← Back to list

(ID) Rinai Yang Tertulis pun Mengalir

Apa yang kau tulis… bahkan goresan yang lembut adalah bagian dari jalanmu.

Writes by Blue Carel · 2023-11-12 17:54 · 0 claps · 3.0 min read
#motivation #hujan #angan #overthinking #support
Open on Medium ↗
Wiki topics: PSY · Psychology 🚀 · Self Improvement

(ID) Rinai Yang Tertulis pun Mengalir

Apa yang kau tulis… bahkan goresan yang lembut adalah bagian dari jalanmu.

Benakku mengembara kesana-kemari

Jalan yang kulangkah terkadang ada paku-nya.

Aku mengira, hanya kerikil saja

Tapi, rasanya lumayan pedih.

Orang berkata, diri yang tak pernah dididik keras, sehingga kau lemah.

Baiklah, kucoba terus jalan!

Lemah hanya untuk orang malas!

Makin lama, kaki membiru, hingga jalan terpincang-pincang.

Berhenti pun sungkan,

Melangkah pun tak mampu.

Benakku kesana-kemari.

Jiwa yang bimbang akan maksud dari nasihat sosok-sosok yang sudah menguap dari diri.

Mungkin masih terbayang sedikit, namun katanya tertancap dalam hati.

Katanya memotivasi,

Namun dapat mengebiri.

Menggeletar diri ini,

Seakan ingin langsung mengatai.

Tertancap hati, sampai tertancap di kaki, sialan.

Gusar, gundah, dan gulana.

Mau berekspresi apa lagi hingga siap aktor handal.. kembali?

Kuat! Terlihat dari berbagai kaca yang terlihat mengawasi.

Padahal kaca juga benda mati.

Pandangan-pandangan yang selama ini mengitari,

Sejujurnya hanya memandangi.

Yah, mereka hanya kaca kamar mandi umum.

Bersiap untuk menjadi secantik mungkin, dan dapat ditinggal.

Raga masih merintih,

Seperti rasanya akan meringis menahan air asin

Bila dikatakan, aku hendak mengundang rinai

Ia dalam pun akan menutupi pandangan sejenak

Surat terbuka, untuk rinai

Raga ini hendak mengundangmu bersama mewarnai..

Belum sempat melengkapi memo,

Rinai nyata yang langsung datang

Terkejut, tiada menyadari belum menduduki tempat berteduh.

Namun, rinai dengan cepat menggenangi tanah

Mengaliri kaki yang sempat berkedut-kedut

Mengedip sekali, rasanya mereda.

Perih dirasa hilang, kembali merasa geli.

Kekehan tetiba muncul saja.

Geplak. Seorang paman memukul kepalaku

Bercanda, dia menyenggol bahuku saja. Pusing sedikit, gak ngaruh

“Pakai sandal, dong! Hujan-hujan begini kok malah nyeker!”

“Untung kemarau mulai usai! Kau harus beruntung setelah kekeringan yang menyiksa!”

“Gelandangan, payungmu juga dimana?!”

“Iya, Pak, saya tak mengira akan datang hujan…” pintaku begitu saja pada beliau.

“Masih membela! Kau yang menyelakai diri! Minggirlah dari jalan yang keras ini!”

“Dimana-mana kalau mau berkelana tidak langsung maju saja! Perlu memakai alas kaki, sandang layak, jaminan perut terisi, hingga raga dapat terlindungi! Kalau gaada dimana-mana, itu tetap hal yang dasar!”

Paman itu pergi sembari mengikhlaskan payung, selimut dan sandal- aku anggap hadiah yang baik. Begitu baik.

Bukankah pemberian akan terasa bila hal itu sangat bermakna bagimu?

Oh! Beliau meninggalkan secarik kertas kecil!

“Jangan sampai ada bocah yang nyeker lagi di jalan yang terjal ini.”

Hai! Lama tak berjumpa.

Untuk para penonton yang tak memandang langsung diriku, memang lebih baik mengenal lewat tulisan. Itulah jati diri seorang penulis.

