← Back to list

No Reason

Katakan saja Alvin adalah orang yang nekat dan sembrono. Kabur dari rumah membawa motornya di tengah malam dengan tujuan kost Rehan…

San🌻 · 2025-02-22 10:57 · 29 claps · 2.3 min read
#kookv
Open on Medium ↗

No Reason

Katakan saja Alvin adalah orang yang nekat dan sembrono. Kabur dari rumah membawa motornya di tengah malam dengan tujuan kost Rehan. Sesampainya disana ia matikan motornya dan memarkirnya tepat di depan gerbang. Mengeluarkan Hp dari saku, lantas menghubungi Rehan. Beberapa saat kemudian terdengar sahutan dari seberang, suara serak khas orang terbangun dari tidur menjadi pembuka. “Han gue di luar, bukain doang.”

Kemudian jawaban, ‘lo gila?’ terdengar jelas dari mulut temannya dan sambungan mati seketika.

Alvin menatap Rehan yang keluar sambil menenteng kunci di tangannya, membuka gerbang dan menyuruhnya masuk. Ia mendahului ke lantai atas dan masuk ke dalam kamar Rehan tanpa menunggu persetujuan empunya kamar, karena ini adalah hal biasa.

Tubuhnya ia rebahkan di atas ranjang dengan menindih selimut yang membentang kusut karena telah dipakai. Beberapa saat kemudian Rehan memasuki kamarnya dan menutup serta mengunci pintu, Alvin yang awalnya hendak menutup mata langsung urung, tubuhnya bangkit dan berjalan cepat kearah Rehan.

Baru beberapa Langkah Rehan dibuat terdorong ke belakang karena tabrakan Alvin pada kedua bibir mereka, dan kepalanya ditarik oleh kedua tangan Alvin, sedikit sakit tapi tidak seberapa. Pertemuan bibir itu Alvin ubah menjadi sebuah ciuman panas yang tergesa, walau bingung tapi Rehan tetap membalasnya tak kalah menggebu.

Saling menjelajahi rongga mulut, lidah mereka bergulat dan bertukar liur hingga perlahan mengalir di kedua dagu. Rehan sesap keras lidah Alvin, kemudian kedua tangannya menangkup sisi wajah si Capicorn dan melepaskan ciuman mereka, suara ‘plop’ menjadi sebuah penutup.

“lo kenapa anjing? Tiba-tiba dateng trus nyium gue.”

Alvin tak menjawab, ia memutar tubuh Rehan dan mendorongnya hingga terduduk di atas ranjang. Mendudukkan pantatnya di atas pangkuan, sedetik kemudian tangannya mengalung erat dan wajahnya ia tenggelamkan pada perpotongan leher.

Rehan menghela nafas kasar mencoba faham, lantas mengelus punggung Alvin pelan, tangan satunya memegang erat pinggang dan sesekali meremasnya. Terhitung 5 menit si Capricorn tetap bergeming, sampai ia rasakan pergerakan kecil dan sesuatu yang basah menyentuh permukaan kulit bahunya, disusul sebuah gigitan kecil. “sebenernya lo kenapa sih Vin? Kalo lo gak cerita gue mana ngerti.”

“gue muak Rehan, lagi-lagi Ayah bawa Karen ke Rumah.” Wajahnya mendongak sandarkan dagu pada bahu pemuda Virgo. “Sebenernya dia mikir apa sih, gue juga masih muda. Kuliah masih semester empat tapi udah kek disuruh-suruh mau nikah mulu.”

Rehan mendengar, mencoba menenangkan dengan kembali memberi usapan halus pada punggung Alvin. “gue gak suka dia Han, lo tau itu.”

Tubuhnya menjauh menatap Rehan tepat di kedua matanya. “Gue cuma suka elo.” Wajah Alvin tampak frustasi.

“Makasih.” Tangan Rehan terulur menyentuh pipi Alvin. Merasa nyaman ia sandarkan pipinya pada telapak tangan si Virgo dan ia balas genggamannya, matanya lantas terpejam.

“Rehan, kabur yuk!” seruan tiba-tiba Alvin membuatnya rasakan sakit di dahi karena hadiah sentilan dari laki-laki di depannya. “Blok, gak usah aneh-aneh. Masalah gak seharusnya bikin lu lari, hadapi lu kan dah gede. Lagian kalo kabur mau kemana?”

Alis Alvin menukik, bibirnya hendak terbuka. Tapi Rehan kembali bersuara, “jauh-jauh juga ketek gua.”

Alvin tinju bahu laki-laki itu dengan kesal. Padahal kan niatnya hanya bercanda, tapi Rehan membalasnya dengan kalimat yang terdengar menyebalkan. “Tai lo!”

Helaan nafas terdengar, kali ini Alvin pertemukan dahi mereka, dapat ia rasakan nafas teratur yang keluar dari hidung Rehan. “Han.. buat gue lupa.”

Kata itu, adalah pembuka sebelum mereka bersetubuh hingga fajar tiba. “Besok, ah enggak maksud gue, hari ini gaada kelas.” Sebuah informasi yang ia katakan pada Alvin.

Alvin buat jarak di antara keduanya. Tangannya menyisir helaian rambut milik Rehan, sesekali ia remat dan tarik. “Pinter, hari ini lo yang di bawah, soalnya gue lagi kesel. Eh, tangan lo gue iket ya.”

“Kinky” Rehan tersenyum remeh.

Alvin kecup bibir Rehan pelan, “buat lo doang.”


메타데이터
post_id
86bae23c2bc3
slug
no-reason-86bae23c2bc3
url
https://medium.com/@farsanskim/no-reason-86bae23c2bc3
canonical_url
https://medium.com/@farsanskim/no-reason-86bae23c2bc3
author_url
https://medium.com/@farsanskim
status
ok
fetched_at
2026-06-27 07:40:21