← Back to list

Love is That Powerful

The art of loving and the search for meaning are an odyssey, but along the way, we also find serendipity.

Lulu Althea Serena · 2026-07-10 18:56 · 2 claps · 10.5 min read
#the-art-of-loving #meaning-of-life #odyssey #serendipity #self-improvement
Open on Medium ↗
Wiki topics: PSY · Psychology 🚀 · Self Improvement 💑 · Relationships

Love is That Powerful

The art of loving and the search for meaning are an odyssey, but along the way, we also find serendipity.

Tanggal 1 Januari 2026, aku mulai membangun rasa suka baca buku lagi. Aku baca novel Harry Potter and the Philosopher’s Stone yang aku pinjam di sepupuku, rencananya 2 buku per quarter, tapi di tengah jalan aku membiarkan curiosity aku menghancurkan rencana itu wkwkwk. Singkatnya, 7 novel Harry Potter aku selesaikan dalam 68 hari di tanggal 9 Maret 2026 (tepuk tangan prok prok prok). Tahu gak, ternyata novel Harry Potter ini bukan sekedar buku fiksi magic, tapi “buku anatomi kehidupan”. Aku belajar banyak dari buku ini, tapi yang mau aku bahas di sini adalah pelajaran tentang how powerful love is.

Why Do People Always Talk About Love?

Seperti yang kita tahu, Harry Potter menang melawan Voldemort. Kenapa? Karena Harry Potter punya senjata yang gak dimiliki Voldemort, yaitu cinta. Harry sangat dicintai orang tuanya dan Harry punya kemampuan untuk mencintai. Awalnya, aku menganggap itu ide yang klise (hehe maaf J.K Rowling✌️). Namun, Harry Potter ga bertarung sendiri, banyak orang-orang di sisinya yang saling bahu membahu (sayangnya di versi film ga diperlihatkan itu semua)

Setelah menamatkan 7 buku itu, aku baca Man’s Search for Meaning dari Viktor Frankl. Alasan aku baca buku ini karena Viktor Frankl adalah psikiater yang menciptakan logoterapi sekaligus penyintas holocaust. Frankl menceritakan pengalaman dan pelajaran yang dia dapatkan melalui buku ini. Buat aku yang hidupnya penuh tekanan psikologis sejak janin (LOL), aku butuh sudut pandang orang yang berhasil melewati fase hidup yang sama atau lebih mengerikan. Di peristiwa holocaust itu, Frankl dan korban lainnya mendapat tekanan fisik dan psikologis yang gila banget. Jadi, aku pikir baca buku ini adalah langkah yang tepat.

Di buku Man’s Search for Meaning, ada kutipan “Cinta adalah tujuan utama dan tujuan tertinggi yang ingin diraih manusia” (Love is the ultimate and the highest goal to which man can aspire). Di tengah tragedi itu juga Frankl akhirnya memahami kalimat “Manusia diselamatkan oleh cinta dan di dalam cinta” (The salvation of man is through love and in love). Di situ, aku masih belum paham kenapa cinta? Emang cinta itu apa? Kenapa Frankl dan Rowling menyimpulkan cinta se-powerful itu?

Aku jadi ingat, BTS pernah membuat album trilogi bertema cinta: Love Yourself 承 ‘Her’, Love Yourself 轉 ‘Tear’, dan Love Yourself 結 ‘Answer’. Mereka juga mengkampanyekan pesan “Love yourself” di world tour mereka tahun 2017–2018, RM bilang “It’s our mission to find, to define our way to love ourselves. It’s never intented, but it feels like i’m using you guys to love myself. So, please use me, please use BTS to love yourself because you guys taught me how to love myself everyday.” Aku baru suka BTS tahun 2019, jadi aku gak dapat feel momen itu dan aku juga gak paham maksud perkataan RM tentang menggunakan BTS untuk mencintai diri aku sendiri. IU juga punya lagu berjudul Love Wins All. Aku tonton MV-nya karena ada Taehyung wkwk, tapi aku juga gak paham isi lagu maupun cerita di MV. Aku juga jadi ingat, lagu Cinta Sejati yang menceritakan kisah cinta sejati Pak B.J. Habibie dan Bu Ainun. Aku jadi semakin bertanya-tanya emang cinta itu apa?