Haha, lanjut dari rangkaian blog pribadi yang telah lama terbengkalai,

Sampai raga ini juga.. terhempas sejenak dari peradaban.

Penatnya, dari berbagai kepelikan seorang mahasiswa~

Tulisan ini dilakukan secara spontan, setelah tak sengaja menemui rinai dengan makna geografinya, lalu kutuliskan kiasan dari sang rinai.

Rinai berarti gerimis, sementara gerimis merupakan hujan yang kecil nan lembut.

Bahkan genangan tak akan sederas yang dikira.

Bila gerimis tak deras, kemungkinan belum masuk musim penghujan.

Tapi, tenang! Selama kita berharap dan mempercayai pada Yang Di Atas, kita akan terbebas dari kemarau berkepanjangan, Aamiin…

Baru saja menulis si rinai, tiba-tiba gerimis sebenarnya menerpa rumah dan jalan yang berdebu.

Begitu indah kebetulan ini! Kuraih dalam tulisan pribadi dari sang penulis amatiran yang telah lama bersembunyi.

Lega sedikit bila terbebas dari hiatus. Semoga hamba dapat tetap melanjutkan hobi ini.

Cerita diangkat dari peristiwa-peristiwa yang sempat terlintas dari ingatan saia,

Dimana semua yang pernah kita lalui ataupun amati, akan tersimpan dalam alam bawah sadar. Hanya beberapa yang masih tersimpan dalam benak. Bukankah begitu?

Peristiwa itu diangkat setelah hal penting perlu disikapi dari hasil ingatan yang telah disimpan, untuk dimunculkan. Entah itu berhubungan, bertolak belakang atau malah sebuah jawaban dari suatu masalah.

Benak ke sana kemari, siapa sih yang tak pernah overthinking~ suka bikin kesal dengan hal ini kan~

sampai bikin kesandung, karena berlari terlalu kencang~

sampai terlupa, sepatumu tertinggal di garis awal.

Miris ya? Apalagi bila dengan dorongan yang tiba-tiba tanpa ‘bekal’ yang ikhwal bagimu…

Ah tidak, pasti sepatunya tidak jauh! Mungkin tertinggal di checkpoint! Atau bila tidak, di checkpoint sebelumnya!

[Jangan meninggalkan hal baik yang sudah tertanam pada dirimu begitu saja~]

Bila terlupa, mungkin yang selama ini kau pakai adalah sandal! Bila mampu, mari menggantinya dengan sepatu!

[Bila sulit menggapai hal itu (tidak seperti sebelumnya), mari ditingkatkan dan dipoles kembali menjadi bagus~]

Bekal yang kau bawa tentunya akan baik untukmu di masa-masa mendatang. Mungkin tak hanya sekali-dua kali, namun tentunya dapat menjadi bagian dari dirimu.

Bagaimana bila belum membawa bekal? Kami bisa kelaparan di jalan:( Kita bisa siapkan! Tidak ada kata terlambat! Tidak ada salahnya bila belum mengerti akan pentingnya bekal untuk dirimu sendiri!

Bahkan paman itu kasihan apabila ada yang berlari sejauh ini tanpa alas kaki~ beliau adalah panutan yang baik!

Bila kau memiliki hambatan (paku), kau bisa memperbaiki itu sejenak. Lalu, semua akan dapat berpihak padamu.

Ceilaaaa mantap kali tulisan spontan ini. Sekian. =langsung di-upload lhoo=

Moon BC, Breathe n Create.


메타데이터
post_id
855d8a70132f
slug
id-rinai-yang-tertulis-pun-mengalir-855d8a70132f
url
https://medium.com/@moonthebluec/id-rinai-yang-tertulis-pun-mengalir-855d8a70132f
canonical_url
https://medium.com/@moonthebluec/id-rinai-yang-tertulis-pun-mengalir-855d8a70132f
author_url
https://medium.com/@moonthebluec
status
ok
fetched_at
2026-07-24 22:51:32