanya. Dia menegakkan badan dan mengetik beberapa huruf yang disediakan keyboard handphonenya. Dia segera matikan layar handphonenya. Lalu dia menaruhnya terbalik di atas kasurnya. Lalu dia menopang kedua tangannya di atas kedua kaki yang tersila, agar dunia tak bisa melihatnya khawatir. "Ah... kira-kira dia mau gak ya sama gua? Kalo dia mau apa yang dia liat dari gua? Kalo dia mau apa yang bisa gua buktiin buat dia? Kalo dia mau siap gak ya dia nerima semua kekurangan gua? Kalo dia mau ... ah anjrit gua bingung harus mulai gimana! Yaelah kalo dia mau masa gua harus terus pura-pura!" Lalu dia menggeleng-geleng kepalanya. Dia menegakkan badan dan mengetik beberapa huruf yang disediakan keyboard handphonenya. Dia segera matikan layar handphonenya. Lalu dia menaruhnya terbalik di atas kasurnya. Lalu dia menopang kedua tangannya di atas kedua kaki yang tersila, agar dunia tak bisa melihatnya khawatir.
Dering notifikasi menendang telinganya. Layaknya kupu-kupu, ia melepas selubung kepompongnya dengan raut cerah penasaran, lalu menggenggam handphone yang tak lama ditelantarkannya. Ia melihat notifikasi chat - chat dari dia yang bertuliskan: "Woy" Ia segera membuka WA; ia tegakkan badannya di atas kasur - dan sambil tersenyum ia membalas: "Oiii Kenapee?" lalu membungkam handphone itu di dadanya yang berdegup sambil menenangkan dirinya sendiri, berharap-harap centang dua hitam itu segera menjelma biru.
Dering notifikasi menendang telinganya. Layaknya singa, dia menggerakkan tubuh tabahnya dengan keganasan yang menggairahkan, lalu menggenggam handphone yang tak lama diasingkannya. Dia melihat notifikasi chat - chat dari ia yang bertuliskan: "Oiii Kenapee?" Dia segera membuka WA; dia bungkukkan badannya di atas kasur - dan sambil tersenyum dia memandangnya lama sebelum membalas: "Ngetes doang" lalu melempar handphone itu dengan keras ke atas kasur sambil mengumpati dirinya sendiri, berharap-harap centang dua hitam itu takkan pernah menjelma biru.
Ia melihat balasannya, dan ia terkekeh. Ia membalasnya: "Yeeeh panjul" sambil tersenyum.
Dia melihat balasannya, dan dia terkekeh. Dia membalasnya: "Wkwkwkwk" sambil tersenyum.
Pada tengah malam, mereka menyibukkan diri mengscroll chatan mereka satu sama lain, yang membeku di masa lalu. Tak satupun dari mereka terpikir untuk melanjutkan percakapan tadi, meski kata "online" terpampang jelas di bawah nama kontak mereka. "Ah... palingan dia lagi telponan sama doinya; sayang banget tadi kesempatan emas tapi malah disia-siain - eh udah sih gak usah banyak berharap! Lu siapanya dia coba? Amit-amit dah kalo dia suka sama lu .." Gumam mereka berdua, merela pasrah. Lalu mereka tertawa sendiri dan tersenyum malu-malu, saat menilik kembali banyaknya obrolan-obrolan - emotikon-emotikon serta curahan-curahan tak bermakna, yang begitu berarti di hati mereka.
Mereka pun menengadah pada langit-langit, memandang lampu kamar yang masih berpijar saat malam sedang tertidur. Dengan jantung yang menari-nari, dan khayalan yang berlari-lari, masing-masing mencitrakan ilusi bagi diri sendiri, bahwa yang satu begitu berharga, bagi yang lain.
(2021)
메타데이터
- post_id
- 849385e95b7b
- slug
- cinta-insan-dalam-bahasa-burung-849385e95b7b
- url
- https://medium.com/@tsalits/cinta-insan-dalam-bahasa-burung-849385e95b7b
- canonical_url
- https://medium.com/@tsalits/cinta-insan-dalam-bahasa-burung-849385e95b7b
- author_url
- https://medium.com/@tsalits
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-23 17:05:31