It’s cliche, but… What is Love?

Karena definisi cinta itu banyak, luas, dan berubah-ubah, aku butuh definisi cinta yang sesungguhnya dan yang sehat biar aku ga salah mempelajari dan menerapkannya. Akhirnya aku ingat salah satu materi psikologi waktu kuliah, yaitu teori cinta menurut Erich Fromm. Waktu itu aku lagi kehilangan arah jadi gak serius belajarnya hehe, tapi samar-samar aku ingat teorinya, jadi aku memutuskan buat review. Karena aku pengin pemahaman aku totalitas, jadi aku mau baca bukunya Fromm langsung yang berjudul The Art of Loving. Sayangnya, buku ini entah kenapa lagi langka, di gramedia gak ada, jadi aku beli buku second versi terjemahan di e-commerce. TAPI, karena aku udah kepo banget, akhirnya aku minta ChatGPT jelaskan teori cinta menurut Erich Fromm walaupun buku Viktor Frankl belum selesai aku baca hehehe.

Intisari teori cinta menurut Erich Fromm:

Love = care + responsibility + respect + knowledge

Love bukan sekedar falling in love, tapi standing in love.

• Hal yang kita cintai, baik itu manusia, hewan, passion, atau hal lainnya bukan sebuah objek, melainkan subjek.

• Sama seperti kita mau menguasai seni musik, theater, nyanyi, melukis, memahat, dan lainnya, untuk menguasai the art of loving atau seni mencintai kita juga perlu memahami teorinya dulu kemudian terus mempraktekkannya.

THIS, akhirnya aku menemukan definisi cinta yang sesungguhnya, definisi cinta yang sehat. Kalau kita pakai definisi cinta menurut Fromm, make sense kenapa Harry Potter bisa mengalahkan Voldemort, make sense kenapa Frankl bisa bertahan dari holocaust. Aku jadi paham perjalanan BTS dalam mencintai diri mereka dan mengajak ARMY untuk mencintai diri mereka sendiri. Aku jadi paham cerita di MV Love Wins All punya IU, aku jadi paham makna cinta sejati antara Pak B.J. Habibie dan Bu Ainun. Oiya, aku juga akhirnya paham ungkapan “Love Always Win” karena cinta memang se-powerful itu.

Love in Meaning of Life

Menurut Viktor Frankl, ada 3 cara menemukan makna hidup:

  1. Melalui karya atau pekerjaan
  1. Melalui pengalaman orang lain atau cinta
  1. Melalui optimis di tengah tragedi, tapi kalau tragedi itu bisa dihilangkan, ya hilangkan, karena bertahan di tengah tragedi yang bisa dihindari itu bukan tindakan heroik (tanggung jawab atas hidup yang dijalani meski dalam kondisi terburuk sekalipun)

~ Makna hidup bukan sesuatu yang besar, tetapi bisa sesuatu yang kecil yang bermakna. Makna hidup juga gak tetap, tapi selalu berkembang seiring kita bertumbuh.

Kata-kata RM “It’s our mission to find, to define our way to love ourselves. It’s never intented, but it feels like i’m using you guys to love myself. So, please use me, please use BTS to love yourself because you guys taught me how to love myself everyday.” ini masuk ke cara menemukan hidup No 1 melalui karya dan No 2 melalui pengalaman orang lain atau cinta.

Selama tragedi holocaust, yang membuat Frankl bertahan adalah karena dia merasa cuma dia yang bisa menulis ulang bukunya tentang logoterapi yang disita Nazi (karya/pekerjaan), percakapan batin Frankl dengan istrinya yang dia sendiri juga sebenarnya gak tahu masih hidup atau udah meninggal (cinta), dan kesadaran bahwa manusia punya pilihan untuk merespon penderitaan (tanggung jawab atas hidupnya). Frankl juga menemukan makna dalam sekilas keindahan alam dan seni.

Case Study on The Theory of Love

Pemahaman aku tentang cinta belum selesai. Pas banget timing-nya, drama korea berjudul Perfect Crown yang diperankan Byeon Woo Seok dan IU mulai tayang tanggal 10 April 2026. Aku nonton karena pemerannya mereka berdua dan konsep ceritanya menarik. Setelah aku tonton, aku merasa Perfect Crown ini seperti case study dari teori cinta yang udah aku pelajari hahaha. Aku makin paham apa itu cinta, juga perbedaan antara cinta dan obsesi dari drakor ini. Aku juga dapat case study dari cerita dr. Gia tentang kisah cinta orang tuanya. Ayahnya dr. Gia bisa lolos beasiswa pendidikan pilot bahkan jadi lulusan terbaik karena cintanya ke ibunya dr. Gia yang saat itu mereka bahkan udah lama gak ketemu dan gak saling kontak. Waw, aku makin speechless sama kekuatan cinta.

I Got It, But Still Can’t Relate

Setelah memahami definisi cinta yang sesungguhnya dan yang sehat, beserta case study-nya aku berusaha menerapkan the art loving ke diri sendiri, tapi entah kenapa rasanya belum maksimal, entah karena separah itu kondisi mental aku atau ini memang perlu bertahap sedikit demi sedikit. Bahkan sampai akhir April 2026, setelah aku menyelesaikan buku Man’s Search for Meaning dan mengambil ijazah di kampus, aku masih belum bisa menerapkan the art of loving maupun menemukan makna hidupku. Simpelnya, aku masih di kondisi 98% anhedonia.

Serendipity: Found RIIZE

Singkat cerita, akhir Maret 2026 aku udah ga ngikutin boygroup E (bukan BTS) dan April 2026 aku udah belajar apa itu cinta. Aku secara perlahan tertarik sama kepribadian Anton Lee, kepribadian yang bikin aku pengin menjadikan dia role model. Kemudian aku tertarik sama RIIZE dan akhirnya jadi BRIIZE (nama fandom RIIZE) tanggal 4 Mei 2026. Ini mungkin lebay, tapi aku merasa ini tuh ibaratnya setelah aku memahami definisi cinta yang sesungguhnya yang sehat dan putus sama pacar sebelumnya (LOL), aku dihubungkan dengan orang-orang yang tepat buat membantu aku mempraktekkan the art of loving dan menemukan my meaning of life, orang-orang itu adalah member RIIZE (Shotaro, Eunseok, Sungchan, Wonbin, Sohee, dan Anton).

Sebenarnya aku denger nama RIIZE udah dari lama, dari 2024–2025(?), tapi aku gak tertarik sama mereka, bahkan kalo boleh jujur agak sinis karena mereka sering ke Indonesia dan collab sama influencer Indonesia, bukan benci sih, tapi aku mikir “oh lagi mengincar pasar Indonesia, aku gak tertarik” (maaf RIIZE🙏🤍) Mungkin karena saat itu energi aku belum match sama mereka dan ibaratnya aku masih pacaran E wkwkwk.

Simpelnya, Anton Lee itu punya jiwa yang penuh cinta, semacam figure of love. Mungkin akan ada yang bilang “yang kamu lihat kan cuma di depan kamera, kita ga tahu di belakang kamera gimana”, aku setuju itu, pasti jauh lebih banyak momen yang gak ditangkap kamera, tapi menurut aku.. kita bisa lihat pola dari apa yang ditampilkan, bahkan kalau ada inkonsistensi itu juga bisa dimasukkan ke data informasi sebagai pembaharuan. Mungkin karena aku lulusan psikologi, jadi aku menganggap proses mengenal kepribadian/karakter Anton dan member RIIZE lainnya seperti lagi penelitian wkwkwk. Penelitian itu pasti ada keterbatasan dan akan selalu ada penelitian selanjutnya atau yang terbaru. Untuk apa yang aku pelajari dari kepribadian atau karakter member RIIZE akan aku share di bagian terpisah biar gak kepanjangan hehe.

Momen suka RIIZE ini jadi momen aku lepas dari kondisi anhedonia. Akhirnya, aku merasakan perasaan senang itu, aku bener-bener suka RIIZE. Humor mereka masuk banget sama aku hahaha, semua member RIIZE multitalent dan solid satu sama lain, dan dance mereka susah-susah. Nama grup mereka juga simple, aesthetic, and meaningful. RIIZE singkatan dari rise and realize yang artinya grow together and realize our dreams. Mereka bikin aku pengin bertumbuh jadi orang yang lebih baik. Oiya, aku juga suka makna nama fandom BRIIZE singkatan dari Breeze and RIIZE yang artinya angin sepoi-sepoi yang mengiringi RIIZE. Berarti kalau RIIZE makin bertumbuh aku sebagai BRIIZE juga ikut semakin bertumbuh. Oke, sekarang aku bisa relate sama kata-kata RM tentang mempersilahkan ARMY menggunakan BTS untuk mencintai diri sendiri, omg aku terharu :’’) Mungkin karena aku seumuran sama member RIIZE jadi aku lebih bisa relate sama odyssey mereka.

[TMI, aku pernah di fase coba aja aku suka BTS sejak album HYYH pasti aku bisa lebih relate buat berjuang di waktu yang sama dimensi yang berbeda, apa gak ada grup yang energinya kaya BTS? Dan tadaaa Allah kabulkan. Buat aku, RIIZE ini serendipity. Thanks Allah🤍]

Odyssey: Rise & Realize

Hal-hal positif yang aku teladani dari member RIIZE (per 10 Juni 2026)

  1. Writing diary like Anton. Tahu gak, dari dulu aku pengin banget rutin journaling tapi malas gitu, tapi setelah nonton konten RIIZE yang what’s in my bag, Anton bawa diary yang cover-nya warna hitam. Pas lihat itu aku “oke, aku mau nulis diary kaya Anton”. Mungkin yang bikin aku malas buat journaling karena selama ini aku terlalu ngikutin standar orang yang journaling harus pakai template kali ya sedangkan aku orangnya rebel yang gak suka terlalu dibatasi wkwkwk. Aku juga mikir journaling itu kan tujuannya buat membantu kita menyadari dan memahami apa yang kita rasakan, jadi yaudah menulis bebas asal tujuan itu tercapai kenapa ga boleh? Jadi, daripada menyebut jornaling, aku lebih nyaman menyebutnya ‘nulis diary’.
  2. Sketching like Anton. Sama seperti nulis diary, aku juga udah cukup lama mau belajar sketching, tapi aku pikir apa gak buang-buang waktu buat aku yang lagi hunting job? Lagipula aku gak jago gambar (bukan merendah, emang faktanya begitu). Tahu gak, tiba-tiba ada konten Anton gambar pemandangan jalan dan gedung waktu pemotretan buat album II di Jepang. Omg ternyata Anton bisa gambar. Gambar Anton bagus loh, dia bilang dia gak jago gambar, kalo orang tuanya jago banget gambar. Saat itu juga, “oke fix aku mau belajar sketching!”, besoknya aku beli sketchbook di toko buku dan malamnya aku buat sketch pertama aku. WAW, aku masih terkesima sama tindakan aku yang setergerak itu. (Btw, aku lebih suka menyebutnya sketching daripada drawing/menggambar hehehe). Hal yang aku suka dari sketching adalah belajar perspektif dan aku suka aja prosesnya. Aku mengasosiasikan sketch ini seperti evaluasi bulanan trainee idol. Ada kalanya, performance evaluasi mereka bagus, adakalanya gak bagus, adakalanya bagus tapi belum ngasih yang terbaik, tapi that’s okay itu belum berakhir, masih bisa latihan lagi biar di evaluasi selanjutnya bisa lebih baik. Hasil 1 evaluasi itu bukan jadi penentu debut, tapi yang menentukan itu rekapitulasi dari seluruh hasil evaluasi dan para TnD atau coach juga melihat proses latihan, potensi berkembang, dan karakter.
  3. Running like all of them. Sebenarnya sama sih wkwkwk. Aku udah dari lamaaaaa bgttt pengin mulai olahraga lagi. Walaupun aku udah tahu kalau di member RIIZE yang paling suka olahraga itu Anton (renang, sepedaan, & gym), Sungchan (sepak bola & gym), dan Shotaro (gym & lari), tapi tetap aja aku masih belum mulai juga, gak tahu deh hahaha. TAPI, sejak aku nonton konten Anton dan Wonbin yang join acara running di variety show Choi Crew akhir Juni 2026, aku jadi termotivasi banget buat mulai running. Akhirnya aku mulai running tanggal 24 Juni 2026, tapi setelah itu jeda 1 minggu-an karena kaki aku sakit hahaha (kurang pemanasan kayanya). Sekarang aku udah mulai lagi rutin run 5K dan aku bisa merasakan betapa senangnya dan serunya running (walaupun aku masih run-walk sih hehe, tapi buat aku yang sebelumnya kena anhedonia terus bisa bangun buat gerak bahkan 5K itu menurutku udah hebat). Rasanya tuh pengin running setiap hari, tapi karena aku masih beginner, jadi aku menahan diri buat sabar meningkatkan intensitasnya. Walaupun aku udah ketagihan running, tapi di tengah 5K itu aku juga masih sering capek pengin berhenti, terus aku berhenti sebentar terus aku lihat foto Sungchan “Lulu, cowok yang kaya Sungchan pasti sukanya cewek yang cantik dan punya value yang tinggi. Jadi, kalo kamu mau yang kaya Sungchan, ayo lanjut lari, semangat!” LOL, but it helps hahaha. (Sebenernya aku pengin belajar renang lagi dan sepedaan lagi, tapi aku belum punya uang buat les renang dan sepeda di garasi udah rusak berdebu, tapi aku meniatkan diri kalau udah punya penghasilan sendiri pengin belajar renang lagi dan mungkin beli sepeda dan mungkin belajar taekwondo)
  4. Love self-care like Sungchan. Sama sih, ketika aku malas self-care aku bercanda ke diri sendiri “Lulu, cowok yang kaya Sungchan pasti sukanya cewek yang cantik dan punya value yang tinggi. Jadi, kalo kamu mau yang kaya Sungchan, ayo skincare-an”. Tapi kalau aku jatuh lagi ke fase gak ada energi, aku ingat Lulu kecil, aku bayangin kira-kira apa yang pengin Lulu kecil bilang ke Lulu yang sekarang yang gak ada energi buat self-care. Jadi, aku mau self-care demi Lulu kecil.

The Art of Loving and Search for the Meaning of Life = Odyssey and Serendipity.

Pesan aku buat diri aku, love is that powerful, so love someone who makes you wanna be a better person because love should be fun.

Karena itu aku pengin jadi orang yang menguasai the art of loving, pertama pastinya loving myself. Aku bersyukur Allah mengenalkan aku sama Anton dan member RIIZE lainnya buat membantuku loving myself. Aku juga menganggap ini cara Allah biar aku punya gambaran pasangan yang baik dan biar aku gak terjebak sama hubungan atau orang yang redflag.

Meskipun saat dijalani, ternyata proses mempraktekkan the art loving ini gak semulus dan sekejap yang aku kira. Ada fase aku kembali jatuh lagi, bangkit lagi, eh jatuh lagi, terus bangkit lagi. Kalo boleh jujur, aku capek sih dan kesal. Lagi-lagi aku bertanya apa ini wajar atau akunya yang kurang tekad atau kondisi mental aku yang terlalu parah? LOL. Mencari meaning of life juga gak langsung cling ketemu. Setelah ketemu pun kadang ada rasa ragu, berat, atau takut, tapi aku ingat kata-kata seorang influencergapapa ragu, asal ragunya sambil jalan”.

Setelah aku pelajari dari berbagai perspektif, Ini kali ya yang dinamakan odyssey, persis seperti lirik lagu RIIZE berjudul Odyssey. Yang namanya* *odyssey itu pasti ada fase naik-turun, tapi aku pastikan naik-turunnya ini naik-turun yang meningkat seperti harga emas. *Aku juga menantikan serendipity selanjutnya sambil berjalan di odyssey *ini, ini yang bikin seru gak sih.

Kalau ada kesempatan, tahun depan aku pengin sharing kemajuan aku dalam mempraktekkan the art of loving dan menjalani my meaning of life.


메타데이터
post_id
86804d2eb58f
slug
love-is-that-powerful-86804d2eb58f
url
https://medium.com/@lulualtheaserena/love-is-that-powerful-86804d2eb58f
canonical_url
https://medium.com/@lulualtheaserena/love-is-that-powerful-86804d2eb58f
author_url
https://medium.com/@lulualtheaserena
status
ok
fetched_at
2026-08-15 08:24:01